Kuperkosa Mantan Guruku (bag.1)
Namaku adi, aku saat ini berumur 21 tahun, aku sekarang masih kuliyah disalah satu universitas ternama di Malang. Waktu aku masih duduk dibangku SD aku pernah mempunyai seorang guru wanita yang membuatku selalu membayangkannya tiap malam. Dia bernama Bu Lilik Masriyah, dia sudah mempunyai suami bernama Pak Lukman yang juga seorang Guru. Bu lilik mempunyai 3 orang anak, anaknya yang pertama sebaya denganku sedangkan anaknya yang kedua kelas 1 SMA, anaknya yang ketiga duduk dibangku TK. Bu lilik dikenal oleh semua murid sebagai guru yang otoriter, begitu banyak murid murid yang takut bila dia yang mengajar. Tapi dimataku dia adalah wanita yang perfect. Saat ini Bu lilik adalah seorang wanita yang berumur 40 tahun yang anggun, dia cantik, kulitnya putih, hidungnya mancung, bibirnya merah delima, rambutnya sebahu, postur tubuhnya tinggi, body tubuhnya lumayan dan masih singset daripada wanita 40 tahun lainnya. Sewaktu aku masih duduk dibangku SD, tak sengaja sering terlihat BH yang dipakai Bu lilik waktu dia sedang menulis di papan tulis ataupun waktu dia sedang duduk. Hal – hal itu yang membuatku terbayang – baying setiap saat setiap waktu. Bisa dibilang masa puberku waktu itu terjadi karena sering membayangkan aku bercinta dengan Bu lilik. Dasar anak – anak pikirku.
Setiap pulang dari malang aku selalu lewat depan rumahnya, kulihat rumahnya selalu sepi. Mungkin setiap aku lewat dia tak sedang berada diRumah. Singkat cerita Waktu itu aku tiba dirumah pukul 12 malam. Aku sejenak duduk diruang tamu kulihat dimeja ada sebuah undangan reuni dari sekolah SD ku dulu. Besoknya aku datang ke tempat reuni aku bertemu dengan banyak teman – teman SD disitu. Kulihat Bu lilik juga hadir dalan acara tersebut. Ku lihat dia masih tetap cantik seperti dulu. Dalam acara tersebut panitia reuni mengadakan tour ke Bali dalam rangka ulang tahun berdirinya sekolah. Kebetulan 1 minggu aku libur kuliyah dan aku memutuskan untuk ikut dalam tour tersebut. Pukul 4 sore acaranya selesai. Aku segera menghampiri Bu lilik. Ku jabat dan kucium tangannya seraya memberi hormat padanya. Hanya beberapa menit kami ngobrol. Kulihat yang lain sudah pada pulang. “Bu nunggu siapa? Kok belum pulang? Nunggu jemputan yah??” tanyaku sambil tersenyum kecil. “iyah.. ibu nunggu jemputan anak ibu…” jawabnya sambil membalas senyumku “loh memang suami Bu lilik kemana kok anak ibu yang jemput???” tanyaku lagi. “suami ibu lagi melayat ke rumah temanya kedua anak ibu dirumah tapi anak ibu yang sebaya dengan kamu kuliyah diSurabaya dan tadinya dia mau pulang dan sekalian jemput ibu gitu” “oh anak ibu kuliyah diSurabaya ngekost yah bu???” kemudian hp di tasnya Bu lilik berbunyi dan akhirnya dia mengangkatnya. Beberapa detik pembicaraan ku dengan dia terpotong dengan suara hp di tasnya. “oh anak ibu kos disana dia Cuma pulang 1 minggu 1 kali. Tapi kali ini dia gak bissa pulang karena banyak tugas di kampus….barusan dia nelpon ibu” dalam hati ku berkata ini kesempatan untukku untuk bissa menawarkan sesuatu pada dia. “maaf bu lilik, kalau saya diperbolehkan biarkan saya saja yang nganterin ibu pulang…gimana bu???” “eeehhhmmm..gimana yah Di…eehhmmm… yauda deh ibu mau”
Cewe SMU di Gangbang
Namaku Eliza. Cerita ini terjadi saat usiaku masih 17 tahun. Waktu itu, aku duduk di kelas 2 SMA swasta yang amat terkenal di Surabaya. Aku seorang Chinese, tinggi 157 cm, berat 45 kg, rambutku hitam panjang sepunggung. Kata orang orang, wajahku cantik dan tubuhku sangat ideal. Namun karena inilah aku mengalami malapetaka di hari Sabtu, tanggal 18 Desember. Seminggu setelah perayaan ultahku yang ke 17 ini, dimana aku akhirnya mendapatkan SIM karena sudah cukup umur, maka aku ke sekolah dengan mengendarai mobilku sendiri, mobil hadiah ultahku. Sepulang sekolah, jam menunjukkan waktu 18:30 (aku sekolah siang, jadi pulangnya begitu malam), aku merasa perutku sakit, jadi aku ke WC dulu. Karena aku bawa mobil sendiri, jadi dengan santai aku buang air di WC, tanpa harus kuatir merasa sungkan dengan sopir yang menungguku. Tapi yang mengherankan dan sekaligus menjengkelkan, aku harus bolak balik ke wc sampai 5 kali, mungkin setelah tak ada lagi yang bisa dikeluarkan, baru akhirnya aku berhenti buang air. Namun perutku masih terasa mulas. Maka aku memutuskan untuk mampir ke UKS sebentar dan mencari minyak putih. Sebuah keputusan fatal yang harus kubayar dengan kesucianku.
