Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Batal Kuliah Membawa Berkah

Kenalkan, namaku Tama. Aku adalah seorang mahasiwa tingkat 3 di sebuah perguruan negeri tinggi di Kota Bandung. Postur tubuhku biasa saja, tinggi 173 cm dengan berat 62 kg, namun karena aku ramah, lumayan pintar, serta lumayan kaya maka aku cukup terkenal di kalangan adik maupun kakak kelas jurusanku.

Pagi itu aku tergesa – gesa memarkir Honda Accordku di parkiran kampus. Setengah berlari aku menuju ke gedung kuliah yang berada sekitar 400 m dari parkiran tersebut, sambil mataku melirik ke jam tangan Albaku yang telah menunjukkan pukul 8.06. Shit..! Kalau saja tadi malam aku tidak nekat menonton pertandingan bola tim favoritku (Chelsea) sampai pukul 2 larut malam pasti aku tidak akan terlambat seperti ini.
“Kalau saja pagi ini bukan Pak Noel yang mengajar, tentu saja aku masih berjalan santai menuju ruang kuliah. Ya, Pak Noel yang berusia sekitar 40 tahunan memang sangat keras dalam urusan disiplin, terlambat sepuluh menit saja pastilah pintu ruangan kuliah akan dikuncinya. Kesempatan “titip absen” pun nyaris tidak ada karena ia hampir selalu mengecek daftar peserta hadir. Parahnya lagi, kehadiran minimal 90% adalah salah satu prasyarat untuk dapat lulus dari mata kuliah ajarannya.”

Tersentak dari lamunanku, ternyata tanpa sadar aku sudah berada di gedung kuliah, namun tidak berarti kesulitanku terhenti sampai disini. Ruanganku berada di lantai 6, sedangkan pintu lift yang sedari tadi kutunggu tak kunjung terbuka.
Mendadak, dari belakang terdengar suara merdu menyapaku. “Hai Tama..!” Akupun menoleh, ternyata yang menyapaku adalah adik angkatanku yang bernama Dwi. “Hai juga” jawabku sambil lalu karena masih dalam keadaan panik. “Kerah baju kamu terlipat tuh” kata Dwi. Sadar, aku lalu membenarkan posisi kerah kemeja putihku serta tak lupa mengecek kerapihan celana jeansku. “Udah, udah rapi kok. Hmm, pasti kamu buru – buru ya?” kata Dwi lagi. “Iya nih, biasa Pak Noel” jawabku. “Mmh” Dwi hanya menggumam.
More...
Setelah pintu lift terbuka akupun masuk ke dalam lift. Ternyata Dwi juga melakukan hal yang sama. Didalam lift suasananya sunyi hanya ada kami berdua, mataku iseng memandangi tubuh Dwi. Ternyata hari itu ia tampil sangat cantik. Tubuh putih mulusnya setinggi 167 cm itu dibalut baju kaos Gucci pink yang ketat, memperlihatkan branya yang berwarna hitam menerawang dari balik bajunya. Sepertinya ukuran payudaranya cukup besar, mungkin 34D. Ia juga mengenakan celana blue jeans Prada yang cukup ketat. Rambutnya yang lurus sebahu terurai dengan indahnya. Wangi parfum yang kutebak merupakan merk Kenzo Intense memenuhi udara dalam lift, sekaligus seperti beradu dengan parfum Boss In Motion milikku. Hmm pikirku, pantas saja Dwi sangat diincar oleh seluruh cowo di jurusanku, karena selain ia masih single tubuhnya juga sangat proporsional. Lebih daripada itu prestasi akademiknya juga cukup cemerlang. Namun jujur diriku hanya menganggap Dwi sebagai teman belaka. Mungkin hal itu dikarenakan aku baru saja putus dengan pacarku dengan cara yang kurang baik, sehingga aku masih trauma untuk mencari pacar baru.

Tiba – tiba pintu lift membuka di lantai 4. Dwi turun sambil menyunggingkan senyumnya kepadaku. Akupun membalas senyumannya. Lewat pintu lift yang sedang menutup aku sempat melihat Dwi masuk ke sebuah ruang studio di lantai 4 tersebut. Ruang tersebut memang tersedia bagi siapa saja mahasiwa yang ingin menggunakannya, AC didalamnya dingin dan pada jam pagi seperti ini biasanya keadaannya kosong. Aku juga sering tidur didalam ruangan itu sehabis makan siang, abisnya sofa disana empuk dan enak sih. Hehehe…

Filed under: Umum Continue reading

Ngentot sama Mama

"Huh.., bete banget deh" sungut Lia sambil mematikan TV.

Sekarang Lia sedang sendirian di rumah. Sudah seminggu ini, Papa Lia tugas keluar kota dan rencananya baru pulang minggu depan. Mama Lia sedang pergei arisan di rumah temannya. Bombom juga pergi menginap di rumah temannya. Pembantu mereka pulang kampung menjenguk keluarganya yang sakit. Ibu peri juga jarang menjenguk Lia. Bosan menonton TV, Lia lalu pergi ke kamarnya di lantai dua.

"Coba Bombom nggak pergi, kita bisa main kayak kemarin dulu" pikir Lia.

Memang sejak pengalaman oral seksnya dengan Bombom, Lia sering mengulangi perbuatannya dengan Bombom. Tentu saja diam-diam kalo Mama dan Papa Lia lagi nggak ada dirumah. Bahkan Ibu peri pun tidak Lia beri tahu tentang aktivitasnya yang satu ini.

Lia berdiri di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Kemudian dia melepas pakaian, BH, dan celana dalamnya. Sekarang Lia telanjang bulat sambil memandang dirinya sendiri di cermin. Lia memandangi wajahnya yang cantik manis, kulitnya yang putih mulus, dadanya yang baru tumbuh dengan puting mencuat gara-gara bombom sering gemas kalo mengulum puting itu, dan vaginanya yang terawat dengan bulu-bulu halus yang masih jarang.

"Uuhh.., enak.", desah Lia sambil tangannya yang kiri mengelus lembut dadanya sendiri.

