Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Aku dan Regina

Ini adalah cerita tentang pengalamanku saat berhubungan seks dengan sahabat baikku, Regina H. Dharmawan. Pagi ini, aku kembali mendapat kuliah sore hari. Ah, daripada iseng, lebih baik aku ke rumah Regina. Sekalian dari sana pergi ke kampus bersama. Aku memarkir mobil di depan pintu pagar rumah Regina. Rumahnya tampak sepi. Jangan-jangan ia tak ada di rumah. Aku tekan bel pintu. Tak lama kemudian pembantunya keluar.

"Ada perlu apa, Non?" tanyanya.
"Ng.. Gina ada, Mbak?"
"Ada, tunggu sebentar ya." Sang pembantu masuk ke dalam rumah kembali.
"Kata Non Gina, Non Irene disuruh langsung masuk saja. Non Gina lagi ada di kamarnya."
"Baiklah, Mbak."

Pembantu itu mengantarkan aku ke depan pintu kamar tidur Regina. Setelah pintu dibuka dari dalam aku segera masuk. Si pemilik kamar sedang duduk di atas tempat tidur seraya membaca buku. Astaga! Ia telanjang bulat. Tubuhnya yang indah itu tidak ditutupi oleh selembar benang pun. Tampaklah payudaranya yang montok dan padat. Ditengah-tengahnya terdapat puting susu yang tinggi, yang dikelilingi oleh lingkaran coklat, sementara bagian kemaluannya ditumbuhi rambut-rambut tipis. Pahanya yang putih dan mulus menantang setiap lelaki untuk menjamahnya.
"Ren, duduk di sini dong. Jangan bengong saja."
"Lho, kamu lagi ngapain, Gin?" tanyaku.
"Rasanya hari ini aku lagi malas kuliah nih, Ren."
"Kenapa?"
"Nggak tahu tuh. Pokoknya lagi malas."
"Tapi kamu nggak usah telanjang bulat kayak begitu dong", kataku sambil menyodorkan kaus singlet kepadanya. Regina bukannya menerima pemberianku, namun ia malah menyeret tanganku sehingga aku jatuh telentang di atas kasur. Tiba-tiba Regina mencium bibirku, sementara tangannya meremas-remas payudaraku yang tidak begitu besar.
"Gin! Aduh, kok kamu begini sih?! Jangan ah!" kataku sambil berusaha melepaskan diri. Akan tetapi Regina lebih kuat. Tubuhnya yang bugil menindih tubuhku. Akhirnya aku pasrah saja. Dengan perlahan-lahan Regina menanggalkan kaus oblong yang kukenakan. Ia menyelipkan tangannya ke balik mangkuk behaku lalu meremas payudaraku. Aku menggerinjal-gerinjal dibuatnya. Kemudian ia melepaskan beha yang kupakai sehingga terbukalah payudaraku yang kencang menantang.
"Ya ampun, Ren. Buah dada kamu bagus amat. Biar nggak besar, tapi kencang dan kenyal lho", kata Regina sambil mempermainkan puting susuku dengan jari-jemarinya yang lentik sehingga membuatku kegelian.

Tukar Pasangan di Villa

Suatu hari pak Beni mengajak ke 2 balitanya berlibur kerumah neneknya diluar kota untuk beberapa hari. aku tidak diajak. Tahu bahwa abangnya tidak mengajak aku ikut berlibur, mas Budi senyum2 saja kepadaku, "Nes, ada kesempatan nih. Mas Beni pergi dengan anak2 dan kamu gak ikut. Kita juga liburan yuk", ajaknya. "Mau kemana mas", tanyaku. "Temenku, Adi, ngajak ke villanya. Dia mau ajak ceweknya, Santi. Kamu ikut ya. Kita have fun lah disana. Mau kan", katanya sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum dan mengganggukkan kepala.