Aku masuk ke ruang UKS, menyalakan lampunya dan menaruh tas sekolahku di meja yang ada di sana, lalu mencari cari minyak putih di kotak obat. Setelah ketemu, aku membuka kancing baju seragamku di bagian perut ke bawah, dan mulai mengoleskan minyak putih itu untuk meredakan rasa sakit perutku. Aku amat terkejut ketika tiba tiba tukang sapu di sekolahku yang bernama Hadi membuka pintu ruang UKS ini. Aku yang sedang mengolesi perutku dengan minyak putih, terkesiap melihat dia menyeringai, tanpa menyadari 3 kancing baju seragamku dari bawah yang terbuka dan memperlihatkan perutku yang rata dan putih mulus ini. dan belum sempat aku sadar apa yang harus aku lakukan, ia sudah mendekatiku, menyergapku, menelikung tangan kananku ke belakang dengan tangan kanannya, dan membekap mulutku erat erat dengan tangan kirinya. Aku meronta ronta, dan berusaha menjerit, tapi yang terdengar cuma “eeemph… eeemph…”. Dengan panik aku berusaha melepaskan bekapan pada mulutku dengan tangan kiriku yang masih bebas. Namun apa arti tenaga seorang gadis yang mungil sepertiku menghadapi seorang lelaki yang tinggi besar seperti Hadi ini? Aku sungguh merasa tak berdaya.
“Halo non Eliza… kok masih ada di sekolah malam malam begini?” tanya Hadi dengan menjemukan. Mataku terbelalak ketika masuk lagi tukang sapu yang lain yang bernama bernama Yoyok. “Girnooo”, ia melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku. Aku sempat merasa lega, kukira aku akan selamat dari cengkeraman Hadi, tapi ternyata Yoyok yang mendekati kami bukannya menolongku, malah memegang pergelangan tangan kiriku dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya mulai meremasi payudaraku. “Wah baru kali ini ada kesempatan pegang susu amoy.. ini non Eliza yang sering kamu bilang itu kan Had?” tanya Yoyok pada Hadi, yang menjawab “iya Yok, amoy tercantik di sekolah ini. Betul gak?” tanya Hadi. Sambil tertawa Yoyok meremas payudaraku makin keras. Aku menggeliat kesakitan dan terus meronta berusaha melepaskan diri sambil berharap semoga Girno yang sering kuberi tips untuk mengantrikan aku bakso kesukaanku tiap istirahat sekolah, tidak setega mereka berdua yang sudah seperti kerasukan iblis ini. Tapi aku langsung sadar aku dalam bahaya besar. Yang memanggil Girno tadi itu kan Yoyok. Jadi sungguh bodoh bila aku berharap banyak pada Girno yang kalau tidak salah memang pernah aku temukan sedang mencuri pandang padaku. Ataukah… ?
Putri
Ini kisah nyataku bersama dengan seorang cewek sebut saja namanya putri, Putri adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun putri adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Putri berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 24 tahun. Putri menganggapku sebagai kakakknya, karena dari dulu putri sangat menginginkan punya kakak laki2, sedangkan mereka hanya 2 bersodara, begitu juga aku yang menginginkan seorang adik cewek, pada mulanya kami sering pergi bareng, bahkan putri pernah menunggui aku ketika aku mengalami sakit parah di RS, tetapi kembali lagi bahwa tidak ada niatan dan rasa apa-apa, karena kami selalu menganggap bahwa kami adalah saudara kandung.
Oh iya Putri cewek dengan tinggi sekitar 165cm, dengan berat 45 kg, cukup kurus memang, wajah spesifik khas orang jawa, ya mirip-mirip Anggun C. Sasmi dengan potongan rambut pendek lah… tonjolan di dadanya tampaknya cukup kecil dengan ukuran 32b.