Sesekali dipilinnya putingnya sambil mMore...embayangkan kalo Kak Rendi yang sedang melumat putingnya itu. Tangan kanannya juga tidak Lia biarkan menganggur tetapi sibuk mengusap lembut vaginanya terutama bagian agak menonjol yang bernama klitoris seperti yang sudah dipelajari Lia dalam pelajaran anatomi tubuh manusia di sekolah. Lia merasa nikmat sekali bila klitorisnya diusap-usap, apalagi kalo dihisap mulutnya bombom. Mata Lia terpejam, kelihatannya dia asyik menikmati perbuatannya itu sampai Lia tidak menyadari kalo ada seseorang membuka pintu kamarnya.

"LIA! Apa yang kamu lakukan?!"

Lia kaget sekali. Dia segera menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke pintu kamarnya. Ternyata disana sudah berdiri Mama Lia dengan wajah yang kelihatannya sangat marah.

"Mmaa.. Ma", kata Lia sambil ketakutan.

"Ehm ternyata kalo lagi sendirian, kamu sering melakukan perbuatan kurang ajar seperti ini ya?!", cibir Mama Lia.

"Mm.. maafin Lia, Ma", jawab Lia ketakutan sambil berusaha menutupi dada dan kemaluannya.

Mama Lia mendekat sambil memandang Lia yang masih telanjang.

"Ehm.. anak kurang ajar ini rupanya sudah tumbuh jadi gadis yang cantik sekali. Sekarang aku punya kesempatan mencoba oleh-oleh dari temenku dari Belanda sambil mempraktekan apa yang kulihat dari VCD kemarin.", pikir Mama Lia dalam hati.

"Kamu akan Mama hukum. Sekarang tunggu disini dan jangan pakai bajumu. Kalo kamu tidak mau menurut sama Mama, akan Mama beritahukan perbuatan kamu ini ke Papa.", kata Mama Lia sambil keluar kamar.

"Iya, Ma.", jawab Lia pelan.

Lia takut sekali kalo Mama mengadukan dia ke Papa. Lia berpikir hukuman apa yang akan dijatuhkan Mama. Apa dia akan dipukul? Tapi Lia berpikir lebih baik dipukul daripada diadukan ke Papa.

Tak lama kemudian Mama Lia kembali dengan hanya memakai kimono sambil membawa sebuah kotak. Mama menyuruh Lia berdiri mendekat. Kemudian Mama melepas kimononya. Lia kaget, ternyata Mamanya tidak memakai apa-apa di balik kimononya. Diam-diam Lia kagum terhadap Mamanya yang jelas merawat tubuhnya dengan baik. Lia mengamati wajah Mamanya yang masih cantik, tubuhnya yang masih langsing dan bagus, dadanya juga indah, besar tapi tidak turun dan masih padat, dan vagina Mamanya ternyata bulunya dicukur habis.

"Sekarang kamu harus menurut sama Mama dan jangan ceritakan ini ke siapa pun. Kalo tidak Mama akan melaporkan kamu ke Papa", perintah Mama.

"Iya, Ma.", jawab Lia ketakutan.

Tiba-tiba Mama Lia mencium bibir Lia dengan penuh nafsu. Mama Lia penasaran ingin tahu rasanya bercinta sesama perempuan setelah dia melihat VCD porno milik temennya yang ada adegan lesbinya. Sekarang dia bisa mencobanya dengan anak tirinya ini.

Lia terkejut tetapi dia tidak berani melawan perbuatan Mamanya. Diam-diam Lia bersyukur bahwa hukumannya ternyata tidak dipukul seperti biasanya. Lia heran dengan perbuatan Mamanya tapi lama-lama Lia juga menikmatinya. Lidah Mamanya bergerak liar dimulutnya, Lia pun meniru perbuatan Mamanya. Mulanya memang Lia agak kaku dan risih, tapi kemudian dia menikmatinya. Apalagi tangan Mamanya juga mulai meremas-remas pantat Lia sambil sesekali mampir mengusap-usap memek Lia, dan tangan satunya liar beroperasi di dada Lia sambil memilin putingnya. Nafsu Lia mulai naik seperti kalo dia lagi oral dengan bombom. Lia merasa kakinya mulai lemas oleh kenikmatan.

"Ma, Lia capek berdiri.", keluh Lia.

"OK. Sekarang kita ke ranjang aja.", jawab Mama sambil mendahului tidur di ranjang Lia.

"Kamu juga naik kesini dan cium susu Mama sambil diremas-remas."

Lia menurut. Lia menciumi payudara Mamanya yang besar itu sambil tangannya meremas payudara yang satunya.

"Eehhm.. yeah. Terusin La, isep putingnya. ookh.. anak pintar.", desah Mama Lia keenakan.

Lia senang mendengar Mamanya senang. Mama nggak pernah memuji Lia sebelumnya. Lagipula Lia suka melakukan perintah Mamanya yang satu ini. Lia gemas dengan payudara Mamanya, dia suka sekali kalo Mamanya mendesah keenakan ketika putingnya Lia isap keras-keras.

"Aakh.. bagus sayang. Memek Mama coba kamu usap pake tangan kamu. aakh.. yeah begitu. Jari kamu masukin ke lubang memek Mama, pakai tiga jari biar lebih enak. ookh kocok-kocok keluar masuk. aakh.."

Lia mengocok memek Mamanya, mula-mula pelan lalu bertambah cepat. Lia merasakan jarinya basah oleh cairan, memek Mamanya jadi agak becek oleh cairan kenikmatan yang membanjir.

"Eehm.. sekarang jilatin memek Mama.", perintah Mama Lia.

Lia mencoba apa yang sering dilakukan Bombom pada memeknya kalo lagi oral. Lia menciumi memek Mamanya, lidahnya bergerak liar sambil sesekali menusuk lubang memek itu. Tak lupa, Lia juga mengulum klitoris Mamanya dengan kuat karena Lia merasa paling enak kalo Bombom mengulum klitorisnya. Tubuh Mamanya kontan tersentak, dan pantatnya agak terangkat sebentar.

"Ookh.. eehm.. belajar dari mana kamu sayang?", tanya Mama Lia.

Lia tak berani menjawab kalo Bombom yang mengajari. Lia meneruskan mengerjai memek Mamanya sambil sekarang jarinya ikut mengocok memek Mamanya dengan cepat.