Sorenya, mas Adi datang menjemput. Aku diperkenalkan ke mas mas Adi dan dia memperkenalkan Santi ke mas Budi dan aku. Mas mas Adi ganteng juga. Santi, montok banget. Masih abg banget, kayanya lebih muda dari aku. Manis juga anaknya, mengenakan jeans ketat dan tank top yang juga ketat sehingga menonjolkan lekuk liku badannya yang merangsang. Tangannya berbulu panjang dan terlihat ada kumis tipis diatas bibir cewek itu. Pasti jembutnya lebat sekali dan cewek yang kaya begini yang disukai cowok2. Aku mengenakan blus dan rok mini. mas Adi tampak mengagumi keseksianku walaupun ada cewek yang gak kalah montok disebelahnya. Memang aku mengenakan blus yang belahan dadanya rendah sehingga belahan toketku menyembul keluar. "Berangkat yuk", kata mas mas Adi. "Nes, mas Adi dari tadi ngeliatin kamu terus tuh" kata mas Budi berbisik."Ah.. Masa sih" jawabku tertawa. "Iya tuh.. Lihat aja di kaca spion". Memang terkadang mas Adi melirik kaca untuk melihatku yang duduk di kursi belakang bersama mas Budi.Villanya tidak terlalu jauh. Karena sudah malem, kita mengisi perut dulu. Mas Adi membawa juga makanan dan minuman untuk camilan di vila. Sesampai di vila, hari sudah gelap. Langsung berbagi kamar, masing2 dengan pasangannya. Setelah memasukkan barang bawaan ke kamar masing2, kita ngobrol ber 4 di ruang tamu. Mas Budi kayanya udah horny berat. Dia memelukku, mengelus2 rambutku dan pahaku yang tidak tertutup rok miniku yang tersingkap. Dia berbisik ngajak aku masuk kamar. Aku ngikuti aja. "Duluan ya", kata mas Budi kepada temannya.

Di kamar, dengan ganas mas Budi segera memelukku dan mencium bibirku dan menjilati leherku. Belahan toketku diusap2nya, blusku dibukanya, sehingga aku hanya mengenakan bra yang tipis. Pentilku tampak menonjol, sudah mengeras. Perlahan dia menciumi toketku. Aku mulai mendesah perlahan ketika pentilku dihisapnya dari balik braku. Setelah puas menikmati toketku, dia menciumku kembali. "Kamu gantian dong, hisap kontolku" katanya lagi. Kubuka retsleting celananya sekaligus dengan CDnya, sehingga kontolnya yang sudah tegang membengkak mencuat keluar. Kontolnya mulai kukocok-kocok perlahan. Dia mendorong kepalaku ke arah kontolnya. "Isep Nes", desahnya ketika mulutku mulai mengulum kepala kontolnya. Kontolnya kukocok2 perlahan. "Nikmat Nes" erangnya. Dia menyibakkan rambut yang menutupi wajahku. "Terus Nes, enak banget, " katanya lagi. Akupun mengeluarkan kontolnya dari mulut dan mulai menjilatinya. Kemudian kontolnya kujejalkan dalam mulutku. Dia mengelus-elus rambutku, ketika mulutku memompa kontolnya. Dia sudah sangat bernapsu sekali. Rok dan cd ku dilepasnya sehiongga aku telah bertelanjang bulat. Dia duduk dikursi dan aku disuruhnya duduk di atas pangkuannya sambil menghadap memunggunginya. Dia melepaskani baju yang tersisa. Dia menciumi pundakku, dan mengarahkan kontolnya yang sudah berdiri tegak ke nonokku. "Ohhmas, besarnya. Enak, ahh, entotin Ines mas", desahku. Dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk nonokku, gerakannya terbatas karena aku ada pangkuannya. Toketku yang berayun-ayun seirama enjotannya diremasnya. "Ohh, Mas, Enak Mas, Enjot terus mas" kataku sambil melingkarkan tanganku ke belakang merengkuh kepalanya. Dia menciumku bibirku sebentar dan kemudian menghisap toketku sambil terus mengenjot nonokku. "Ohh mas, enak banget, besar banget" eranganku semakin menjmas Adi, dan tak lama aku pun menjerit. Tubuhku menggelinjang-gelinjang dalam dekapannya. Tak lama, diapun mengerang nikmat ketika ngecret dalam nonokku. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. "Enak ya Mas" kataku.

Keluarga Yang Kesepian

Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,
“Hey.. kok.. melamun?” katanya.
Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.
“Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,
“Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”
“Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”
“Kemana Tante?” tanyaku.
“Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.
Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.
Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,

Filed under: Umum Continue reading

Dendam Sang Direktur

SIALAN...!!!!! SEKALI LAGI SIALAN!!!!!.