Setelah mengetahui aku dikhianati oleh cewekku, maka timbul niatan didalam hatiku untuk membalas cewekku itu, namun aku bingung bagaimana caranya, disaat aku melamun mencari cara untuk membalas, tiba-tiba terdengar bunyi dering SMS, yang ternyata dari putri, putri pingin tanya tugas ujian yang akan ditempuhnya, maklum karena aku adalah asisten dosen, sehingga putri sering banyak tanya ke aku. Lalu aku menjawab sms tsb “ ya udah kamu ke sini aja, nanti aku ajarin, kira-kira 1 jam lagi ya, karena aku mau mandi dulu”, karena saat itu Putri mau datang, aku bergumam kalau “ Nah ini aja cara untuk balas dendam ke Tyas ( nama kakak dari putri ) ” dengan cepat aku siapkan handycam dan aku pasang sedemikian rupa sehingga tidak kelihatan oleh orang yang tidak tahu, kemudian aku langsung keluar naik motor membeli obat peangsang untuk wanita. Semua persiapan sudah dilakukan, tinggal menunggu kesempatan saja. Tepat jam 2 siang dirumahku, “ting-tong” bel berbunyi, pintu dibukakan oleh adikku, Putri kupersilakan masuk, tetapi aku masih bingung bagaimana akan menikmati tubuh Putri, karena ortu dan adikku ada dirumah, sambil berpikir keras mencari cara, ternyata tiba-tiba ada telepon dari nenekku kalau ada rapat keluarga mendadak membahas masalah warisan, biasanya ortuku selalu mengajakku untuk nyopir, tetapi karena sedang ada putri, maka akhirnya adikku yang menyopir. “Kebetuan sekali” gumamku, sambil menutup pagar setelah mereka pergi, aku menyiapkan segelas teh yang tentunya udah kuberi dengan obat perangsang yang tadi aku beli. Dosisnya kuberi agak banyak untuk jaga-jaga kalau putri minum sedikit, karena putri sangat haus, maka putri langsung menghabiskan teh itu, karena kebanyakan dosis putri malah pusing dan langsung pingsan.
buy abilify
buy accupril
buy accutane
buy acomplia
buy actos
buy acyclovir
buy aldactone
buy alesse
buy amoxil
buy ampicillin
buy antabuse
buy antivert
buy aricept
buy atarax
buy augmentin
buy avodart
buy ayurSlim
buy baclofen
buy bactrim
buy bactroban
buy benicar
buy bentyl
buy cafergot
buy carisoprodol
buy ceftin
buy celebrex
buy celexa
buy cialis
buy cialis jelly
buy cialis professional
buy cialis soft tabs
buy cialis super active
buy cipro
buy clomid
buy crestor
buy cytotec
buy depakote
buy diclofenac
buy differin
buy diflucan
buy dilantin
buy dostinex
buy doxycycline
buy effexor
buy elavil
buy elimite
buy erythromycin
buy evista
buy famvir
buy female viagra
buy flagyl er
buy flomax
buy floxin
buy fluoxetine
buy furosemide
buy glucophage
buy grifulvin v
buy herbal phentermine
buy herbal testosterone
buy inderal
buy kamagra
buy lamictal
buy lasix
buy levaquin
buy levitra
buy levitra professional
buy lexapro
buy lipitor
buy lotrisone
buy meclizine
buy medrol
buy mircette
buy mysoline
buy nexium
buy nolvadex
buy omnicef
buy orlistat
buy penis growth pills
buy phenergan
buy plavix
buy prednisone
buy prevacid
buy prilosec
buy propecia
buy propranolol
buy proscar
buy prozac
buy revatio
buy rimonabant
buy robaxin
buy sarafem
buy seroquel
buy singulair
buy soma
buy stromectol
buy sumycin
buy synthroid
buy tagamet
buy tetracycline
buy topamax
buy toprol xl
buy torsemide
buy tramadol
buy trazodone
buy triamterene
buy trimox
buy ultracet
buy ultram
buy valtrex
buy vasotec
buy vermox
buy viagra
buy viagra jelly
buy viagra plus
buy viagra professional
buy viagra soft tabs
buy viagra super active
buy voltaren
buy xenical
buy zanaflex
buy zithromax
buy zoloft
buy zovirax
buy zyban
buy zyloprim
buy zyprexa
buy zyvox
cheap abilify
cheap accupril
cheap accutane
cheap acomplia
cheap actos
cheap acyclovir
cheap aldactone
cheap alesse
cheap amoxil
cheap ampicillin
cheap antabuse
cheap antivert
cheap aricept
cheap atarax
cheap augmentin
cheap avodart
cheap ayurSlim
cheap baclofen
cheap bactrim
cheap bactroban
cheap benicar
cheap bentyl
cheap cafergot
cheap carisoprodol
cheap ceftin
cheap celebrex
cheap celexa
cheap cialis
cheap cialis jelly
cheap cialis professional
cheap cialis soft tabs
cheap cialis super active
cheap cipro
cheap clomid
cheap crestor
cheap cytotec
cheap depakote
cheap diclofenac
cheap differin
cheap diflucan
cheap dilantin
cheap dostinex
cheap doxycycline
cheap effexor
cheap elavil
cheap elimite
cheap erythromycin
cheap evista
cheap famvir
cheap female viagra
cheap flagyl er
cheap flomax
cheap floxin
cheap fluoxetine
cheap furosemide
cheap glucophage
cheap grifulvin v
cheap herbal phentermine
cheap herbal testosterone
cheap inderal
cheap kamagra
cheap lamictal
cheap lasix
cheap levaquin
cheap levitra
cheap levitra professional
cheap lexapro
cheap lipitor
cheap lotrisone
cheap meclizine
cheap medrol
cheap mircette
cheap mysoline
cheap nexium
cheap nolvadex
cheap omnicef
cheap orlistat
cheap penis growth pills
cheap phenergan
cheap plavix
cheap prednisone
cheap prevacid
cheap prilosec
cheap propecia
cheap propranolol
cheap proscar
cheap prozac
cheap revatio
cheap rimonabant
cheap robaxin
cheap sarafem
cheap seroquel
cheap singulair
cheap soma
cheap stromectol
cheap sumycin
cheap synthroid
cheap tagamet
cheap tetracycline
cheap topamax
cheap toprol xl
cheap torsemide
cheap tramadol
cheap trazodone
cheap triamterene
cheap trimox
cheap ultracet
cheap ultram
cheap valtrex
cheap vasotec
cheap vermox
cheap viagra
cheap viagra jelly
cheap viagra plus
cheap viagra professional
cheap viagra soft tabs
cheap viagra super active
cheap voltaren
cheap xenical
cheap zanaflex
cheap zithromax
cheap zoloft
cheap zovirax
cheap zyban
cheap zyloprim
cheap zyprexa
cheap zyvox
Irene
Irene seorang gadis umur 18 tahun,aku berkenalan dengannya ketika aku di SMP waktu itu aku sempat jalan dengannya dan waktu itu aku dikhianati olehnya,sempat aku berpikir dengan sahabatku kalo aku akan memperkosa dia saat dia pulang sekolah,tapi kukurungkan niatku waktu itu karena aku masih sempat berpikir ke depan.