"Aakkhh.. Mama nyampe sayang. aakkhh..", jerit Mama sambil menjepitkan pahanya dan tangannya menjambak rambut Lia.

Mama Lia beristirahat sejenak sambil menikmati sisa-sisa orgasmenya yang pertama. Kemudian Mama Lia menyuruh Lia tidur telentang. Sekarang gantian Mama Lia yang beroperasi.

"Kamu cantik sekali La. Mama akan bikin kamu merasa keenakan.", puji Mama.

Lia senang sekali. Mama mencium bibir Lia sambil tangannya meraba-raba tubuh Lia. Ciuman Mama turun ke leher. Lia menikmatinya, nafsunya mulai naik. Kemudian mulut Mama beroperasi di dada Lia yang baru tumbuh dan masih terlihat datar. Puting Lia dikulum kuat-kuat oleh Mama sambil tangannya mulai aktif di memek Lia.

"Eehmm.. Enak Ma esstt..", desah Lia.

Puting Lia bertambah keras dan besar karena rangsangan dari Mama. Kemudian kaki Lia dibuka karena Mama Lia akan mengerjai memek anaknya itu. Mama Lia mulai menjilat memek anaknya.

"Sstt aakh.. terus Ma.", erang Lia bertambah keras.

Lidah Mamanya terasa mengorek-ngorek liang memeknya dengan liar. Lia mendesah merasakan nikmat birahi yang melanda dirinya. Apalagi ketika Mamanya menyedot klitorisnya, badan Lia sampai melengkung ke atas menahan nikmat. Mama Lia pun menemukan keasyikan tersendiri menjilati memek anak tirinya itu. Dia terus menjilati memek anaknya. Semakin Lia mendesah dengan keras dan merasa nikmat, Mama Lia pun semakin bersemangat mempermainkan memek mungil yang masih perawan itu. Mama Lia pun menahan diri untuk tidak menggunakan jarinya, belum waktunya pikir Mama Lia.

"Aakkhh.. aah Ma, Lia.. eh.. Lia..aakh..".

Lia merasakan ada sesuatu dalam dirinya yang mau jebol keluar dan dia tidak dapat menahannya lagi. Kakinya dirapatkan menjepit kepala Mamanya. Lia pun mengalami orgasmenya yang pertama. Cairan kenikmatan Lia yang membanjir keluar ditelan habis oleh Mamanya. Setelah itu badan Lia lemas dan dia terkulai di ranjangnya.

"Hukuman untukmu belum selesai Lia.", kata Mamanya.

Lia melihat Mamanya berdiri dan menghampiri kotak yang ada di meja. Kelihatannya Mamanya mengambil sesuatu dari dalam kotak lalu memasangnya seperti sabuk melingkari pinggang dan pantatnya. Lia tidak bisa melihat benda itu dengan jelas karena Mamanya memunggunginya. Dan ketika Mamanya berbalik, Lia kaget sekali. Benda itu ternyata berbentuk seperti burungnya bombom tetapi dari karet dan dua kali lebih besar dari punya Bombom. Penis karet dipasang Mamanya hingga seakan-akan Mamanya adalah laki-laki.

"Ma, kok Mama pake barang kayak gitu sih?", tanya Lia heran.

"He.. he.. kamu pasti suka sama barang ini. Sekarang kamu kulum kontol ini pake mulut kamu.", perintah Mama.

Lia menurut, lagipula Lia memang suka mengulum burungnya Bombom. Dan punya Mama kelihatannya lebih besar dan menarik sekali. Lia mempraktekan pengalamannya dengan burung Bombom pada mainan Mamanya. Tapi penis mainan Mama ternyata lebih besar, mulut Lia hampir tidak muat menampung besarnya benda itu. Walaupun dipaksa, penis mainan itu cuma bisa masuk separuhnya. Mama Lia memegangi kepala Lia sambil memaju mundurkan pinggulnya seperti memperkosa mulut Lia. Mama Lia menikmati perbuatannya itu sambil tertawa senang. Kemudian Mama Lia mengajak Lia memainkan posisi 69 dengan Mama Lia dibawah agar dapat menjilati memek anaknya lagi.

"Eehm.. eehhmm.. sst.. aakh Mama.. enak Ma ehhm.. eehm.", desah Lia saat dia mengambil nafas, lalu dia meneruskan kulumannya.

Lia pun mulai terangsang kembali. Kemudian Mama Lia menyuruh Lia tidur terlentang. Lalu mengambil posisi misionaris untuk memerawani Lia dengan penis mainannya itu.

"Apa yang Mama lakukan?", tanya Lia.

"Tenang saja sayang, kamu pasti senang.", jawab Mama Lia sambil menggesek-gesekkan kepala penis mainan itu ke memek Lia.

Lia merasa nikmat saat memeknya digesek ujung mainan Mamanya. Apalagi Mamanya mulai melumat bibirnya lagi sambil tangannya memilin putingnya yang kini semakin keras.

"Aduuh.. sakiitt Maa.", jerit Lia karena Mama mulai berusaha memasukkan penis itu ke memeknya.

"Cuma sebentar, nanti juga enak lagi.", jawab Mama sambil memompa penis yang baru masuk kepalanya saja.

Lia mulai merasa enak bercampur sedikit perih. Sampai..

"AAKKH.. SAKIIT MAA..", jerit Lia ketika Mamanya tiba-tiba menekan amblas hingga penis itu menjebol selaput daranya.

Mama Lia mendiamkan dulu gerakannya agar memek Lia terbiasa dengan penis besar itu. Dia pun mencium lagi bibir anaknya dan memainkan payudara anaknya agar Lia teralihkan rasa sakit akibat jebol keperawanannya. Ketika Lia sudah agak tenang, Mama Lia mulai memompa pelan-pelan.

"Aakh.. ii.. iiya Ma. Terus Ma.", desah Lia ketika dia mulai merasakan nikmatnya seks walaupun masih ada sedikit rasa perih. Mama Lia pun merasa keasyikan tersendiri ketika dia berperan sebagai laki-laki dengan penis mainannya itu.

"Uukkhh.. enak Ma. Terusin Ma. Lia sayang Mama.", desis Lia.