TAK PERNAH KUSANGKA jika aku bisa tertipu oleh seorang gadis cantik , dia adalah mia.

tiga bula yang lalu aku membuka lowongan pekerjaan untuk sekeretaris , karena sekretaris yang sebelumnya menikah dan ikut dengan suaminya .
dari sekian banyak pelamar , aku tertarik dengan seorang gadis cantik dengan tubuh ideal dan rambutnya yang panjang bernama mia.
saat aku membuka lowongan ini sebenarnya aku memang benar benar mencari sekertaris dan tak ada niatan lain , namun saat mia masuk ke ruanganku untuk interview , tak kusangka wajahnya yg kelihatan seperti wanita baik baik ternyata mau melakukan apa saja untuk mendapatkan pekerjaan itu , ia tak ragu lagi membuka seluruh pakaiannya , sehingga ..DAMN!!! tubuhnya benar benar indah .....sangat menggoda
mia langsung meraih celanaku , menurunkannya dan dengan sigap memasukan penisku yg memang sudah menegang masuk ke mulutnya , jilatan lidahnya , sedotannya membuatku tak sanggup berkata kata lagi ........mia diterima menjadi sekertarisku.

Tapi itu terjadi tiga bulan yang lalu , ternyata mia adalah seorang mata mata dari perusahaan sainganku , yang memanfaatkan kelemahanku yaitu wanita cantik , untuk mencuri rahasia perusahaanku , belum lagi ternyata mia juga telah mencuri sejumlah besar uang perusahaan dengan memalsukan tanda tanganku............hmmm.....mereka belum tahu siapa saya rupanya.

Seperti layaknya direktur perusahaan besar , aku punya orang kepercayaan yg biasa melakukan apa yg istilah bisnis adalah "dirty job". nama panggilannya adalah GOGON , tapi jangan berpikir ia lucu seperti gogon srimulat , ia mantan preman yg catatan kriminalnya bisa dibanggakan ( dilingkungan preman maksudnya ) , loyal , tak banyak bertanya setiap mendapat tugas apapun dariku.

beberapa hari yang lalu ia telah berhasil membalaskan dendamku yg pertama , direktur perusahaan saianganku kini terbaring di rumah sakit , cacat permanen , hasil karya gemilang dari gogon .
dan kini saatnya membalsakan dendamku pada mia , apalagi aku sudah mendapatkan informasi yg valid dimana iblis cantik ini bersembunyi.

Aku, Ibuku dan Temanku

TELEPON yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Silahkan ulangi beberapa menit lagi. Begitu yang kudengar setiap kupencet namanya pada memori HP ku. Lagi ada di mana si penjahat seks itu sampai HP nya dimatikan? Aku sampai lupa meminum es juice dan menyantap pisang keju yang terhidang di mejaku karena terus mencoba menghubungi Roni, temanku.
“Tumben sendirian. Biasanya sama Roni,” kata Bu Tiwi, pemilik kantin.

“Iya nih Bu, HP nya dimatikan. Nggak bisa dihubungi,” ujarku setelah menghirup es juice yang terhidang dan mengunyah pisang keju. Sebenarnya telah hilang selera makanku pada makananan dan minuman favoritku itu karena tak berhasil menghubungi Roni.

“Kalau mau bolos sekolah bareng mestinya janjian yang mateng. Jadi nggak manyun begitu,” ujar Bu Tiwi lagi sambil melayani pembeli yang lain.

Benar juga omongan Bu Tiwi. Ini memang salahku. Semestinya, semalam atau tadi sebelum berangkat kontak Roni dulu hingga bisa janjian. Kalau sudah begini, aku yang repot. Mau masuk sekolah udah kesiangan dan pasti pintu pagar udah ditutup sementara Roni tidak bisa dihubungi. Atau bisa jadi ia berangkat sekolah tanpa bawa HP.

Gagasan untuk bolos sekolah memang murni ideku dan belum kusampaikan ke Roni. Sewaktu mau berangkat, Rizal, temanku yang lain datang ke rumah dan meminjamkan sejumlah VCD porno yang pernah ia janjikan. Lalu muncul gagasan untuk membolos dan nonton bareng Roni di rumah. Aku yakin Roni pasti tak menolak. Karena seperti kata Rizal diantara film-film yang dipinjamkan, ada yang bercerita tentang hubungan seks antara seorang anak laki-laki dengan ibunya.

Thema seperti itu, atau setidaknya yang menggambarkan hubungan seks antara pria muda dengan wanita yang lebih dewasa bahkan yang lebih pantas menjadi ibunya, adalah yang sangat digemari Roni. Bahkan dalam pengalaman nyata, seperti pengakuan dan cerita Roni, ia sering menyetubuhi pembantunya, wanita yang telah berusia 43 tahun. Roni juga mengaku sering terangsang saat mengintip ibunya sendiri yang tengah telanjang. Itulah kenapa aku sering menyebutnya sebagai penjahat seks.