Pada waktu ketika aku naik ke kelas 3 SMA tiba" adik angkatku yang baru masuk SMA bertanya kepadaku"Apakah aku kenal dengan gadis bernama irene?"aku tidak berpikir itu dia karena mantanku di SMA banyak,akhirnya setelah bertemu kami pun akrab kembali tetapi di dalam pikiranku masih tertanam benih" balas dendam ketika di SMP dulu.Sampai pada akhirnya setan tlah menguasaiku...tanpa berpikir aku merencanakan satu rencana yang tanpa aku pikir" lagi
Keesokan harinya aku bertemu dengannya di kantin sekolah,dan aku mulai merencanakan siasat yang tlah aku buat.Aku bilang dengannya apakah ada waktu setelah pulang sekolah nanti??dan dia menjawab dengan cepat kalo dia ada waktu.Akhirnya aku tunggu dia di gerbang sekolah dan akhirnya kami jalan ke mall dan di mall aku secara tidak sengaja melihat buah dadanya yang lumayan besar itu,aku mulai tak tahan melihatnya berulang kali ketika dia sedang mencari barang" yang dia butuhkan,aku mencoba menahan gejolak laki"ku yang tlah mucul tetapi rasanya aku tak kuat lagi dan aku segera bilang kepada irene kalo aku sakit kepala dan aku ingin istirahat,tidak beberapa lama irene pun tlah selesai berbelanja dan akhirnya mengantarku pulang sampai kerumah,aku persilakan dia masuk ke rumahku yang waktu itu kosong tak ada sapa" aku pun langsung menjalankan siasatku yang sudah di ujung kepala.
aku tidur di kamar nyokap yang waktu itu nda ada di rumah sedang kerja,aku liat irene sedang bingung entah harus apa,aku bilang ke dia kalo aku ingin dikompres agar sakit kepalaku reda.Tidak beberapa lama akhirnya ia datang membawa air dan handuk yang tlah dibasahi oleh air dingin,dia mencoba mengompresku dengan hati" dan tanpa sengaja aku melihat buah dadanya yang ranum itu,aku mulai gelisah dan aku mulai mencoba merayunya
Tidak beberapa lama aku mulai menciuminya dia kaget ketika aku mencium bibirnya aku mulai memeluk tubuhnya pada saat ketika aku mulai memeluk tubuhnya ia segera melepaskan kedua tanganku dari tubuhnya.aku pun segera merayunya kembali dan akhirnya aku cium dia kembali dan mulai memeluknya mencoba untuk menelatangkan dia di tempat tidur,dia mulai gelisah ketika aku mulai nakal menciuminya,aku pun sudah tak tahan lagi aku pun segera membuka apa yang ada di tubuhku dan ia kaget ketika aku melepaskan celanaku dan ia bertanya"APA YANG AKAN KAU LAKKUKAN TERHADAPKU??" aku tak peduli dengan pertanyaannya aku mulai mencoba membuka seragam dia pakai tanpa susah payah akhirnya aku tlah membuka seragam yang ia pakai dan tinggal celana dalam dan bra hitam yang ia kenakan aku menggila menciumi tubuhnya dari bibir sampai ke lehernya dan ia pun mulai berontak ketika tanganku mulai mencoba melepaskan bra dan celana dalam yang ia pakai aku tampar pipinya yang chubby tersebut dan akhirnya ia pun menangis,aku sudah tak peduli aku mulai mencopot bra dan celana dalam yang ia pakai,ketika aku mau melepaskan celana dalamnya dia memohon kepadaku agar jangan aku lakukan.Aku tampar sekali lagi pipinya yang chubby tersebut dan akhirnya ia pasrah.