Lia memang merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan melebihi permainannya dengan Bombom. Mama Lia semakin bersemangat mendengar desahan Lia dan diapun makin mempercepat pompaannya di memek anaknya.

"He..he.. kamu suka khan dientot sama kontol Mama ini?", kata Mama.

"Iiya Ma. Lia suka.", jawab Lia.

"Suka ngapain? Ayo bilang. Kamu suka dientot sama kontol Mama ini. Ayo.", perintah Mama Lia.

"Aakkh.. Lia suka.. aakh Lia suka dientot sama kontol Mama yang gede.", jawab Lia yang mulai terhanyut dalam permainan Mamanya.

Mama Lia senang mendengar Lia ngomong jorok begitu, dan dia pun makin gencar melakukan tusukannya sambil diselingi goyangan agar Lia bertambah nikmat.

"Uukkh.. terus Ma. Enaakk.. aakkhh.", desah Lia sambil menggoyang pinggulnya mengikuti irama pompaan Mamanya.

"Kamu memang *censored**censored**censored**censored**censored* kecil. *censored**censored**censored**censored**censored* yang suka dientot sama kontol besar.", kata Mama Lia yang semakin terangsang dengan ngomong yang jorok-jorok.

"Iya, Ma. Lia ini *censored**censored**censored**censored**censored* yang senang dientot. aakkhh Entot terus Ma.", jawab Lia meniru kata-kata Mamanya yang jorok.

Mama Lia senang mendengar desahan dan ucapan jorok Lia. Dia menikmati melihat wajah Lia yang terangsang. Gadis cantik yang baru tumbuh dewasa itu terengah-engah keenakan. Kadang dia menggigit bibirnya menahan nikmat. Ekspresinya yang sedang terangsang membuat Lia semakin kelihatan cantik.

"Ma, Lia.. aakh.. Lia mau..", desis Lia.

Melihat anaknya akan orgasme, Mama Lia mengangkat pantat Lia dan memompa Lia semakin cepat.

"Aakkhh.. Lia nyampe, Ma.", erang Lia saat mencapai orgasmenya yang kedua.

Lia menjepitkan kakinya ketat ke pinggul Mamanya. Tangannya menarik dan memilin putingnya sendiri. Matanya terlihat putihnya saja dan bibir bawahnya digigit sendiri menahan sensasi orgasme yang dia rasakan. Mama Lia akan membiarkan Lia istirahat sebentar ketika..

"Ma, Bombom boleh ikutan nggak?", tanya suara dari arah pintu kamar.

Mama Lia kaget. Saat dia menoleh ke arah pintu, dia melihat anaknya si Bombom sudah telanjang bulat sambil memegangi burungnya yang sudah berdiri.

Tetapi Mama Lia malah tersenyum dan berkata, "Boleh, sayang. Ayo kesini".

Bombom kegirangan, dan segera naik ke ranjang. Dia berdiri di atas lututnya dan mengangkangi tubuh Lia. Bombom lalu menyuruh Lia mengkaraoke burungnya. Lia menurut walaupun sudah lemas.

"Aakh enak La. Helen aja kalah pinter kalo urusan kayak begini.", kata Bombom.

Sementara itu, Mama Lia sedang membersihkan memek Lia dengan kain lap. Terlihat ada noda merah di cairan Lia, tanda kalo dia sudah tidak perawan lagi. Kemudian dia menjilati memek Lia untuk membangkitkan birahi anak tirinya lagi.

"Ma, minggir dulu, Ma. Bombom pengen ngentot nih.", pinta Bombom dengan nafsu.

"Tunggu, sayang. Kamu tiduran saja di situ. Mama mau ambil sesuatu.", perintah Mama.

Bombom menurut, dia tiduran setengah bersandar pada kepala ranjang dengan diganjal bantal pada punggungnya. Mama Lia pergi ke kotak di meja, melepas penis mainan dan mengambil bungkusan kecil. Setelah Mamanya mendekat, Bombom baru tahu kalo yang diambil Mamanya adalah kondom. Lalu Mama memasang kondom itu pada burung Bombom.

"Ayo, Lia. Naik ke atas Bombom.", perintah Mama.

"Tapi Lia masih capek, Ma.", jawab Lia lemah.

"Jangan membantah. Bombom sudah pengen ngentot kamu. Sini Mama bantu.", jawab Mama sambil membantu Lia.

Mama membimbing Lia duduk diatas Bombom dengan memeknya tepat di atas burung Bombom. Mama menuntun penis Bombom memasuki memek Lia yang walau sudah tak perawan tapi masih rapat.

"Aakkhh.. memek kamu enak banget, La. Burungku kayak dijepit.", desah Bombom.

Bombom senang posisi ini karena dia bisa melihat wajah Lia yang cantik dan tangannya pun bisa mengerjai puting Lia. Sementara itu, Mama Lia yang memeluk Lia dari belakang membantu Lia memompa penis Bombom sambil menciumi leher Lia dari belakang.

Pelan-pelan, birahi Lia naik lagi karena kocokan penis Bombom di memeknya, putingnya yang dipilin Bombom dengan gemas, juga ciuman Mama di lehernya. Lia mulai mendesah pelan mengiringi desahan Bombom yang keenakan.

Setelah Lia mulai pulih, Mama meninggalkan kedua anaknya yang asyik ngentot. Mama mengambil penis mainan dari dalam kotak dan memakainya. Tetapi yang ini lebih kecil dari yang tadi, kira-kira besarnya sama dengan burung Bombom. Mama kembali lagi ke ranjang sambil membawa botol kecil dari plastik. Kemudian Mama menyeret tubuh Bombom agak ke bawah hingga Bombom tidur terlentang. Lalu Mama mendorong tubuh Lia ke depan hingga Lia telungkup merapat dengan Bombom, dan memek Lia masih mencengkeram burung Bombom. Bombom menyambut Lia dengan melumat bibir Lia. Kemudian Mama menjilati anus Lia dan menusukkan lidahnya ke lubang anus itu.

"Uukh.. geli, Ma. Enak.", desah Lia.

Mama tersenyum, dia mau mencoba ide yang muncul saat Bombom minta bergabung tadi. Mama mengambil botol kecil tadi, lalu menyemprotkan isinya ke lubang anus Lia. Kemudian diratakan dengan jarinya yang berusaha membuka sedikit anus Lia hingga cairan itu bisa masuk ke dalam liang belakang Lia.

