Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Mantan Pacar atau Selingkuhan..? (Part 2)

Posted on August 30, 2008

Di Kantor Sejak peristiwa di saung itu aku berusaha untuk bersikap biasa, dia juga. Kami masih kerja bersama, makan siang sama-sama dan bercanda seperti biasa, terutama di depan teman-teman. Tapi kami menghindari percakapan yang lebih personal, apalagi membicarakan peristiwa itu. Kuat juga usahaku untuk melupakan hal itu, tapi yang ada aku makin sering melamunkannya. Membayangkan desahan dan rintihannya, gelinjang-gelinjangnya, terutama remasan liang nikmatnya di penisku. Aku tidak dapat melupakannya! Semakin hari aku semakin tersiksa oleh bayangan Niki. Setiap kali lengan kami bergesekan, dan ini tidak dapat dihindarkan karena memang selalu bersama, getaran birahi menjalari tubuhku, dan berujung di selangkanganku yang mengeras. Ia sendiri nampaknya biasa saja.

Suatu ketika dengan cuek ia menggayut di lenganku saat menaiki undakan ke kantin, burungku langsung menggeliat. Sesudahnya saat memesan makanan, sambil berdesakan ia menempelkan dadanya di lenganku.

Aku langsung berkeringat, berusaha untuk tetap tenang ngobrol dengan yang lain di meja makan. Perlu setengah jam untuk 'menenangkan' burungku. Sampai suatu hari, ia datang ke tempatku. Ruangku terbagi atas kotak bersekat setinggi dada.

Setiap kotak berisi meja dan komputer untuk satu orang, yang kalau duduk tidak kelihatan, tapi kalau berdiri kelihatan sampai dada. Selain itu ada satu kotak yang agak besar berfungsi untuk ruang rapat, letaknya di ujung dan selalu sepi kecuali ada meeting. Ia menghampiriku saat aku sedang sendiri di ruang rapat. "Yang, nanti bantuin yaa. Aku mau ngelembur." Panggilan 'Yang' membuat darahku berdesir. "Boleh. 'Bor'-nya sapa yang mau dilempengin." Aku melempar canda biar agak santai.

Istilah 'ngelembur' oleh orang kantoran seringkali dipanjangkan sebagai 'nglempengin burung'. "Nglempenginnya sih kamu buka internet aja. Aku sih bagian nglemesin..!" sahutnya cuek, sambil duduk di meja rapat, tepat di depanku.

Mantan Pacar atau Selingkuhan..?

Posted on August 30, 2008

Niki adalah mantan kekasihku beberapa tahun lampau. Ia menikah dengan pria lain tahun 1996, aku menyusul dua tahun kemudian, saat itu Niki sudah mempunyai anak satu. Kami berpisah baik-baik, dan sesudahnya kami masih berhubungan. Aku juga kenal baik dengan suaminya. Aku dan Niki sama-sama kerja di perusahaan konsultan. Sesudah menikah ia bertugas di salah satu proyek, sedangkan aku di head office, sehingga kami lama tidak ketemu.

Cerita ini terjadi pada pertengahan tahun 2000, saat ia kembali bertugas di Head office menjadi sekretaris salah seorang expert kami dari Hongkong. Aku sering berhubungan kerja dengannya. Semula kami bersama dalam tugas. Lama-lama berlanjut untuk hal-hal di luar kerjaan, hingga tidak terasa kebiasaan dulu kembali muncul. Misalnya makan siang. Seperti dulu waktu masih pacaran, sering ia 'mencomot' lauk dari piringku, atau sesuatu yang ia makan diberikan separuh ke piringku. Kebiasaanku menyiapkan sendok dan minuman untuknya, atau menghabiskan makanannya juga menjadi kegiatan rutin, seolah hal yang wajar saja dalam hubungan kami. Untungnya teman-teman sekantor juga menganggapnya wajar. Sering juga kami ngobrol soal rumah tangga, suami(nya), istri(ku), dan anak-anak (kami). Tidak ada cerita jelek, semua baik-baik saja. Tapi di balik yang 'baik-baik' tersirat kerinduan (atau kecewaan?) tersembunyi. Dalam suasana seperti itulah hubungan kami berlanjut dan menghasilkan kisah-kisah yang sebagian kucuplik di sini, khusus yang punya kesan mendalam untukku. Pertama: Saung Ikan Mas Hari itu bossnya Niki sedang ke tempat client.

Si boss bawa mobil sendiri, maka seperti biasa Niki memanfaatkan mobil kantor yang menganggur buat jalan-jalan. Driver-nya cs kami, jadi ia mengajakku bergabung cari makan siang di luar. ( "Kamu yang traktir yaa.." katanya). Pukul 11.30 kami bertiga berangkat ke Cwie Mie Fatmawati. Baru sampai di Prapatan Pejaten (kantor kami di Buncit), si boss menelpon minta supaya driver-nya menyusul karena tidak enak badan. Maksudnya minta disupiri pulang.