aku pun terdiam sesaat ketika aku sudah melepaskan semua yang ada di tubuhnya aku berpikir sejenak betapa indah tubuhnya ketika tak pakai selembar kain pun,aku pun mulai menciumi dadanya yang ranum tersebut aku sedot" putingnya yang merah dengan penuh nafsu terkadang sekali kali aku gigit karena aku gemas,setelah 10 menit aku bermain di dadanya aku mulai turun ke perut dan tanganku tetap mencoba merangsang dadanya yang berukuran 34 B tersebut aku sesekali melihat mukanya yang menangis tersebut tetapi terkadang ada tampang wajah menikmati cumbuan cumbuan yang aku berikan kepadanya
dan tak beberapa lama aku pun mulai turun ke bagian vaginanya aku melihat gua kecil yang masih rapat di tutupi oleh rambut rambut yang halus baru muncul di sekitar kemaluannya,aku pun tanpa pikir panjang aku rubah posisiku menjadi posisi 69 ketika itu aku suruh dia menjilati penisku yang sudah menegang dari awal pertama ia ragu ragu ketika aku suruh dan aku bentak dia untuk cepat menghisap penisku tersebut,akhirnya ia pun mulai menghisap penisku yang sudah menegang dari awal,akupun terdiam sesaat ketika penisku tersebut dihisap olehnya begitu nikmat rasanya dan aku mulai menciumi vaginanya tidak beberapa lama dia mulai menggelinjang sesekali berteriak"OUGH.........ARGH.........."akupun meningkatkan seranganku kepada vaginanya yang masih rapat tersebut terkadang aku menyedot klirotisnya dan ia pun makin menjadi dengan tangannya kepalaku dibenamkan di sela sela pahanya dan tak beberapa lama aku merasakan ada yang keluar dari vaginanya ternyata ia orgasme untuk pertama kalinya.
Aske dan Karyawati Baru
Namaku Lia kini umurku 28 tahun dan aku masih bekerja di tempat yang sama seperti setahun yang lalu, walaupun aku masih agak syok dengan kejadian setahun yang lalu, tapi aku tetap merawat diriku sendiri, teman-teman kantorku bilang, sekarang aku terlihat makin cantik dan seksi, memang aku merasa bangga dengan kecantikan yang kumiliki, kulit yang putih mulus, payudara yang besar dan tubuh yang seksi, aku ingin selalu terlihat cantik, walaupun kenyataannya aku sudah tidak perawan lagi akibat perkosaan yang kualami setahun yang lalu.
Saat ini Aske pun bekerja di kantorku, aku sengaja merekomendasikan Aske ke atasanku agar dia di terima bekerja di kantorku, supaya aku mempunyai teman untuk ngobrol dan berbagi cerita, walaupun begitu, kami tidak lagi pernah membicarakan peristiwa yang tragis itu.
"Ke.. Ada karyawan baru lho.. Di kantor kita" ujarku pada Aske yang saat itu sedang membereskan meja kerjanya.
"o.. Ya.. Cewek.. Cowok..?" tanya Aske
"Ada dua orang Ke.. Dan semuanya cewek, kita yang ditugasin ngasih training kerja ke mereka hari ini.." jawabku, sambil memperhatikan Aske yang hari ini terlihat sangat cantik dengan pakaian kerjanya, Aske saat ini mengenakan rok span pendek warna biru dengan blus putih dan blazer senada roknya, dia juga melingkari lehernya yang jenjang dengan syal kecil berwarna biru muda, Aske memang sangat cantik, apalagi rambutnya sekarang sudah panjang.
"Kapan mulainya Kak Lia..?" tanya Aske lagi, sambil mengenakan sepatu hak tingginya.
"Ya sekarang non.. Cepetan siap siap.." seruku.
Singkat cerita, kami sudah bertemu dan berkenalan dengan kedua pegawai baru itu. yang pertama namanya Alfa, usianya 28 tahun sama dengan usiaku. Wajahnya lumayan cantik dengan rambut ikal sebahu, Alfa berkacamata, tapi itu malah membuat wajahnya semakin menarik, tingginya sama denganku, sekitar 165 cm, tubuhnya padat berisi. Saat ini Alfa mengenakan rok putih pendek dan kemeja biru, khas pakaian kerja.
Pegawai yang kedua, Susan, wajahnya biasa biasa aja dan kulitnya sedikit gelap, tapi bentuk tubuhnya.. Ya ampun.. Seksi banget, postur tubuh Susan lumayan tinggi dengan kaki yang jenjang dan pinggul yang kecil, dibalut rok pendek berwarna hitam, benar benar seksi, apalagi buah dadanya juga termasuk besar untuk gadis se usianya, seperti hendak menyembul keluar dari blus hitamnya yang ketat.
Saat itu kami ditugaskan untuk memantau proyek pembangunan gedung yang dikerjakan oleh perusahaan kami, jaraknya lumayan jauh, sehingga kami harus segera berangkat.
Waktu sudah menunjukan jam 11 siang saat kami tiba di proyek pembangunan itu, dan kami langsung menemui dua orang pimpinan proyek di situ, namanya bapak Alex dan Paul, sebelumnya aku memang sudah membuat janji dengan mereka.
"Kita makan siang dulu yuk.." ajak Pak Alex kepada kami.