"Apa itu Ma? Rasanya dingin.", tanya Lia.

"Kamu tenang aja. Mama jamin ini lebih enak dari yang tadi.", bujuk Mama.

Lalu Mama memposisikan penis mainannya yang sudah dipasang kondom dan diolesi cairan pelumas dari botol tadi ke liang anus Lia. Mama mulai berusaha memasukkan penis mainannya ke anus Lia.

"Aduh Ma. Mama ngapain Ma? Sakit Ma.", rintih Lia.

"Pertamanya aja kok yang agak sakit. Ntar juga enak.", bujuk Mama.

Mama terus memaksa mainannya masuk, dan nggak peduli Lia yang merintih kesakitan. Penis mainan itu dimasukkan pelan-pelan sampai masuk semuanya. Lalu Mama membiarkan dulu sampai Lia agak tenang. Bombom juga membantu Lia melupakan rasa sakitnya dengan melumat bibir Lia lagi.

Beberapa saat kemudian Mama mulai memompa penis mainannya pelan-pelan. Mula-mula Lia merasa anusnya perih sekali, tubuhnya terasa penuh dengan dua penis di kedua lubangnya. Tapi setelah lancar, Lia mulai merasakan sensasi kenikmatan yang melebihi persetubuhannya dengan satu penis. Apalagi Mama mulai meningkatkan irama kocokannya. Bombom yang ada dibawah pun merasa nikmat sekali. Memek Lia terasa lebih rapat dan menggigit karena penis Mama yang ada di anus Lia. Walaupun Bombom tidak bergerak tapi kocokan Mama diatas membuat pergerakan otot memek Lia seperti memijat-mijat burungnya.

"Aakkhh.. iya, Ma. Sekarang rasanya jadi enak lagi. aakh.. sst.. terus.. entotin yang cepet, Ma.", erang Lia yang mulai merasakan sensasi nikmat threesome.

"Uuhf.. memek kamu rasanya tambah sempit. Kamu suka kontolku, La?", rayu Bombom. Bombom mengimbangi gerakan Lia dan Mamanya dengan menggoyang pinggulnya memutar.

"Kontol kamu enak juga kok Mbom. aakh..eehhmm..", Lia mendesis keenakan.

Ibu dan anak-anaknya itu terus memacu birahi mereka. Tubuh mereka sudah mengeluarkan peluh.

"Hei *censored**censored**censored**censored**censored*, kamu suka dientot dua kontol begini? Ayo, jawab.", Mama mulai ngomong jorok lagi sambi mempercepat kocokannya. Rambut Lia yang panjang dijadikan pegangan untuk lebih cepat mengocok.

"Suka, Ma. Lia paling suka ngentot. aakkhh entot Lia terus Ma. Tiap hari.", sahut Lia.

Lia merasa memek dan anusnya penuh. Gerakan dua penis di memek dan anusnya memberikan sensasi yang luar biasa. Putingnya yang menempel di dada Bombom, tergesek-gesek dan membuat putingnya makin mengeras karena nikmat. Tiba-tiba Lia merasa seperti gunung mau meletus. Kenikmatan-kenikmatan yang dia terima membuat kelenjar didalam tubuhnya mengumpul dan mau muntah keluar melalui memeknya. Kenikmatan ini lebih dari orgasme sebelumnya.

"Aakhh.. sstt.. aakkhh.. Lia mau nyampe.", erang Lia.

Lia pun menggapai orgasmenya yang ketiga dan keempat sekaligus. Lia baru merasakan indahnya multi orgasme. Mama melepaskan penis mainannya dari anus Lia. Bombom yang belum keluar segera membalik tubuh Lia dan bersiap-siap menggenjot Lia lagi.

"Berhenti dulu, mBom. Lia capek bener nih.", pinta Lia memelas.

"Sini. Pake memek Mama aja, mbom.", sahut Mama yang sudah melepas peralatannya.

Mama mengambil posisi menungging di atas tubuh Lia. Bombom pun langsung mengocok memek Mamanya dari belakang dengan cepat. Lia pun tidak ketinggalan mengajak Mama berciuman sambil tangannya meremas-remas dada Mamanya.

"Uuhhff.. Bagus, anak-anak. Kalian pintar sekali.", desah Mama keenakan.

Bombom terus mengocok memek Mamanya yang masih terasa menggigit walau sudah punya anak. Apalagi goyangan Mamanya, top. Tak lama, Bombom mulai merasa kalo mau keluar.

"Ma.. Bombom mau keluar, Ma."

"Tunggu Mama. Mama juga mau nyampe. aakkh..", erang Mama.

Kemudian Ibu dan anak itu orgasme bersamaan. Setelah itu mereka bertiga istirahat dan tertidur di ranjang bersama-sama. Sejak saat itu, mereka sering bermain seks bila Papa tidak ada dirumah. Kadang berdua, kadang bertiga. Lia juga senang sekali karena sikap Mama terhadapnya berubah menjadi baik, tidak lagi seperti dulu

Filed under: Sedarah 1 Comment

Dunia malam

Cerita ini adalah sebuah kejadian nyata yang terjadi sekitar dua tahun yang lalu saat saya masih asyik berkecimpung di dunia pergaulan malam, dunia yang tak jauh dari keremangan lampu diskotik dan cafe, narkoba dan seks bebas. Dumangdati kalau menurut istilah teman-teman saya, DUnia MAlam NGgak aDA maTInya. Waktu itu ibukota kita baru saja dilanda gelombang reformasi dengan gerakan demonstrasi dan kerusuhan terjadi di mana-mana. Dan kerusuhan itu tidak hanya menghancurkan gedung-gedung saja tetapi juga menghancurkan rencana pesta ulang tahun salah seorang teman saya di sebuah diskotik besar di kawasan Ancol. Padahal rencana pesta itu sudah tersusun rapi, dari transportasi (penjemputan peserta pesta), perizinan (izin pulang pagi untuk beberapa teman kami yang kaum hawa), dan konsumsi (menu utama pesta, narkoba) semuanya sudah tersusun rapi.

