Nyokap gw…si barbie bitch
Liburan panjang kali sangat berbeda buat gw. Sebab my dream come true...sejak akhir-akhir ini gw emang konak terus liat nyokap gw yang makin lama makin sexy. Oh iya, umur gw 20 tahun and my mom is 41 y.o. Gw kuliah di UPH 180 cm and 75 kgs. My mom is about 170cm 60 kgs 'padat karya' karena rajin fitnes+berenang malam dirumah. Gw rasa semua lelaki normal juga pasti horny sih liat dia. Rambutnya dicat pirang (dari dulu) keriting gantung, kulit makin kaya keramik aja, kalo toket ama pantat sih udah geeede dari dulu. Hobinya pake baju belahan dada rendah kalo ke mall and celana jeans ketat.
Awalnya gini...jumat malam kemarin gw and temen gw ajak doi ke Embassy ada party nya FHM. My mom ok aja, dia pake baju kemeja gantung and celana jeans model hipster (sorry gw kaga tau jenisnya apa, pokoknya yg dibawah pinggul deh) terus pake rantai kalung dipinggul plus sepatu agak high heelsgitu. Sampe disana aja semua laki pada nengok mungkin dikiranya salah satu modelnya hahaha. Semua temen gw bilang kalo mereka pada horny liat nyokap gw.
Bercinta dengan Istri Orang
Sebelum memulai ceritaku, aku akan memberikan sedikit gambaran mengenai diriku. Namaku adalah Ivan, bekerja sebagai karyawan swasta asing di kawasan Sudirman, Jakarta. Aku adalah seorang pria berusia 29 tahun, aku keturunan chinese, wajahku lumayan ganteng, kulitku putih bersih. Tinggiku 165 cm dan berat badanku 70 kg, sedikit kumis menghiasi bibirku.
Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika 'jam terbangnya' sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa 'full body massage'. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.
Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.
"Hallo dengan Ivan?" suara merdu terdengar dari sana.
"Ya saya sendiri" jawabku.
Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, "Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?" katanya.
"Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm." jawabku.
"Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya," lanjutnya.
"Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech.." jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.
Ibu Sahabatku
Perkenalkan namaku Andi )* ( samaran ) lahir di kota B 30th yang lalu berasal dari keluarga baik-baik dan perlu diketahui aku selalu menjadi salah satu yang terbaik sejak duduk di bangku SD sampai dengan kuliah dan itu terbukti dari SMP/SMA/kuliah selalu di sekolah negeri. Ketika SMP aku punya seorang sahabat Tono)* ( samaran ) yang sampai sekarang masih tetap berhubungan walau kita sudah tinggal berbeda kota…oohhh iyaa…. saya sekarang tinggal di kota Jakarta karena kebetulan mendapatkan pekerjaan di sana.
Kejadian ini terjadi kira-kira 7th yang lalu tanggalnya aku lupa tapi yang pasti saat itu malam minggu ketika sahabatku pergi wakuncar sedangkan aku menunggu di rumahnya karena kebetulan aku jomblo hehehe….saat itu di rumah sahabatku hanya ada aku dan ibu sahabatku Tono, aku tau persis kebiasaan ibu sahabatku ini hamper setiap malam dipijat oleh pembantunya karena kebetulan pembantunya saat itu pulang kampong jadi keadaan rumah sepi. Perlu diketahui ibu sahabatku ini sekarang kira-kira berumur 42th status janda, menikah umur 13th dan menjadi janda diumur 32th karena suami meninggal.
Ketika itu kira-kira jam 21.00 wib saya dan ibu sahabatku sedang menonton acara televisi dan sambil ngobrol ngalor-ngidul entah mengapa tiba-tiba aku menawarkan jasa untuk memijatnya..” tante..apa nga pegel-pegel badan.? Kan biasanya kalo yang biasa dipijat sehari nga dipijat aja pegel-pegel ..?? “ trus ibu sahabatku menjawab “ emang sih kepengen nih dipijat tapi sapa yang mo mijat kan si mbo lagi pulang kampung..? apa andi mau mijitin tante ? “…saat itu langsung aku jawab “ boleh kalo tante mau..” lalu ibu sahabatku tengkurep di kasur lipat depan televisi dan aku mulai memijat kaki ibu sahabatku.
“Andi ternyata pijitan kamu enak juga..” ujar ibu sahabatku
“ Mungkin karena dulu suka disuruh mijit sama ibu ato bapak di rumah “ jelasku
Menantu Perempuan
Frans, 56 tahun, dengan perutnya yang gendut yang kebanyakan minum bir, kepalanya mulai botak dan sudah menduda selama 10 tahun. Setelah rumahnya dijual untuk membayar hutang judinya, dia terpaksa datang dan menginap di rumah putranya yang berumur 28 beserta menantu perempuannya. Sekarang dia harus menghabiskan waktunya dengan pasangan muda tersebut sampai dia dapat menemukan sebuah rumah kontrakan untuknya.
Diketuknya pintu depan dan Ester, menantu perempuannya yang berumur 24 tahun, muncul dengan memakai celana pendek putih dan kemeja biru dengan hanya tiga kancing atasnya yang terpasang, memperlihatkan perutnya yang rata. Rambutnya yang berombak tergerai sampai bahunya dan mata indahnya terbelalak menatapnya.
"Papi, aku pikir Papi baru datang besok, mari masuk", katanya sambil berbalik memberi Frans sebuah pemandangan yang indah dari pantatnya.
Dengan tingginya yang 175 itu, dia terlihat sangat cantik. Dia mempunyai figur sempurna yang membuat lelaki mana pun akan bersedia mati untuk dapat bercinta dengannya.
Tante Pang
Kisah ini berawal di kota kelahiranku . Kami bertetangga dengan sebuah keluarga Cina. Kami pindah kerumah itu ketika aku berusia enam tahun. Ayahku adalah pegawai negri sipil biasa dan oom Pang adalah juga PNS tetapi punya kedudukan yang tinggi. Oom Pang ini orang Cina peranakan Manado sedangkan tante Pang atau yang biasa dipanggil tante Soen adalah orang Cina peranakan Ternate. Aku satu umur dengan anak gadisnya yang nomor empat dan kami satu sekolah. Dengan demikian kami tumbuh bersama menjelang masa remaja, hanya setamat SMP aku ke STM sedangkan Angela ke SMA. Aku suka main dirumahnya Angela. Tapi sejak aku di bangku kelas tiga SMP aku mulai tertarik kalau melihat tante Pang ini. Orangnya tinggi besar, wajahnya sebenarnya cukup cantik, hidungnya mancung dan bibir bibir yang sexy. Betis betis kakinya yang besar dan panjang itu juga berbentuk indah. Tetapi selama hidupku aku tak pernah melihat tante ini berhias diri. Ke Gerejapun tante hanya berdandan biasa saja tanpa make up yang berlebihan. Setiap hari tante slalu bekerja didapur memasak. Tante senang padaku sebab aku suka menemaninya didapur dan kami mengobrol soal apa saja. Tante ini benar benar adalah seorang wanita yang polos dan suci hatinya menurut pandanganku. Tapi tante ini kalau duduk suka sembarangan dan inilah yang membuat aku jadi bernafsu padanya. Suatu hari aku meIihat tante memakai baju yang agak terbuka dan diketiaknya sudah sedikit sobek. Akibatnya tali bra nya yang warna hitam itu kelihatan bahkan sebagian samping dari toketnya yang putih dan besar itu juga kelihatan. Aku tak tahan melihat semua ini, sementara tantepun cuek saja sebab sibuk dengan pekerjaannya. Kebetulan saat itu tak ada siapa siapa didapur selain aku dan tante Pang ini. Beberapa butir peluhnya mengalir di wajahnya yang tak kenal lelah itu. Lehernya yang berisi nampak mengkilat oleh keringatnya. Pemandangan ini yang membangkitkan nafsu birahiku padanya.