"Astaga..!! Sudah jam 12 rupanya.." seruku.
Aku memang tidak sadar karena asyik membicarakan pekerjaan dengan mereka.
"Iya nih Kak Lia.. Kita kan sudah laper.. Iyakan.." seru Aske sambil melihat ke arah Alfa dan Susan, yang langsung di sambut oleh anggukan kepala mereka berdua.
Akhirnya kami berlima pergi ke restoran pilihan Pak Alex.
"Gimana..? Enak kan makanan di sini.. Saya biasa makan siang di sini dengan Pak Paul" komentar Pak Alex.
"Iya.. Makanan disini nggak bikin bosen" sambung Pak Paul sambil terus mengunyah makanannya.
"Wah pinter juga nih Pak Alex milih tempat makan.." jawabku sambil meminum jus jeruk kesukaanku, sementara Aske, Alfa dan Susan masih tetap sibuk menikmati makanan mereka masing masing.
Tapi tiba tiba aku merasa kepalaku pusing dan mataku berkunang kunang setelah meminum jus jeruk tadi.
Erni, diperkosa ramai-ramai
Aku terbangun dengan kepala pening dan mengingat-ngingat apa yang terjadi, tanganku rasanya nyeri sekali, sesaat kemudian aku sadar ternyata tanganku terikat ke atas pada papan yang melintang dengan tali tambang yang kuat, aku tergantung di situ cukup tinggi, aku melihat ke bawah, dan melihat kakiku yang juga terikat tidak mencapai lantai, aku tersentak kaget menyadari tergantung dalam keadaan telanjang bulat, tanpa busana sama sekali.
Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasa-rasanya aku mengenali suara itu, saat pandanganku mulai jernih, aku melihat ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada meja kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit putih dalam keadaan tubuh nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang menutup payudaranya yang membukit indah, tali kutangnya telah terlepas sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang menggunung itu. Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja kecil itu hanya dapat menampung punggung gadis itu, sehingga kepala gadis itu jatuh menengadah. Di depan gadis itu tampak seorang pemuda bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang kudengar berasal dari gadis itu, samar-samar masih dapat kudengar, "Ooohh... amppunnnn... akkhh... ooohhh... jangann... jangannn... oh.. sakit.."
Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip Erni, atau memangkah gadis yang sedang diperkosa itu Erni? Aku tidak pernah melihat Erni telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu memang seperti postur tubuh Erni. Setelah beberapa saat pandanganku semakin jelas, tampaklah bahwa gadis itu memang Erni! Sweater, kaos dalam, celana jeans, dan celana dalam Erni tampak berserakan di lantai. Aku melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak berdaya menolong karena menolong diri sendiri saja aku tidak mampu, dan entah mengapa, setelah beberapa saat melihat Erni yang tak berdaya dalam keadaan nyaris bugil, tak dapat ditahan batang kemaluanku pelan-pelan menegang keras.
Pria yang sedang memperkosa Erni terus memompa batang kemaluannya masuk ke dalam liang kemaluan Erni. Tampak Erni berusaha mengatupkan pahanya namun pria itu melebarkan kaki Erni sehingga berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dengan buas, kemudian tangannya menyentakkan BH Erni dengan kasar dan tampaklah bukit kembar Erni terpentang bebas, membusung menantang dan sangat menggairahkan, bahkan dalam posisi dada yang agak tertarik karena kepala Erni yang menengadah ke bawah. Payudara itu masih tampak montok dan padat, pemerkosa itu terus memompa sambil tangannya meremas-remas payudara Erni itu.
Tiba-tiba pintu terbuka, dan muncul sekitar 3 pemuda yang berpakaian lengkap, mereka tertawa-tawa melihat temannya sedang memperkosa Erni, salah satu melihat padaku dan berkata, "Eh, lihat.. pacarnya sudah bangun!" semua mata pemuda itu tertuju padaku, "Eh... liat tuh! dia ngaceng juga... mau ******* pacarnya... tapi keduluan, si Doel sudah duluan jebolin keperawanan pacarnya, hahaha...!"
Jennifer: My Family, My Home & My Badluck
2 bulan berlalu sejak pertama kali Jenny menceritakan kisahnya padaku, sampai suatu hari tanpa disangka hari itu Jenny mendatangi tempatku dan melanjutkan cerita masa lalunya…Memang kami sempat bersms-an sejak pertemuan kami yang terdahulu, namun kami hilang hubungan sejak aku kehilangan Handphoneku, celakanya aku tak punya back-up nomor teleponnya..
Kedatangan Jenny hari itu membuatku tertegun, senyumnya menyambutku saat membukakan pintunya, cahaya keindahan membuatku tak sanggup melakukan apapun selain membalas senyumannya..sebelum mempersilahkannya masuk,..
Setelah bercanda beberapa saat, Jenny pun mulai bercerita, namun wajahnya yang cantik ditambah lagi kakinya yang putih mulus dan hanya sebuah celana pendek mini yang menutupi pahanya itu, membuatku sedikit kurang konsentrasi mendengarkan ceritanya, namun aku masih dapat mendengarkan garis besar cerita yang keluar dari bibir mungil indahnya, meski sesekali diselingi oleh isak tangis…
Dari ceritanya pun aku sadar bahwa benar dan salah dalam kehidupan seseorang hanyalah sebuah perspektif pandangan, sesuatu yang kotor dan buruk buat kita, belum tentu seperti itu dalam pandangan orang lain, semua hanya sebuah masalah sudut pandang dari tidak adanya sesuatu yang Mutlak..
Demikianlah yang kudengar…
Hari itu, lewat tengah malam, seluruh tubuhku sungguh terasa penat, aku tak pernah menyangka untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mengalami perkosaan, tapi yang tak bisa ku pahami justru aku yang begitu menikmati pemerkosaan ini, entah apa yang salah dalam diriku, perlahan aku memarkir mobil-ku disebelah mobil papa, Pak Arno satpam rumah ku yang membukakan pintu, sedangkan pak Ramses, satpam yang satunya membukakan pintu garasi perlahan agar tak membangunkan Papa, mungkin dia kasihan melihatku yang sering dimarahi Papa bila pulang terlampau malam,..
Pak Ramses perawakannya besar tegap, berasal dari sebelah Timur Indonesia, ya seperti kebiasaan orang dari sana, tubuhnya Hitam dengan rambut keriting, apalagi dia sengaja memelihara kumisnya yang melintang di atas bibirnya yang tebal, namun sungguh dia orang yang baik, terkadang dia berbohong pada Papa, tentang waktu kepulangan-ku, ya walaupun Papa sibuk namun dia begitu disiplin dengan aturan waktu, bahkan cenderung keras…
” Makasih ya pak ” Sapaku pada Pak Ramses ” Papah, udah tidur? ” Tanya-ku sambil memencet tombol alarm mobilku,,.
” Sudah non, Tuan pulang jam 9an tadi, sekarang pasti sudah tidur ” Pak Ramses menjawab, ” Katanya Tuan mau keluar negeri ya non besok, jadi pasti sudah tidur “
Aku pun mengangguk mengiyakan keterangan dari pak Ramses, sedikit lega karena memang kebiasaan Papa untuk pulang cepat dan segera Tidur karena besok pagi dia pasti langsung ke bandara..
” Saya tinggal dulu ya Pak ” Aku pun membuka pintu yang berhubungan dengan Ruang tamu di rumah utama,..
” Selamat istirahat ya non , malam ” kata pak Ramses, aku dapat merasakan tatapan mata pak Ramses, ke seluruh tubuhku yang tampak kumal. Ya mungkin dia sedikit aneh dengan keadaan-ku yang tampaknya sangat letih dan agak kumal , ya semoga saja dia tidak curiga, semoga..
Rasanya baru saja aku menutup mata ini, bahkan aku hanya sempat mencuci tubuhku sebelum berganti dengan lingerie tidurku, namun aku dapat mendengar Bo Inem mengetuk pintu kamarku,..
” Non, non sudah bangun ” Tanya Bok Inem dari balik pintu kamar ” Tuan manggil non ada di ruang tamu “
” Iya bok, bilang ke Papah bentar lagi aku turun ” jawabku ” Tolong bikinin susu hangat ya bok “
” Baik non,.. ” Terdengar langkah kaki bok inem yang melangkah turun,..
Kepala ku masih terasa pening, namun aku pun bergegas berdiri dan berjalan menuju Tolet ku, mengamil sisir untuk sedikit memperbaiki penampilanku…
Tak lama aku pun turun menuju ruang keluarga, ( > papah dulu kerja keras) papa dan mama tampak sedang berbincang, aku pun menyela pembicaraan mereka,..
” Pagi pah, pagi mah ” sapa-ku, sambil duduk di sofa di samping papa.
” Ini dia anak papa yang cantik.. ” aku pun mencium papa dan mama..
” Papah kapan pulang ?? ” Tanyaku.. Bok Inem membawakan Susu hangat yang tadi aku pesan,..” Makasih Bok ” kata ku pada bok Inem
” 5 sampai 6 hari sayang, kenapa ?? ” Tanya Papah..
” Ga papa sich, kan aku kangen ma papah.. ” Jawabku manja, papa pun mengelus kepalaku..
” Dasar anak papah ini manja banget sich.. ” Mama-ku tersenyum melihat kemanjaan-ku pada papah..
” Pasti anak papah mau oleh-oleh sesuatu tuch ” Mama-ku mengejek-ku nakal..