Semua berawal saat saya menelepon diskotik yang bersangkutan untuk memesan tempat, karyawan yang berbicara dengan saya memberitahu bahwa diskotik mereka akan tutup selama beberapa hari dengan alasan keamanan yang belum terjamin. Kontan saya memberitahukan kepada teman-teman lainnya untuk melakukan perencanaan tindakan selanjutnya. Hari sudah mulai sore dan belum ada jawaban dari teman-teman yang lain, saya sudah mulai berpikir bahwa pesta ini akan dibatalkan sehingga saya mulai menyusun rencana lain untuk pergi nonton dengan Nelly, seorang gadis yang belakangan ini sedang dekat dengan saya. Tetapi menjelang malam ada berita bahwa pesta tetap akan diadakan, teman saya telah memesan sebuah apartemen di kawasan perumahan yang tidak jauh dari tempat rencana semula. Semua peserta diharapkan dapat berkumpul di sana secepatnya. Saya mulai bimbang karena kami sudah telanjur mau nonton. Akhirnya saya berinisiatif mengajak Nelly untuk bergabung dengan teman-teman yang lain setelah selesai nonton, dan dia setuju.

Hari sudah mulai malam saat kami sampai di tempat tujuan, dari luar pintu saja sudah terdengar alunan musik house yang cukup kencang. Dan keadaan di dalam tidak jauh berbeda, tampak beberapa teman kami pria dan wanita sedang asyik bergoyang mengikuti irama house music tersebut. Sementara beberapa teman lainnya sedang mengelilingi meja makan yang sudah penuh dengan perlengkapan pesta, dari minuman biasa, minuman keras, pil ekstasi, shabu-shabu dan perlengkapannya, beberapa keping CD dan kaset house music dan beberapa pak kondom Durex.

Filed under: Umum Continue reading

Sex kilat di kantor

Namaku Joko.Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang.Kisah ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di kantorku.Mahasiswi tersebut bernama Erika.Aku tidak begitu tahu kuliah apa yang ia ambil,tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku.

Adapun Erika adalah gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita keturunan Chinese,memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian Sastrowardoyo.Penampilan Erika sangat menarik perhatian pria2 di kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kampus.Ini menjadi angin segar tersendiri untuk kami para pria di kantor.

Suatu hari Erika datang ke ruanganku untuk meminta tanda tanganku.Aku terkejut melihat penampilannya yang sexy sekali.Ia mengenakan kaos hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wanita.Aku bisa melihat bentuk payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.

Kereta Panas

Namaku adalah Rasti, tinggiku 163 cm, kulitku putih mulus, umurku baru saja mencapai 16 tahun 1 minggu lalu, aku bersekolah di sebuah SMA ternama di JakSel. Semua temanku selalu memuji kecantikan wajahku yang merupakan wajah campuran Jepang (ibuku) dengan Amerika (ayahku), juga aku selalu merawat tubuhku dengan fitness sehingga hasilnya bongkahan pantatku kencang dan padat serta dadaku berukuran 34B yang membusung dan kencang, dan karena aku memakai salep khusus, putingku menjadi warna pink kemerahan meskipun sering disedot oleh lelaki. Pertama kali aku kenal sex yaitu ketika aku baru kelas 3 SMP, waktu itu aku penasaran dengan penis cowok, maka dari itu aku meminta pacarku yang sudah kelas 2 SMA untuk memperlihatkan penisnya padaku, dan tentu saja dia senang memperlihatkannya, lalu entah kenapa waktu itu aku terangsang oleh sentuhannya dan akhirnya terjadilah peristiwa yang menyebabkan hilangnya keperawananku.

Biasanya kan, cowok yang “minta” duluan tapi aku tidak pernah malu untuk “minta” duluan karena nafsuku memang tinggi. Cerita ini dimulai ketika aku baru pulang dari rumah temanku pada jam 8 malam, tak disangka kereta yang kutunggu datang terlambat.
More...
Aku terus menunggu walaupun agak boring. Memang sih, ortuku menyuruhku untuk memakai kendaraan pribadi tapi aku lebih memilih kendaraan umum karena aku tidak mau jadi anak manja yang kemana-mana naik mobil. Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya keretaku tiba juga, langsung saja aku masuk.

Di gerbong yang aku masuki, hanya ada aku dan 5 orang bapak-bapak yang duduknya saling berjauhan. Ketika aku masuk, mata ke 5 bapak itu memandang liar terhadapku karena pada saat itu, aku memakai seragam sekolah yang paling nakal diantara semua seragamku. Rok abu-abuku berjarak 15 cm di atas lutut, dan juga aku membuka 2 kancing baju seragamku. Aku memang suka memakai pakaian yang seksi karena selain aku percaya diri dengan tubuhku yang sintal, aku juga suka sekali memperlihatkan tubuhku yang indah kepada para lelaki atau yang biasa orang bilang eksibisionis.

Sebagai balasan pandangan mereka, aku hanya memberikan senyum kepada mereka. Lalu aku duduk di depan seorang bapak yang kutaksir berumur 50an, tampangnya bijaksana mengingatkanku pada guruku yang killer di sekolahku. Kulihat bapak itu tersenyum kearahku sambil melihat ke arah rokku seolah-olah bisa melihat apa yang dibalik rokku. Aku sih malah senang diliati seperti ini. Karena mungkin aku sudah kelelahan, aku tertidur.

Tiba-tiba kurasakan geli pada kedua buah dada dan putingku, spontan aku membuka mataku lalu aku mendapati tanganku sudah terikat ke salah satu besi yang berada di atas kepalaku (itu tuh… tempat buat taruh barang bawaan) dengan posisiku yang masih duduk di bangku kereta, juga seragam dan rokku sudah robek, mungkin karena aku terlalu lelah sampai-sampai aku tidak sadar ketika mereka merobek baju dan rokku.

Bhku sudah tak tahu entah kemana, kini dadaku yang kencang, putih mulus, dan berukuran 34B menjadi bulan-bulanan ke 4 laki-laki yang sedang mengerjaiku. Lalu aku merasakan ada yang menusuk-nusuk vaginaku yang masih terbungkus celana dalamku yang berwarna pink.