Luci
Kejadian ini 1 tahun lalu, saat itu saya masih kuliah semester akhir di Jakarta. Nama cewek ini Luci, waktu itu saya dikenalkan oleh temanku. Saat itu saya sedang pulang kampung, soalnya liburan semester. Orangnya cantik sekali, potongan rambutnya pendek seleher, kulitnya putih, bodinya oke, dan cukup supel juga. Tidak heran kalau temanku bilang dia naksir berat pada Luci. Luci waktu itu masih kelas 2 SMU. Waktu itu kebetulan lagi libur catur wulan dan kami merencanakan untuk pergi menginap di villa salah seorang teman selama 4 hari.
Kami pergi bertujuh, 4 cewek dan 3 cowok. Sebenarnya saya dengan Luci sama sekali bukan pacaran. Cuma kebetulan saja waktu itu dia berdua di mobil bersamaku, sedangkan yang lainnya bersama-sama. Selama perjalanan kami semakin akrab, dan kelihatannya dia naksir kepadaku. Sesampainya di villa waktu itu sudah malam, lalu saya mengajaknya jalan-jalan. Waktu itu saya mulai beranikan diri merangkulnya, dan dia ternyata diam saja bahkan semakin merapatkan tubuhnya. Lalu saya mulai merayunya, hingga suatu saat saya berkata "wah, Lus kalau dekat sama kamu terus bikin hangat gimana kalau entar tidurnya kita bareng aja". Eh, dia malah tersenyum dengan muka malu-malu. Lalu dia pelan berbisik "boleh aja, ayo..".
Lalu langsung saya bawa dia ke kamar di belakang biar tidak ketahuan oleh teman-teman. Di sana saya mulai menciumnya, pertama dia diam saja, lama-lama dia memberi respon juga. Dia memang jago kissnya. Lalu saya mulai menggerayangi tubuhnya, saya pegang payudaranya, lalu saya remas, dia mulai mendesah-desah tidak karuan. Lalu pelan-pelan saya lepaskan kaosnya, kemudian BH-nya sehingga kelihatan bukitnya yang indah menjulang. Melihat itu saya makin keras meremas payudaranya sambil mengisap putingnya yang indah itu. Setelah puas meremas-remas tanganku mulai menggerayangi pangkal pahanya. Pelan-pelan saya mulai memasukkan tangan ke dalam celananya, ketika jariku mulai menyentuh bibir kemaluannya, dia menjerit kaget dan berusaha menarik tanganku. Saya pikir wah gawat nih salah langkah, tapi saya masih berusaha mempertahankan tanganku di dalam celananya dan tanganku yang satunya menarik tangannya dan meletakkan di penisku, lalu saya bisikin dia "remasin Lus.., nikmat rasanya", dengan malu-malu dia mulai meremas-remas penisku. Sepertinya dia menikmati kegiatan barunya itu, dia tidak lagi berusaha menarik tanganku. Lalu saya mulai melanjutkan pekerjaanku, tanganku mulai menggosok-gosok bibir kemaluannya dengan cepat. Makin cepat saya gosok makin kencang pula dia meremas penisku.
Kunjungan Seorang Sahabat Lama
Ana meletakkan bayinya di atas boks, lalu dia sendiri rebahan di atas sofa di ruang tengah, merasa agak sedikit kelelahan. Suaminya, Roy, bilang padanya kalau ada seorang sahabat lamanya yang akan datang dan menginap di akhir pekan ini, jadi disamping mengurus bayinya, dia mempunyai sebuah pekerjaan tambahan lagi, menyiapkan kamar tamu untuk menyambut tamu suaminya itu. Pikirannya melayang pada sang tamu, sahabat suaminya yang akan datang nanti, Jodi.
Jodi adalah sahabat lama suaminya saat kuliah dulu. Dia cukup akrab dengan mereka. Ana sudah cukup mengenal Jodi, lebih dari cukup untuk menyadari bahwa hatinya selalu berdesir bila bertatapan mata dengannya. Sebuah perasaan yang tumbuh semakin besar yang tak seharusnya ada dalam hatinya yang sudah terikat janji dengan Roy waktu itu. Dan perasaan itu tetap hidup di dasar hatinya hingga mereka berpisah, Ana akhirnya menikah dengan Roy dan sekarang mereka mempunyai seorang bayi pria.