Di luar itu Roni juga yang mengajari dan memperkenalkanku pada kebiasaan onani. Menurutnya, aku tergolong pria puritan karena hingga berumur 18 tahun belum tahu dan tidak pernah melakukan onani. Dan ketika ia menggagas untuk membuat lubang rahasia untuk mengintip aktivitas ibuku dari kamarku yang memang bersebelahan dengan kamar ibu, aku tak kuasa menolaknya.

Menurut Roni, tubuh ibuku sangat menggairahkan dan merangsang. Sama seperti tubuh ibunya yang memang usianya tak jauh berbeda karena usia ibu 47 sedang ibunya Roni lebih muda setahun. Dan seperti ibunya Roni, ibuku juga sudah menjanda cukup lama. Hanya Roni punya kakak perempuan yang sudah menikah dan hidup terpisah. Sedangkan aku, anak tunggal dan hanya hidup berdua dengan ibu sejak kecil. Bahkan konon, sebenarnya aku bukan anak ayahku yang meninggal saat usiaku masih balita. Tapi buah perselingkuhan ibu dengan pemuda tetangganya setelah menikah cukup lama dan tidak punya anak.

“Sam memek ibumu besar dan membusung banget. Mau deh aku menjilati lubangnya. Ah, pasti enak banget kalau dientotin,” ujar Roni berbisik ketika ia menginap di kamarku suatu malam dan mengintip ke kamar ibu dari lubang rahasia yang kami buat. Saat itu, ibu tidur mengangkang tanpa mengenakan celana dalam dan dasternya tersingkap.

Malam itu Roni memuaskan diri beronani sambil sambil mengintip dan membayangkan menyetubuhi ibuku. Dan lucunya, aku juga melakukan yang sama. Hanya aku melakukan secara diam-diam setelah Roni tertidur pulas. Benar seperti kata Roni, wanita seusia ibu memang lebih matang dan merangsang. Sejak itu, aku sering mengintip ke kamar ibu di saat terangsang dan hendak beronani. Aku juga ingin merasakan nikmatnya bersetubuh dengan ibu kendati sejauh ini belum pernah melakukan sekali pun dengan wanita lain.

Satu jam lebih duduk tercenung sendiri di kantin Bu Tiwi akhirnya membuatku jenuh. Setelah sekali lagi mencoba menghubungi HP Roni tak tersambung, akhirnya kuputuskan untuk pulang. Paling ibu sudah berangkat ke Puskesmas tempatnya bekerja hingga nggak bakalan tahu kalau aku membolos, pikirku. Setelah membayar makanan, aku langsung keluar dan menyetop angkutan kota yang rutenya melewati jalur jalan dekat rumah. Motor memang sengaja tak kubawa karena tadinya berniat membolos dengan Roni.

Vonny dan Nadya

Sebelumnya aku minta maaf bila ada kata-kata dari aku yang kurang tepat, jadi aku mohon maaf yah. Aku adalah seorang mahasiswa dari universitas swasta di Bandung. Pada saat aku SMU, aku dikenal sebagai lelaki yang “abuy” (anak buaya), memang sih kata cewek-cewek atau mantan-mantan cewekku, saya tipe cowok yang romantis, dengan body yang sangat mendukung.

Pada waktu aku kelas 3 SMU menjelang Ebtanas, aku belajar bersama teman wanita yang bernama Vonny dan Nadya, ketika itu aku berlajar bersama, dan tidak sedikit pun aku berpikir untuk bermacam-macam dengan mereka berdua. Memang sih banyak cowok-cowok yang “sirik” padaku, karena aku bisa dekat dengan mereka berdua, yang termasuk seleb di sekolah **** (edited) di kotaku, yang penting itu sekolah swasta terkenal di Bandung. Pada waktu itu acara belajar itu dilakukan oleh kami bertiga di rumah Vonny. Pada waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 18:00, ketika aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Vonny. Hujan turun deras sekali, dan mengakibatkan aku terpaksa berhenti untuk menunggu hujan tersebut (maklum ketika itu aku memakai motor). Tapi apa boleh buat, karena aku sudah mempunyai janji dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban meski hujan itu belum reda.