Ternyata ada seorang lagi yang menusuk-nusukkan jarinya ke dalam vaginaku, aku mendesah “aaahh…. terus….. jaaaa…..ngan be…..rhenti!!” karena sensasi jari yang menusuk-nusuk vaginaku serta jilatan-jilatan dari 4 orang yang menjilati setiap sudut dadaku membuat nafsuku yang memang tinggi menjadi tidak tertahankan. “wah, nih cewek malah suka, udah cantik, sexy, nafsunya tinggi lagi….” komentar bapak yang berada di depan vaginaku, aku tidak mendengar jelas karena aku mencapai orgasme yang pertama, mungkin kalau aku dengar dengan jelas, aku sudah ketakutan setengah mati. Lalu celana dalamku yang sudah basah karena cairan deras yang keluar dari vaginaku akibat orgasme dibuang ke luar kereta lewat jendela. Aku hanya bisa mendesah “mmmaaahhh….” ketika bapak yang berada di depan vaginaku mulai menjilati dan menyentil-nyentil klitorisku.

Si bapak itu terus menyapu sekitar bibir kemaluanku dengan lidahnya sampai cairanku habis ditelannya, sementara itu ke 4 bapak yang menjilati dadaku berebutan melahap dadaku. Lalu tiba-tiba ke 4 bapak menyingkir dari ke dua buah dadaku yang sudah basah oleh air liur mereka, dan 2 dari bapak itu mengangkat kakiku ke atas sehingga vaginaku yang merekah, berwarna kemerahan, dan masih sempit terlihat jelas oleh mereka. Lalu bapak yang tadi menjilati vaginaku, kini meletakkan kepala penisnya di pintu masuk vaginaku, lalu dia langsung menghujamkan penisnya yang besar,hitam, dan berurat ke dalam vaginaku yang sudah basah. Aku berteriak “aaahhh… sakit pak”, “sakit tapi enak kan….” balas bapak yang mengangkat kaki kiriku, lalu bapak yang sedang mengaduk-aduk vaginaku berkata “gila nih cewek, memeknya sempit banget, gak kuat gue nih lama-lama”, lalu bapak itu langsung memompa vaginaku secara perlahan namun pasti , ketika aku sedang asyik-asyiknya merasakan sodokan dan adukan penis bapak itu di dalam vaginaku, tiba-tiba kedua putingku digigit oleh 2 bapak yang dari tadi berdiri saja. Lalu 2 bapak yang memegangi kakiku, mengikat kakiku ke besi yang ada ikatan tali tanganku sehingga kini vaginaku lebih terangkat. Kemudian 2 bapak tadi mengambil handycam dari tas mereka masing-masing dan mulai merekam tubuhku yang sedang digarap oleh ke 3 temannya,lalu salah satu bapak itu berkata “waduh, nih cewek udah cantik, sexy, mulus, suka *******, coba bini gua, cantik ‘n mulus kayak gini, bisa betah gue di rumah” lalu mereka semua tertawa kecuali bapak yang sedang gencar menggenjot vaginaku, tiba-tiba bapak itu menekan penisnya sangat keras ke dalam vaginaku sehingga aku kesakitan tapi aku hanya bisa mendesah pelan “mmmmaahhh….” karena tenagaku sudah terkuras habis, dan sensasi dari kombinasi antara jilatan di kedua putingku dan sodokan-sodokan penis di dalam vaginaku membuatku mencapai orgasme yang ketiga sehingga aku berteriak “akkkkhhh….. aku keeee….. luuaaaarr!!!”, 15 menit kemudian bapak yang menggenjot vaginaku mempercepat genjotannya, tak lama kemudian dia berkata “aakkhh….keluar”, lalu menyemburlah sperma yang terasa sangat hangat di dalam vaginaku, lalu bapak itu berkata “gila, memeknya kayak ngisep ****** gue ke dalem, enak banget memeknya”, sedangkan aku hanya mendesah “hhhhaaaahhh…” karena kehabisan tenaga, lalu vaginaku terus digenjot sampai mereka berlima mengeluarkan sperma mereka ke dalam vaginaku, lalu mereka membuka ikatan di pergelangan tangan dan kakiku.

Mereka membiarkanku istirahat sejenak, sambil mengobrol-obrol denganku dan menanyakan nomor hpku. Aku bertanya kepada mereka kenapa memperkosaku, salah satu dari ke 5 bapak itu menjawab “siapa sih yang gak mau nyobain tubuh neng cantik dan sexy kayak neng”, “akh, bapak bisa aja. Bapak-bapak ini udah saling kenal ya?” balasku. Lalu bapak yang tadi berkata lagi “ya, kami teman SMA, kami abis reunian, kebetulan ketemu neng, jadi bisa refreshing, abisnya reuniannya isinya orang-orang yang umurnya 50an kayak kami, kami kan juga pengen ngerasain daun muda”, aku hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari orang yang baru saja menyetubuhiku dan orang itu sepantasnya menjadi bapakku.

Setelah 15 menitan aku duduk di bangku kereta, mereka sudah bernafsu lagi dan mereka mulai berebutan mengkorek-korekkan jari mereka ke dalam vagina dan anusku serta meremas-remas payudaraku yang montok. Ketika aku sedang merasakan sensasi nikmat dari korekan jari di kedua lubangku dan remasan-remasan di dada serta putingku oleh ke 5 bapak itu tiba-tiba kereta tiba di stasiun dan pintu kereta terbuka, untungnya tidak ada yang masuk ke gerbong kami. Tapi dari gerbong lainnya muncul petugas karcis yang sudah kakek-kakek, umurnya kuperkirakan 65 tahunan ke atas. Awalnya dia kaget melihat seorang gadis telanjang dikerumuni oleh 5 orang bapak-bapak, tapi mungkin karena melihat tubuh telanjangku yang begitu menggoda, kakek itu berkata “lagi asyik nih, boleh ikutan gak?”, “boleh pak, tubuhku kan emang buat muasin laki-laki” jawabku.

Kakek itu mendekati kami berenam, lalu mereka melucuti pakaian mereka sendiri. Kini, ada 6 orang laki-laki yang berebutan untuk meraba-raba tubuhku. Mereka terus meraba-raba tubuhku sampai aku mencapai orgasme yang entah keberapa kali. Ternyata, salah satu dari 5 orang bapak itu ada yang membawa tikar, langsung saja bapak itu menggelar tikar di lantai gerbong kereta.