Ada sedikit pertentangan yang berkecamuk dalam hatinya. Di satu sisi meskipun dia dan suaminya saling menjunjung tinggi kepercayaan dan berpikiran terbuka, tapi dia tetap merasa sebagai seorang istri yang wajib menjaga kesucian perkimpoian mereka dan kesetiaannya pada sang suami. Tapi di sisi lain Ana tak bisa pungkiri bahwa ada rasa yang lain tumbuh di hatinya terhadap Jodi hingga saat ini. Seorang pria menarik berumur sekitar tiga puluhan, berpenampilan rapi, dan matanya yang tajam selalu membuat jantungnya berdebar kencang saat bertemu mata. Sosoknya yang tinggi tegap membuatnya sangat menawan.
Ana adalah seorang wanita ayu yang bisa dikatakan sedikit pemalu dan selalu berpegang teguh pada sebuah ikatan. Dan dia tak kehilangan bentuk asli tubuhnya setelah melahirkan. Mungil, payudara yang jadi sedikit lebih besar karena menyusui dan sepasang pantat yang menggoda. Rambutnya lurus panjang dengan mata indah yang dapat melumerkan kokohnya batu karang. Semua yang ada pada dirinya membuat dia mempunyai daya tarik seksual terhadap lawan jenisnya meskipun dia tak pernah menunjukkannya. Ah.. Seandainya saja dia mengenal Jodi jauh sebelum suaminya datang dalam kehidupannya!
Novy..oh Novy!
Novy adalah seorang siswi berusia 17 tahun di sebuah smu swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 165 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik.
Akan tetapi si novy ini boleh di bilang dari keluarga yang kurang mampu, dan pada suatu ketika dia membutuhkan dana untuk membayar uang sekolah agar dia dapat mengikuti ujian akhir kelulusan,akan tetapi dia bingung dengan siapa, dia dapat meminta uang untuk bayar uang sekolahnya,sedangka n tunggakan uang sekolahnya sudah banyak,dan pihak sekolah telah memberi peringatan bagi novy untuk melunasinya atau dia tidak dapat ikut ujian akhir.
Akhirnya setelah dia curhat masalahnya kepada temannya si lia,si lia memberi solusi,untuk meminjam uang kepada si andi yang terkenal dengan borjunya di sekolahan tersebut.
Pada suatu kesempatan akhirnya di menelfon si andi tersebut."haloo andi" "iya bener ini saya sendiri""ini aku novy di" "oh km to nov,ada apa" "gimana ya aku bilang kekamu?" "ada apa toh nov,siapa tau aku bisa bantu?" "gini di ya,aku jujur ya,boleh gak aku pinjem uang untuk bayar uang sekolah?" "oo,masalah itu toh,bisa aja,kamu butuh uang berapa" "aku butuh 4 juta di,kamu bisa bantu gak" andi mikir lumayan lama " bisa aja sih nov,tapi kamu ada jaminan apa,agar aku percaya kamu bisa balikin uang aku itu?" lalu novy membalas "itu dia di yang aku bingung aku gak punya jaminan apa apa,kan kamu tau aku dari keluarga yang gak punya" "waduh kal kamu gak ada jaminan,gimana aku bisa kasih pinjam uangnya kekamu,nanti kal kamu kabur gimana?" "yaaaa,gimana dong di,tolongin aku dong di?" lalu si andi berfikir lagi agak lama "ok nov,kal misalnya aku minta kamu jadi sex salve ku gimana,selama 4 bulan,jadi kamu gak usah aku pinjemin duit jadi,4 juta itu aku pake buat sewa kamu jadi sex slave ku?" kebetulan si andi ini suka sekali dengan budak wanita,lalu si novy berfikir lama "ok,tapi tugasku apa aja di selama aku jadi sex slave kamu?" "ya simpel aja kok novy,kamu harus nurutin semua perintah yang aku berikan kekamu dan kamu gak boleh menolak semua perintah aku itu,gimana?" lalu novy bilang "ok deh di,aku mau asal aku bisa ikut ujian" "ok kita deal ya,sebagai bukti kal kamu memang mau jadi sex slave ku,besok aku pengen kamu kesekolah jangan pake cd dan bh,lalu pas pulang sekolah aku ingin kamu tunggu aku di gedung belakang sekolah" "ok deh di aku turuti semua permintaan kamu itu,tapi besok kamu bawa uangnya ya" "ok beres deh nov"ok deh kal gitu bye ya" ok bye sampai ketemu besok di sekolah"