Driver kami turun sambil mengomel, minta uang taksi ke Niki terus menyusul bossnya di sekitar blok M. Niki menggantikan pegang kemudi (dulu, Niki yang mengajariku bawa mobil) dan melanjutkan perjalanan.

"Kalo dulu, sambil nyetir gini biasanya aku dipijitin.." Niki mulai membuka kenangan. "Sekarang juga boleh.." kataku, sambil mengusap lututnya, biasanya aku pindah ke belakang, memijat leher dan pundaknya dari belakang, dan tentu saja berakhir di payudaranya. "Jangaan ahh, kacanya terang.." kata Niki.

Ohh..Rara

Posted on August 30, 2008

Hi Gw Angga gw mau berbagi cerita dimana gw pertama kali berhubungan sex, ni terjadi pada saat gw duduk di bangku SMA***** kelas 2 dimana pda saat itu gw punya pacar nama'y Rara********* dia tu pacar pertama gw.

Menurut orang-orang gw pnya wajah ganteng, tegap dan gw banyak disukai cwe2 dan tidak jrng banyak cwe2 yg menaruh hati sma gw. kejadian ni berawal pada saat gw mau pergi ke rumah cwe gw yg letaknya tidak jauh dri rumah gw mungkin sekitar 2km, setibanya dirumah cwe gw, gw langsung disambut dengan ciuman hangat dipipi kiriku yang membuat jantungku berdetak  kencang walupun gw pcran udah lama tp persaan kaya gtu slalu ada, beberapa lma kemudian gw bilang sma cwe gw,

"Ra jalan yu?"ajak gw..

"gk bisa Ga koz ku harus jga rumah, gpp kan!"tolak cwe gw...

"trus rencana jalan kita gmn, koz kita kan dah sepakat mu jln2."paksa gw

"yaudah mendingan skg dirumh ku ja ya koz dsini gk da orng cuman ku ja pembantu lg pulang kampung and mamah, papah pulangnya bsk malem jd hari ni kita gk jln dlu ya?"cwe ku menjelaskan...

lalu gw ngejwb" yaudah terserah km ja yg penting kita skg kan berdua!"

Ceritaku

Posted on August 30, 2008

Semua ini berawal ketika pada suatu pagi seperti biasa aku bersih-bersih di ruang kerja suamiku, sementara suamiku sudah berangkat kerja, komputer masih dalam keadaan menyala dan ketika mousenya tersenggol secara tidak sengaja, tampak tampilan layar yang menunjukan banyak gambar telanjang. Aku menjadi tertarik dan penasaran. Setelah kuteliti, ternyata itu adalah file yang didownload dari sebuah situs yang dikhususkan bagi para suami dimana istrinya melakukan hubungan sex dengan laki-laki lain dalam segala variasinya dan semuanya atas sepengetahuan dan persetujuan suaminya. Aku mulai membaca dan tanpa sadar, gairahku mulai naik.

Malam itu sehabis makan malam dan suamiku tengah bersantai dengan acara TV kesukaannya, kubawakan kopi manis lalu aku duduk di sampingnya dan dengan hati hati aku bertanya..

"Mas, tadi pagi kok pergi komputernya masih menyala?"
"Wah.. Aku lupa matiin ya? Soalnya tadi ada rapat jadi agak terburu-buru lupa periksa..", jawabnya..
"Terus kok isinya begituan sih?", tanyaku.
Suamiku tampak memerah wajahnya dan dengan lirih menjawab sambil bertanya, "Mama marah..?"
"Nggak.. Cuma heran saja.., Maaf ya Mas, bukannya aku dengan sengaja memeriksa, tapi karena terpampang begitu kan harus di off-kan, kalau sampai anak-anak melihat bagaimana?", jawabku.
"Maafkan Mas ya", suamiku bekata lagi.
"Mas.. Boleh tanya?", tanyaku lagi.
"Hmm.. Masa nggak boleh?", jawab suamiku.
"Kok isinya tentang wife swinging dan sejenisnya sih..?", aku mulai berani bertanya.
"Memang kenapa..?", tanyanya.
"Kok bukan pornografi yang umum.., gitu maksudku..", tanyaku mendesak.
"Ok.. Boleh Mas terus terang..?", suamiku bertanya dengan nada khawatir.

Dengan jantung berdegub kencang aku mengangguk dan suamiku menjelaskan bahwa selama bertahun tahun ia terobsesi pada aktifitas sex dimana seorang istri melakukan hubungan dengan laki-laki lain atas sepengetahuan dan seijin bahkan di depan suaminya atau melakukannya bersama-sama dengan mengundang pihak ketiga, dan bahwa situs-situs tersebut digunakan untuk memancing gairahnya sehingga selalu bersemangat melayaniku. Ia juga mengatakan bahwa ia selalu berimajinasi membayangkan bagaimana kalau aku melakukan hubungan sex dengan laki-laki lain.

Filed under: Umum Continue reading
   

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin