Biar Nggak Jenuh 1
Hari ini Soni seneng banget, tadi pagi di kantor ada yang ngasih duit 3 juta. "Buat jajan lo ntar malem" kata Bram, rekannya sekantor, yang kemaren hari dapet sedikit komisi dari Boss. Wah nanti malam bakalan ketemu Shanty euy. "Shanty, entar jam 7 abang datang" sms Soni. Wah adik si Soni udah manteng tuh, ngebayangin 'what will happen' nanti.
"Selamat malam, 2 jam all in" kata Soni. Didalam Shanty udah dandan cakep banget. Bajunya juga, wuuiihh ... sexy. 'Sex-si', siap nge seks, he he .. . 'Very revealing' or 'Skimpy Abis' gitu loh. Bahasa Indonesianya 'kurang bahan', jadi banyak bagian tubuhnya yang tidak tertutupi. Soni suka banget, tapi adik si Soni yang paling suka, nyatanya dia udah mulai mengeras dan memanjang. "Wadaauuw ... si Shanty ni cubit-cubit adik ku ni" sengit Soni. Shanty malah memanyunkan bibirnya yang 'wet look' dan tersenyum cantik sekali. Usahanya berdandan tak sia-sia buktinya bisa bikin ereksi si penis tuh.
Emang sih, Shanty yang katanya ex model dari Malay ini, benar-benar cantik dan muda. Apalagi doi ternyata punya hoby 'Exhibitionist' atow memamerkan tubuhnya yang muda dan sempurna. Doi nggak suka pake 'bh' atauw 'cd', kalo pake 'cd' juga yang setali or 'g-string', dan milihnya juga yang bagian mekmek nya bolong. Jadi kalo lagi 'M' harus pake 'Tampons'. Doi juga tidak berbulu alias botak kemaluannya, kayak bayi. "Dijilat-nya lebih enak" pengakuan doi.
Doi juga rajin pake 4"x1,5" - 'Butt plug' dan 2 butir 'Ben wha balls' yang selalu di kempit didalam mekmeknya biar nggak lolos dari dalam vaginanya. "Biar kalo di 'anal' lancar aja, dan kalo mau mekmek juga nggak kalah ngejepit dari yang anal" aku Shanty.
Dari lobang kencing nya melambai catheter. "Jadi kalo kencing sambil berdiri ajah, he he ... Tiap hari aku ganti baru" katanya. "Lubang kencing tu sangat merangsang kalo di obok-obok pake besi ni, 'Urethral Sounds' namanya" Shanty pamer maenan barunya. "Bang, Shanty dapat model baru lagi nih, bisa getar, tapi haruslah amat steril" katanya lagi "Bang Soni, nanti lobang penisnya Shanty masukan besi ini yaa ... enak lho"
Baru tiga minggu si Shanty ini sibuk ngoprek saluran pipisnya, jadi doi masih sangat menggebu-gebu ngajakin orang laen ikutan nge'fuck' 'Urethra' mereka masing-masing. Beneran, kalau kita lagi birahi, nge'fuck' saluran kencing itu nikmat, dengan cara yang benar, tentunya.
Shanty juga suka pake pakaian 'Latex' atau bahasa melayunya 'Getah', yang mengkilap dan juga tentunya mahal kalo disini. Temannya yang sering kirim dari Kuala lum dan Singap. "Jadi susah tuh teman-teman yang disini mau saingi aku. Paling mereka pake jenis kulit atow 'PVC', yang kata Shanty sih kurang lekat dikulit ni" (Makudnya kurang nyitak/nyeplak kayak stiker).
Kedua puting susu Shanty juga selalu menonjol, 'Always in erects condition'. Doi punya 'Nipple Enhancer Kits'. Jadi si 'pentil' susu-nya itu, slalu dalam genggaman getah (Karet) '7mm O-ring'. Merangsang maaann ....
'Five inch (12.5cm) high heels platform stiletto' juga selalu memper-seksi kakinya yang panjang. Mirip 'Barbie Doll' deh perawakannya. Jadinya doi itu jauh lebih tinggi dari Soni yang 175cm. Padahan doi cuma 170cm.
'Last week' Shanty juga baru lulus ujian 'menelan' pol adiknya si Soni, sampe bibir Shanty mentok ke 'Pubic hair'nya Soni. Emang sih adiknya si Soni tergolong sedang aja, cuma 6 inch/15cm 'When fully erects', tapi keras pisan. Ampuh buat nerobos selaput dara, tenggorokan dan lubang ee. Orang negro atow orang india kntl-nya lebih panjang dan hitam, tapi lembek ah, kurang nikmat entotan-nya. "Punya bang Soni paling nikmat dibanding tamu lainnya" aku Shanty.
Minggu lalu Shanty dibobol tenggorokan-nya oleh kerasnya adik si Soni. Kepala zakar Soni ngedon di 'lak-lak kan/jakun kalo cowok', sampe doi nggak bisa napas. "Udah gitu penis bang Soni nyodok-nyodok terus, sampe penglihatan Shanty jadi gelap, barulah penisnya dicabut dari tenggorokan Shanty. Kalo nggak dikasih napas pastilah Shanty pingsan jadinya" kenang doi. Soni suka melakukan 'Deep Throat', 'Face Fuck' atau bahkan 'Throat Fuck' biasanya pake interval se-menit cabut, dua kali tarikan napas masukin lagi atau 'fuck' terus sampai korbanya pingsan.
Kekasih Pertamaku…sex pertamaku
Saat aku pertama kuliah di sinilah aku mengenal sex namun sebelum aku cerita perkenalkan aku dulu, namaku yulias kini usiaku 35 tahun, tubuhku dan wajah aku biasa - biasa tapi aku punya kelibihan yang baru aku sadari kemudian, aku punya libido tinggi dan alatku lumayan besar(kepalanya) walau ngga begitu panjang yaah paling 16 cm aku ngga pernah ngukur, dan kata orang aku punya daya tarik karena supel dan mudah akrab.
Aku mulai cerita sex pertama yang aku alami :
ASIH
Saat aku kuliah di PT terkenal di kota Yk Umurku saat itu 17tahun , karena di desa aku tidak banyak yang bisa kuliah di YK jadi aku banyak di kagumi, di desa aku naksir temen cewe saat itu dia masih SMP kelas 3 Asih namanya yang jarak rumahnya dengan aku kira-kira 400 meteran , aku tertarik karena tubuhnya tinggi, kuning dan cantik ( untuk ukuranku ), dan bulu tangan dan kainya sangat terlihat dan enak dilihat ( dan pernah aku membaca buku jika peempuan tubuh nya/tangan dan kali banyak bulu lembutnya memiliki libido sex yang tinggi ...entah benar / salah aku belum tahu saat itu ) saat aku mengatakan suka dan ingin berpacaran pertamanya dia menolak ( ingin berteman aja kata dia waktu itu )yah...tapi aku terus kejar hingga kami jadian. Hubungan kami jelas di larang Ortu kami karena banyak alasan sehingga aku backstreet, saat alu mulai kuliah tiap 1 minggu sekali aku pulang.dan malamnya aku gunakan untuk bertemu itupun tidak di rumah biasanya di kebun ata di tempat yang tidak dilihat orang...apalagi ortu kami, saat pertama biasa saja ...ya hanya cerita ...paling banter remas-remasan tangan , tepi sejak bulan ke 3 aku mulai berani mencium walau awalnya dia menolak tapi aku nekat aja dan seterusnya dia ngga nolak,aku ingat waktu itu hari sabtu menginjak hubungan kami 5 bulan , aku janjian bertemu tempat biasa jam 7 malam, saat bertemu biasa basa-basi tapi karena aku kangen aku mulai meremas tangannya terus ku belai wajahnya ia memandangku...dengan pelan aku memberanikan mencium bibirnya dan dia diam saja ...terus aku cium dan pagut terus bibirnya dan kulumat lidahnya dengan penuh kerinduan ( saat itu aku selalu bawa koran untuk alas ) dengan pelan pelan aku tidurkan dan mulai dia kujumbu...tanganku mulai meremas buah dadanya dan dia mencoba menepis tapi aku terus meremasnya“ooh...masss jangan....mass....mass” erangnya
Jennifer: My Family, My Home & My Badluck
2 bulan berlalu sejak pertama kali Jenny menceritakan kisahnya padaku, sampai suatu hari tanpa disangka hari itu Jenny mendatangi tempatku dan melanjutkan cerita masa lalunya…Memang kami sempat bersms-an sejak pertemuan kami yang terdahulu, namun kami hilang hubungan sejak aku kehilangan Handphoneku, celakanya aku tak punya back-up nomor teleponnya..
Kedatangan Jenny hari itu membuatku tertegun, senyumnya menyambutku saat membukakan pintunya, cahaya keindahan membuatku tak sanggup melakukan apapun selain membalas senyumannya..sebelum mempersilahkannya masuk,..
Setelah bercanda beberapa saat, Jenny pun mulai bercerita, namun wajahnya yang cantik ditambah lagi kakinya yang putih mulus dan hanya sebuah celana pendek mini yang menutupi pahanya itu, membuatku sedikit kurang konsentrasi mendengarkan ceritanya, namun aku masih dapat mendengarkan garis besar cerita yang keluar dari bibir mungil indahnya, meski sesekali diselingi oleh isak tangis…
Dari ceritanya pun aku sadar bahwa benar dan salah dalam kehidupan seseorang hanyalah sebuah perspektif pandangan, sesuatu yang kotor dan buruk buat kita, belum tentu seperti itu dalam pandangan orang lain, semua hanya sebuah masalah sudut pandang dari tidak adanya sesuatu yang Mutlak..
Demikianlah yang kudengar…
Hari itu, lewat tengah malam, seluruh tubuhku sungguh terasa penat, aku tak pernah menyangka untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mengalami perkosaan, tapi yang tak bisa ku pahami justru aku yang begitu menikmati pemerkosaan ini, entah apa yang salah dalam diriku, perlahan aku memarkir mobil-ku disebelah mobil papa, Pak Arno satpam rumah ku yang membukakan pintu, sedangkan pak Ramses, satpam yang satunya membukakan pintu garasi perlahan agar tak membangunkan Papa, mungkin dia kasihan melihatku yang sering dimarahi Papa bila pulang terlampau malam,..
Pak Ramses perawakannya besar tegap, berasal dari sebelah Timur Indonesia, ya seperti kebiasaan orang dari sana, tubuhnya Hitam dengan rambut keriting, apalagi dia sengaja memelihara kumisnya yang melintang di atas bibirnya yang tebal, namun sungguh dia orang yang baik, terkadang dia berbohong pada Papa, tentang waktu kepulangan-ku, ya walaupun Papa sibuk namun dia begitu disiplin dengan aturan waktu, bahkan cenderung keras…
” Makasih ya pak ” Sapaku pada Pak Ramses ” Papah, udah tidur? ” Tanya-ku sambil memencet tombol alarm mobilku,,.
” Sudah non, Tuan pulang jam 9an tadi, sekarang pasti sudah tidur ” Pak Ramses menjawab, ” Katanya Tuan mau keluar negeri ya non besok, jadi pasti sudah tidur “
Aku pun mengangguk mengiyakan keterangan dari pak Ramses, sedikit lega karena memang kebiasaan Papa untuk pulang cepat dan segera Tidur karena besok pagi dia pasti langsung ke bandara..
” Saya tinggal dulu ya Pak ” Aku pun membuka pintu yang berhubungan dengan Ruang tamu di rumah utama,..
” Selamat istirahat ya non , malam ” kata pak Ramses, aku dapat merasakan tatapan mata pak Ramses, ke seluruh tubuhku yang tampak kumal. Ya mungkin dia sedikit aneh dengan keadaan-ku yang tampaknya sangat letih dan agak kumal , ya semoga saja dia tidak curiga, semoga..
Rasanya baru saja aku menutup mata ini, bahkan aku hanya sempat mencuci tubuhku sebelum berganti dengan lingerie tidurku, namun aku dapat mendengar Bo Inem mengetuk pintu kamarku,..
” Non, non sudah bangun ” Tanya Bok Inem dari balik pintu kamar ” Tuan manggil non ada di ruang tamu “
” Iya bok, bilang ke Papah bentar lagi aku turun ” jawabku ” Tolong bikinin susu hangat ya bok “
” Baik non,.. ” Terdengar langkah kaki bok inem yang melangkah turun,..
Kepala ku masih terasa pening, namun aku pun bergegas berdiri dan berjalan menuju Tolet ku, mengamil sisir untuk sedikit memperbaiki penampilanku…
Tak lama aku pun turun menuju ruang keluarga, ( > papah dulu kerja keras) papa dan mama tampak sedang berbincang, aku pun menyela pembicaraan mereka,..
” Pagi pah, pagi mah ” sapa-ku, sambil duduk di sofa di samping papa.
” Ini dia anak papa yang cantik.. ” aku pun mencium papa dan mama..
” Papah kapan pulang ?? ” Tanyaku.. Bok Inem membawakan Susu hangat yang tadi aku pesan,..” Makasih Bok ” kata ku pada bok Inem
” 5 sampai 6 hari sayang, kenapa ?? ” Tanya Papah..
” Ga papa sich, kan aku kangen ma papah.. ” Jawabku manja, papa pun mengelus kepalaku..
” Dasar anak papah ini manja banget sich.. ” Mama-ku tersenyum melihat kemanjaan-ku pada papah..
” Pasti anak papah mau oleh-oleh sesuatu tuch ” Mama-ku mengejek-ku nakal..
” Iya, nich, pasti kamu pengen sesuatu kan, makanya manja begini.. ” Papah pun ikut-ikutan mengejek-ku
Wajah-ku pun memerah,.ya jelas lah aku pengen sesuatu seperti Tas, Sepatu, ataupun Baju, Paris gitu loh…hehehe
” Aku kan memang manja pah, mah..hehehe, tapi kalo dipaksa ya aku pengen Tas dech…hehehe ” Jawabku masih dengan nada manja..hehehe
” Dasar anak papah ini ” Papah tertawa melihat kelakuanku..” Mamah mau apa ?? ” Tanya Papa,
” Mamah mau papah pulang dengan selamat aja.. ” kata Mama…
Aku pun gak mau kalah, ” Iya pah, yang penting papah pulang selamat , sehat , tambah gagah yah pah… hehehe ” canda-ku
Tawa mereka pun meledak mendengar kemanjaan aku,.. ” Iya sayang, papah juga pengen cepet-cepet pulang cantik, oh iya kemaren malem kamu kemana?? Papah kangen banget ma kamu sampe pulang cepet.. “
” Iya kan mamah sudah bilangin ke papah, Jenny ke pesta Ulang Tahun temennya itu pah” Mamah mengingatkan papah,
” Ke pesta Ulang Tahun siapa sayang ?? kamu pulang jam berapa kemarin malam ?? “
Tanya papah padaku..
” Iya jadi gini pah, aku gak tahu papah mau pulang cepet “. ” Aku pikir papah bakal pulang malem lagi, jadi aku pergi aja ke ultah temenku, Jam 11an aku juga udah pulang, Tanya aja pak Ramses ” Kataku setengah berbohong untuk meyakinkan papah dan mamah..
” Papah udah tidur jam 11an makanya aku juga tidur, kan aku liat kamar papah ma mamah udah gelap jadi takut aja ganggu papah dah tidur.. memang papah pulang jam berapa ? ” Terangku, papah tampak tersenyum melihat wajahku yang lucu saat bermanja-manja seperti itu
” Iya jam 9an dech kayaknya papah sampai rumah ya mah ?? ” Kata papah setengah bertanya pada mamah yang dijawab dengan anggukan mamah,..” Yawda gapapa, nanti kita pergi ya minggu depan waktu papah udah pulang, kamu udah libur-kan ?? “Tanya papah,..Untung saja Papa gak curiga dan marah, ya walaupun Papa terlihat segitu baiknya, namun soal waktu dan pulang malam dia sangat-sangat Bawel, ya menurut dia gak pantes untuk wanita seperti aku pulang terlampau malam,..
” Iya pah, bener ya..hehehe ” aku tersenyum rindu rasanya untuk kami sekeluarga bisa bertamasya, papa terlalu sibuk dengan pekerjaannya sekarang, mendengarnya saja sudah bisa mengingatkan ku pada masa-masa terdahulu saat kami masih memiliki waktu yang luang untuk bisa bersama-sama..
” Tuan, mobilnya sudah siap ” Sela Jarwo, supir Papa mengingatkan majikannya, perawakannya sedang dengan rambut yang dipotong pendek mirip Tukul, giginya ompong lagi, tapi orangnya setia dan bisa diandalkan sudah 15 tahun dia ikut Papa,
” Ok, makasih ya Wo ” Jawab Papa, ” Tolong koper saya dibawa saja dulu ke bagasi “
” Baik Tuan ” Jarwo pun berbalik sambil mengangkat Koper yang terletak dekat cabinet,..
” Yawda, papah berangkat dulu aja, nanti ketinggalan pesawat lagi ” ingat Mama,.
” Iya dech,.. ” Papa pun mencium kening mama ” Papah berangkat dulu ya Mah , Jenny ” pap pun mencium sayang pipi-ku,,.Geli dech rasanya saat kumis papa menubruk pipi-ku, tapi aku tahu itu tandanya dia sayang sama aku…
Aku pun gantian mencium Papa,..Kami pun berjalan keluar menuju teras, sementara Jarwo membukakan pintu mobil buat Papa..
” Jenny , jangan nakal-nakal ya.. Jagain Mama, awas ga ada Papah pulang malem-malem ya “.. Dari nadanya terdengar dia sedikit khawatir, aku tahu andai saja masih Ada Samuel, Adik kembar-ku yang meninggal waktu berumur 3 tahun pasti Papa lebih tenang meninggalkan keluarganya,..
Setelah kematian Samuel, Mama berusaha mengandung lagi namun beberapa kali dia keguguran, hingga Papa melarang mama untuk hamil lagi, padahal justru Opa dan Oma begitu cerewet menginginkan cucu lelaki,..
Papa pun melambaikan tangan dari balik kaca mobilnya, sebelum mobil-nya berjalan mengantar Papa pergi ke bandara..
Aku dan Mama pun berjalan masuk…Baru beberapa langkah Mama sudah berbicara..
” Jenny, kamu kemarin pulang jam berapa ?? Jangan bohong ke mama “
Aduh mati aku,.. ” Ya jam segitu mah, jam.. hehehe “
Mika Maharani, Perkenalan & Seks Tanpa Suami
Namaku Mika
Sudah sangat klise rasanya memberikan alasan tentang mengapa akhirnya aku jadi wanita simpanan dan panggilan. Uang. Itulah alasan satu-satunya, atau paling tidak yang paling utama. Jutaan wanita panggilan di dunia ini bekerja untuk yang satu itu. Uang. Tak lebih tak kurang.
Tetapi tidak semua wanita panggilan berawal dari kebutuhan akan uang. Aku kehilangan keperawananku 8 tahun yang lalu, bukan karena aku butuh uang. Aku memberikan keperawananku karena orangtuaku yang membutuhkan kepastian. Entah kepastian apa, tetapi mereka selalu bilang bahwa aku harus hidup layak, karenanya harus menikahi seseorang yang memiliki kepastian. Seorang pemilik perusahaan besar. Orangtuaku menganggap perusahaan adalah salah satu bentuk kepastian, padahal akhirnya perusahaan juga bisa bangkrut. Tiga tahun setelah perkawinan itu, Arman -suamiku- tewas dalam kecelakaan lalulintas. Ia pulang dari sebuah pertemuan pemilik saham dalam keadaan mabuk. Pertemuan itu sendiri konon sangat kacau, karena berakhir dengan kesepakatan untuk tidak melanjutkan perusahaan yang dibebani hutang jutaan dollar. Suamiku tewas oleh galaunya sendiri, setelah sadar bahwa ia tak bisa mempertahankan perusahaan yang diwarisinya dari orangtuanya.
Kehidupan ekonomi ku langsung hancur. Orangtuaku minta maaf, tetapi untuk apa minta maaf kepadaku? Orang tua Arman ikut terpukul, karena suamiku adalah anak laki-laki tunggal. Kakak dan adiknya semua telah menikah, ikut suami-suami mereka hidup jauh dari sini. Orangtuaku maupun orangtua Arman sama-sama tak bisa menanggungku lagi. Untunglah kami belum punya anak, karena Arman belum mau punya anak.
Kehidupan psikologis ku juga hancur. Terutama karena aku terlalu bodoh membiarkan diriku bergantung sepenuhnya kepada suami. Aku tidak tahu, sampai sekarang, apakah aku mencintainya. Tetapi aku menggantungkan diri kepadanya, luar-dalam. Ia adalah pria pertama yang hadir dalam kehidupanku. Aku baru berusia 17 waktu menikah, dia berusia 26. Selama sekolah, aku belum pernah pacaran, walau selusin lebih teman pria berusaha mendekati. Aku cuma pernah sekali dicium, itu pun karena si nakal penciumnya menipu ku dengan pura-pura akan berbisik. Aku tak menikmati sama sekali ciuman yang cuma 2 detik itu.
Dengan Arman, aku masuk ke dunia suami-istri seperti seorang buta dituntun seseorang yang terlatih untuk menuntun orang buta. Malam pertama kami tak kan pernah kulupakan. Ia begitu sabar menuntunku, membangkitkan sesuatu yang kemudian tak pernah tidur lagi!
Baiknya kuakui saja, seks adalah sesuatu yang sangat kusukai, dan Arman lah yang memberikan kesukaan itu pertama kali. Aku berhutang sepanjang hayat pada pria yang telah membawakan padaku sensasi indah itu. Perasaan ku padanya tidaklah bisa dibilang cinta, terutama karena aku sendiri tak tahu apa itu cinta.
Rupanya, tubuhku menyukainya, tetapi hatiku tak pernah bisa memutuskan. Gairahku cepat terbangkit kalau disentuhnya, tetapi perasaanku kepadanya biasa-biasa saja, seperti perasaanku kepada lelaki lain. Ia tidak seganteng bintang film pujaanku, tidak segagah teman sekelasku, tidak semenarik seseorang yang pernah kulihat di sebuah mal.
Tetapi almarhum suamiku adalah pecinta ulung. Di atas ranjang, ia bisa membuatku ketagihan. Percumbuan kami tak pernah sebentar, kecuali pada malam pertama atau ketika ia sedang tidak enak badan (dua atau tiga kali saja sepanjang perkawinan permainan cinta kami berlangsung 10 menit). Aku selalu bisa mengalami klimaks berkali-kali, dan suamiku selalu sanggup menunggu sampai aku melewati setidaknya 3 klimaks. Belum pernah rasanya kami bersetubuh kurang dari 1 jam.