Dan akhirnya aku pun sampai di rumah Vonny dengan basah kuyup. Tiba-tiba Vonny keluar dari rumahnya karena mendengar suara motorku, maklum ketika itu aku memakai motor NSR yang cukup berisik untuk didengar. Tiba-tiba pun Vonny menghampiriku untuk membukakan pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis Vonny pun menjadi basah kuyup, dan terlihatlah olehku pemandangan yang menggiurkan. BH-nya yang terlihat jelas olehku, dan kuperkirakan ukurannya cukup besar (36B) dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam, jadi terlihat jelas olehku. Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan permisi ke Vonny untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan tadi. Ketika aku mandi terdengar Vonny mengetuk pintu dan memanggilku untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk tersebut.

Chii..Chii..Chobits imut nan seksi

Cerita ini berawal dari chating kami di mIRC (wow seru, pasti Anda semua dah nyoba). OK kita mulai, namaku panggil saja Hideki (18) dan pacarku panggil aj Chii (14). Karena waktu itu kita bener2 suka sama anime jepang yg judulnya Chobits.

Setelah sekian lama kenalan, akhirnya tiba waktunya buat ketemuan di sebuah hotel di Cimahi. Karena seks yg kami lakukan cuma lewat telepon..uhhh..aahhh....bener2 hebat si Chii....tu pas sedang jaman2nya freetalk jam 12mlm ke atas. Pdhal dia baru kelas 3 SMP, Chii emang keturunan chinese, kulitnya putih ky tembok(hehehe), tingginya 155cm, rmbutnya hitam panjang, dadanya kecil (but i lke it), n poninya itu yg bikin aku gemez.

Sesampainya tiba di hotel kota Cimahi, aku menunggu Chii di depan. Terus ada angkot berhenti, kemudian turun seorang gadis kecil cantik baju pink. Dia menyapaku..... "Ah, itu pasti Chii",batinku.

"Kamu Chii ya??", tanyaku....

"iya ini Chii,,Hideki dah lama?",jawabnya.

"Iya nih, hotelnya mau yg mana nih?kan ada dua", aku terusin.

"Ehm,,Hotel Cx aj, klo Hotel Cz ada satpamnya ngeri", ktnya hihi...

"Aduh Chii chayank, Hideki laper nih, maem yuuu.." kataku sambil pesen ayam goreng

"Chayank ga makan?ntar sakit loh...",kataku terus aku lanjutin, "..biar dadanya tmbh gede loh"

"iihh, hideki bisa aja.."..."nih Chii chayank, hideki punya gmbar inuyasha lagi bawa pedang",kataku sambil kutunjukan gmbr di hapeku..."Chii jg pny pedang loh...","pedang hideki ya?".....begitu terus kita bercanda tentang seks dan sampai akhirnya....

Jam dah pukul 07 malam...Chii duduk di kursi sambil ku perhatikan paras wajahnya yg cantik dan imut2...aku dah ga tahan lagi, dan aku rayu Chii.."sayank, dada Chii gede juga yah...",sambil aku remas2, ku ajak berdiri, berpelukan dan terus meraba seluruh tubuh Chii, dari punggung, payudara, dan ku sentuh vaginanya...Chii hanya "..ssss aaaahhhh...yank.." aku angkat baju dan branya sekaligus sampai puting kirinya kelihatan,,wow,,ternyata putingnya pink,,ahhh,,aku semakin bergairah. Chii mulai meremas penisku dan mengocoknya di balik celana panjang dan CDku...lidah kami terus berperang dengan lembut, kurasakan hangat tubuhnya, dada kecilnya, goyangan pantatnya...

Aku ajak Chii ke ranjang, lidah kami tidak berhenti bermain...sungguh aku bener2 sayang sama Chii...pelan2 aku buka baju pinknya, dan terlihat gadis kecil cantik dengan tubuh yang putih banget,,kontras dengan bibirnya yg merah....

"Chii...branya buka ya sayaaank...pengen putingnya.."

"Boleh kok yank, bukain atuh..."

Sarah dan Ibunya

Waktu itu di sekolah tepat jam 12.50. Waktu pulang sekolah. Mata ku tertuju pada pemandangan indah. Di halaman sekolah,ku lihat teman2 ku sedang "mengguyur" sarah. Ternyata dia ultah.(kebiasaan anak SMA,xlo ada yg ultah musti di guyur). Kasihan juga ku melihatnya.

Saat teman ku selesai mengguyur serta melempari telur, ku beranikan diri untuk menolong dia. Kebetulan aku kenal dan akrab dengan dia. Ku batu dia membereskan buku2 serta pakaianya.Tiba2, tak sengaja sikut ku menyenggol dada dia yang besar itu (32B).

Aku langsung minta maaf...Tetapi adik ku di sana telah berdiri dan horny banget nih...Pikiran jahat mulai merasuk dalam diriku.

Ku cari akal supaya bisa menikmati tubuh seksinya.Doi tubuhnya langsing,Tinggi 160cm,rambut ikal,kulit putih dan bersih.

Ide pun muncul dalam benak ku.

"Sar,mending kita disini dulu. Nanti kalo disiram lagi gimana?Brabe urusannya"

"Tapi,gimana yah...Gue mo ngeles nih"

"ngeles dalam keadaan begini?Yg bnr ja! Nnti gue bantu ngomong ke nyokap deh.Janji."

"bener nih?" "bener!"

Hari telah menunjukan jam 4 sore. Sekolah pun mulai sepi.Tak terasa sarah tertidur karna lelah kejar2an sama temannya."Yes, kesempatan nih" pikir ku.Ku dekati dia dan ku pegang tangannya.dia diam saja.Mungkin terlalu lelah,pikir ku.aksi pun di mulai.ku rebahkan tubuhnya di atas meja.Satu demi satu kancing ku lepas.Dan tersembullah dua buah gunung yang indah.kucoba tuk meraba.Tapi dia tidak merespon.Akhirnya nekat juga aku.Ku jilati pentilnya yang kecil itu.Dan tersontak dia bangun.

"Apa yang loe lakukan Van?"Teriak dia.

Keadaan sekolah sepi, dan sekitar sekolah kami hanya kebun.Suara yang keraspun mungkin tak ada yang mendengar.

Tanpa pikir panjang,ku kulum bibir seksinya supaya tidak teriak lagi. Ku buka paksa rok abu2nya,dan ku belai2 bibir kemaluannya.Rasa geli dan nikmat membuatnya bergerak meronta2.

"Sar,dari pada loe sakit gue perkosa,mending loe nurut aja!"Kata gue sedikit membentak.

Kuperkosa Tanteku

Saya Dito.....umur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Malang. Dan saya berasal dari keluarga baik-baik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah sidoarjo. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu umur 3 dan 5 tahun, serta memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) umurnya sekitar 27 tahun.

saya sendiri tinggal disurabaya kurang lebih jarak tempat tinggalku dengan tante adalah 19 Km..........................
Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut, yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya. Ternyata penyakit 'gatel' om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya. Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam. Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya, Om Pram dan Tante Sis.

"Brak.." suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, "Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku." Dalam hatiku berkata, "Wah ribut lagi." Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil Tarunanya dan pergi entah ke mana.

Di dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku). Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apa-apa terhadap Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri.

Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias. Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan dengan pelan.
Aku bertanya, "Kenapa Tan? Om kambuh lagi?"
Dia tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya. Cukup lama aku berdiri di belakangnya. Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu aku belum berpikiran macam-macam. Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis. Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut). Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan teman-temannya dari pada Tante Sis.

Tiba-tiba Tante Sis berkata, "To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Surabaya, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi." Ketika Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran 34). Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu.

Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi).
"Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!"
"Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana."
Aku jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan berkata, "Tenang aja Tan, Om nggak bakal macem-macem kok." (tapi pikiranku sudah mulai macam-macam).
"Tapi Tante denger dia punya pacar di surabaya, malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella."
"Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok."
Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki.

Aku pelampiasan kakakku

Kejadian ini aku alami kira kira 2 tahun yang lalu , saat itu aku masih kelas 2 di sebuah sma negeri di sebuah kota besar . o iya perkenalkan namaku bagas tapi orang - orang di sekitarku lebih akrab memanggilku ariel .

pengalaman seksku sebenarnya karena aku aktif di sebuah lembaga kemasyarakatan yang ada di dekat rumahku , ya istilahnya hidupku ada di tempat itu atau aku lebih sering menyebut tempat itu kantor.

awal mula dari pelampiasan itu adalah aku mempunyai banyak teman baik itu cowok maupun cewek di kantor itu sampai sampai ada seseorang yang kupanggil mama

entah kenapa mama selalu saja ingin dekat denganku meskipun mama sudah tahu bahwa aku menganggapnya sebagai ibuku . sampai pada suatu waktu , saat kantor sepi karena memang tidak ada orang entah kemana semua hanya tinggal aku dan mama yang ada . Aku dilantai bawah sedang mengerjakan tugas sekolahku sedang mama sedang asyiknya mengerjakan tugas kantornya di lantai atas .

Filed under: Sedarah Continue reading

Categories

Meta

Statistics

Follow ceritadewasa17 on Twitter
tracker

Lainnya

Thumbnail