Cewek Di Twenty One
Kali ini gue mau cerita pengalaman gue dengan seorang cewek yang memang pekerjaannya adalah untuk memuaskan nafsu birahi cowok-cowok yang membutuhkan. Berawal pada suatu hari (gue udah lupa hari dan tanggalnya), saat itu gue udah mulai kerja di suatu perusahaan yang lumayan besar. Yang gue inget hari itu gue enggak masuk kantor berhubung sedang libur. Untuk mengisi kekosongan hari itu gue jalan- jalan ke Blok-M Plaza sendiri aja karena gue lagi engga punya cewek (baru putus), iseng aja gue keliling sendiri mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dan akhirnya gue stand by di bioskop twenty one. Sambil asik ngeliat poster-poster film yang dipasang, mata gue jelalatan kekiri dan kekanan kali-kali aja ada cewek yang mau nemenin gue nonton film. Tapi kayaknya hari itu hari sial gue, karena gue liat engga ada satu cewekpun yang sendirian, semua cewek yang dateng kesitu semua bawa pasangan.
Setengah putus asa gue beli aja tiket nonton dalem hati gue bilang "ya udah lah ". Saat pintu theater di buka gue langsung aja masuk dan nunggu filmnya diputer. Waktu film ampir maen tiba-tiba ada yang negor gue "Permisi Mas..!", waktu gue liat ternyata yang ngomong adalah seorang cewek. Dia ternyata duduk disebelah gue, trus gue bales aja "Silahkan ehm sendiri aja ?", gue tanya gitu karena gue engga liat siapa-siapa lagi selain dia. "Iya nih lagi iseng abis boring sih kalo dirumah .!", tuh cewek jawab sambil ngeliat ke gue. Dalem hati gue pikir "Nah ini dia, tadi dicari diluar engga ada ehh..engga taunya malah dapet di dalem". Gue terusin aja nanyanya "Kenapa koq dirumah bisa boring sih ?". "Ya..bosen aja kalo hari libur gini, engga ada kegiatan tuh !", di bilang sambil mulai makan popcorn yang dia bawa. "Eh Mas mau ?", dia nawarin popcorn ke gue."Wah makasih deh nanti aja yah!!", jawab gue.
Laporan Biologi
Namaku Henry. Saat ini aku duduk di Kelas 3 SMA yang sedang menunggu Ujian Nasional alias UAN. Aku akan menceritakan pengalaman pertamaku dalam bercinta. Kejadiannya sekitar bulan November tahun lalu.
Jovie adalah seorang gadis cantik di kelasku yang tentu saja seksi, tubuhnya ramping, dengan rambut hitam sebahu, berwajah manis dengan kulit kecoklatan, walaupun payudaranya tidak begitu besar, mungkin lebih kecil dari 34A. Namun tetap saja ia sering membuatku terangsang. Setiap hari ia selalu menggunakan rok sekolah diatas lutut. Sehingga paha dan celana dalamnya sudah menjadi santapan sehari-hari bagiku. Pahanya yang begitu mulus sering membuatku TURN ON, dan celana dalamnya sering menggoda hasratku. Hampir setiap hari aku melihat celana dalamnya, mulai dari putih polos, biru, gambar beruang, pink, hitam, dll.
Jovie duduk di sebelah kananku(di sekolahku tiap orang satu meja). Setiap kali aku berbicara atau ngbrol dengannya dia sering mengangkangkan kakinya sehingga aku bisa dengan jelas melihat motif celana dalam yg dipakainya (entah dia sengaja atau tidak). Hal itu yg membuatku senang ngobrol dengannya.