Lalu sang kakek diberikan kesempatan pertama mencicipi vaginaku di ronde kedua ini, sang kakek langsung tidur di atas tikar, kemudian aku disuruh menaiki penisnya yang sudah tegang. Aku naik ke atas badannya dan mengarahkan penisnya ke vaginaku, ketika kepala penisnya berada di depan vaginaku, dia langsung menggerakkan pinggulnya ke atas sehingga penisnya masuk ke dalam vaginaku dengan sangat keras sampai aku merasa kesakitan dan berteriak “aaauuuwww……sakit…..”, tapi sepertinya dia tidak menghiraukannya.

Kakek itu menggenjot vaginaku dengan cepat dan kuat sehingga membuatku merasa nikmat sekali dan mendesah “aaahh….te…russ…jangan…..ber…..henti “, ketika aku sedang merasakan nikmatnya genjotan di vaginaku, tiba-tiba aku merasakan ada 2 jari yang mengkorek-korek anusku, tak lama kemudian, kurasakan penis yang hangat menyeruak masuk ke dalam anusku, lalu kudengar pemilik dari penis itu berkata “gila, lobang pantatnya sempitnya minta ampun…..enak banget”. Kini, aku merasakan sodokan di kedua lubangku, aku memejamkan mata untuk menghayati hujaman demi hujaman penis yang kulitnya sudah mengkerut tapi tetap nikmat yang mengaduk-aduk vagina dan anusku. 20 menit kemudian, sang kakek mempercepat frekuensi genjotannya sedangkan bapak yang menggenjot anusku kelihatannya belum mau orgasme, kurasakan penis yang ada di vaginaku berdenyut, tak lama kemudian sang kakek berkata “aaaakkhhh…..ke….luuu….aaaarr!!”, sang kakek menyemburkan lahar putih dan kentalnya yang hangat ke dalam vaginaku berbarengan dengan orgasmeku yang kedua di ronde kedua ini.

Daerah selangkanganku menjadi sangat basah karena sperma bapak itu dan juga cairanku sendiri sampai-sampai ada yang mengalir keluar dari vaginaku ke pahaku yang mulus. Kemudian tubuhku yang sudah lemas diangkat oleh bapak yang masih gencar mengerjai pantatku, lalu kakek tadi bangkit dari tikar dan digantikan dengan bapak yang lain, lalu aku didudukkan di penis bapak yang baru tidur di tikar oleh bapak yang mengerjai pantatku. 5 menit kemudian, akhirnya bapak yang menggenjot lubang anusku menyemburkan spermanya ke dalam lubang anusku dan sebagian spermanya mengalir keluar dari lubang anusku ke vagina dan pahaku kemudian lubang anusku dimasuki oleh penis lainnya, dan seperti sebelumnya dua lubang kenikmatanku digenjot oleh 2 penis yang berbeda, dan ketika sudah menyemburkan sperma di dalam vagina dan anusku, posisinya digantikan oleh bapak lainnya, begitu seterusnya sampai masing-masing bapak itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina, anus, dan mulutku. Semua persenggaman yang terjadi direkam dalam handycam.

Setelah mereka puas menggarap tubuhku selama lebih dari 1 1/2 jam, mereka membiarkanku tidur di tikar untuk istirahat dan mereka memotret dengan kamera yang dibawa kakek itu serta mereka juga merekam tubuhku yang sudah belepotan karena sperma mereka dengan handycam mereka. 10 menit kemudian, akhirnya kereta yang kutumpangi sampai di stasiun yang kutuju, lalu mereka ber6 mengucapkan sampai jumpa dan berjanji akan menelponku. Aku keluar dari kereta dengan tidak memakai apa-apa karena selain seragamku sudah dirobek oleh 5 bapak tadi, aku juga takut pintu kereta akan tertutup, jika itu terjadi maka tubuhku akan digarap lagi oleh mereka karena nafsu mereka besar entah karena nafsu mereka memang besar atau karena melihat tubuh montokku yang kapan saja bisa mereka nikmati.

Di stasiun ini ada kamar mandi, maka dari itu aku langsung mengambil langkah seribu ke kamar mandi dengan sperma yang masih menetes dari vagina dan lubang anusku meninggalkan jejak putih kental ke lantai. Untungnya, setelah dari rumah temanku, aku sempat ke mall untuk membeli tank top, rok mini, parfum, dan pelembab rambut. Langsung saja kupakai semua agar tidak ketahuan oleh orang-orang kalau tubuhku habis digarap selama 1 1/2 jam lebih oleh 6 orang laki-laki tapi aku tidak mencuci vaginaku (ya iyalah, masa mau cuci vagina di wastafel….hehe) karena aku suka bau sperma baik yang masih cair maupun yang sudah kering dan juga aku lupa membeli celana dalam dan bh sehingga aku tidak memakai apa-apa dibalik tank top dan rok miniku. Aku menyetop taksi dan menuju ke rumahku. Aku tau kalau si supir taksi melihat badanku yang putih mulus dan sexy ini, kalau saja aku tidak kelelahan pasti sudah kugoda dia sampai dia tidak tahan dan akhirnya memperkosa, tapi badanku sudah sangat lemas sehingga aku menjadi tidak bernafsu. Setelah sampai di rumah, aku membayar supir taksi itu dan langsung memencet bel. Mbok Parti berlari dari dalam rumah untuk membukakan gerbang, sambil membukakan gerbang Mbok Parti “aduh non dari mana aja sih non? mbok kan khawatir”, “tadi Rasti ke rumah temen dulu, terus pulangnya naik keretanya, eh keretanya datang terlambat, ya jadinya Rasti pulangnya telat” jawabku. Mbok Parti ini memang seperti kakakku karena dia yang merawatku dari kecil kalau orang tuaku sedang pergi ke luar negeri. Aku langsung menuju kamarku, dan menjatuhkan badanku ke kasurku. Karena aku sangat kelelahan, maka aku langsung tertidur sambil memikirkan apa yang akan terjadi besok ya?

Filed under: Umum 4 Comments

Categories

Meta

Statistics

Follow ceritadewasa17 on Twitter
tracker

Lainnya

Thumbnail