” Iya, nich, pasti kamu pengen sesuatu kan, makanya manja begini.. ” Papah pun ikut-ikutan mengejek-ku
Wajah-ku pun memerah,.ya jelas lah aku pengen sesuatu seperti Tas, Sepatu, ataupun Baju, Paris gitu loh…hehehe
” Aku kan memang manja pah, mah..hehehe, tapi kalo dipaksa ya aku pengen Tas dech…hehehe ” Jawabku masih dengan nada manja..hehehe
” Dasar anak papah ini ” Papah tertawa melihat kelakuanku..” Mamah mau apa ?? ” Tanya Papa,
” Mamah mau papah pulang dengan selamat aja.. ” kata Mama…
Aku pun gak mau kalah, ” Iya pah, yang penting papah pulang selamat , sehat , tambah gagah yah pah… hehehe ” canda-ku
Tawa mereka pun meledak mendengar kemanjaan aku,.. ” Iya sayang, papah juga pengen cepet-cepet pulang cantik, oh iya kemaren malem kamu kemana?? Papah kangen banget ma kamu sampe pulang cepet.. “
” Iya kan mamah sudah bilangin ke papah, Jenny ke pesta Ulang Tahun temennya itu pah” Mamah mengingatkan papah,
” Ke pesta Ulang Tahun siapa sayang ?? kamu pulang jam berapa kemarin malam ?? “
Tanya papah padaku..
” Iya jadi gini pah, aku gak tahu papah mau pulang cepet “. ” Aku pikir papah bakal pulang malem lagi, jadi aku pergi aja ke ultah temenku, Jam 11an aku juga udah pulang, Tanya aja pak Ramses ” Kataku setengah berbohong untuk meyakinkan papah dan mamah..
” Papah udah tidur jam 11an makanya aku juga tidur, kan aku liat kamar papah ma mamah udah gelap jadi takut aja ganggu papah dah tidur.. memang papah pulang jam berapa ? ” Terangku, papah tampak tersenyum melihat wajahku yang lucu saat bermanja-manja seperti itu
” Iya jam 9an dech kayaknya papah sampai rumah ya mah ?? ” Kata papah setengah bertanya pada mamah yang dijawab dengan anggukan mamah,..” Yawda gapapa, nanti kita pergi ya minggu depan waktu papah udah pulang, kamu udah libur-kan ?? “Tanya papah,..Untung saja Papa gak curiga dan marah, ya walaupun Papa terlihat segitu baiknya, namun soal waktu dan pulang malam dia sangat-sangat Bawel, ya menurut dia gak pantes untuk wanita seperti aku pulang terlampau malam,..
” Iya pah, bener ya..hehehe ” aku tersenyum rindu rasanya untuk kami sekeluarga bisa bertamasya, papa terlalu sibuk dengan pekerjaannya sekarang, mendengarnya saja sudah bisa mengingatkan ku pada masa-masa terdahulu saat kami masih memiliki waktu yang luang untuk bisa bersama-sama..
” Tuan, mobilnya sudah siap ” Sela Jarwo, supir Papa mengingatkan majikannya, perawakannya sedang dengan rambut yang dipotong pendek mirip Tukul, giginya ompong lagi, tapi orangnya setia dan bisa diandalkan sudah 15 tahun dia ikut Papa,
” Ok, makasih ya Wo ” Jawab Papa, ” Tolong koper saya dibawa saja dulu ke bagasi “
” Baik Tuan ” Jarwo pun berbalik sambil mengangkat Koper yang terletak dekat cabinet,..
” Yawda, papah berangkat dulu aja, nanti ketinggalan pesawat lagi ” ingat Mama,.
” Iya dech,.. ” Papa pun mencium kening mama ” Papah berangkat dulu ya Mah , Jenny ” pap pun mencium sayang pipi-ku,,.Geli dech rasanya saat kumis papa menubruk pipi-ku, tapi aku tahu itu tandanya dia sayang sama aku…
Aku pun gantian mencium Papa,..Kami pun berjalan keluar menuju teras, sementara Jarwo membukakan pintu mobil buat Papa..
” Jenny , jangan nakal-nakal ya.. Jagain Mama, awas ga ada Papah pulang malem-malem ya “.. Dari nadanya terdengar dia sedikit khawatir, aku tahu andai saja masih Ada Samuel, Adik kembar-ku yang meninggal waktu berumur 3 tahun pasti Papa lebih tenang meninggalkan keluarganya,..
Setelah kematian Samuel, Mama berusaha mengandung lagi namun beberapa kali dia keguguran, hingga Papa melarang mama untuk hamil lagi, padahal justru Opa dan Oma begitu cerewet menginginkan cucu lelaki,..
Papa pun melambaikan tangan dari balik kaca mobilnya, sebelum mobil-nya berjalan mengantar Papa pergi ke bandara..
Aku dan Mama pun berjalan masuk…Baru beberapa langkah Mama sudah berbicara..
” Jenny, kamu kemarin pulang jam berapa ?? Jangan bohong ke mama “
Aduh mati aku,.. ” Ya jam segitu mah, jam.. hehehe “
Pemerkosaan Lia, pengantin baru yang masih perawan…
Malam ini merupakan malam pertama D & L sebagai suami istri. Di kamar, D & L mengganti pakaiannya dengan piyama tidur yang nyaman dan santai dipakainya. Begitu rebah ke ranjang, keduanya langsung saling berpagut. Saat itu Danny merasakan adanya hal yang aneh pada dirinya. Sepertinya jantungnya berdegup lebih cepat dan lebih keras. Semangat libidonya menjadi sangat menyala-nyala. Nafsu birahinya menjadi demikian membara. Malam itu mata Danny yang nampak menjadi merah seakan terbakar menyaksikan Lia istrinya yang teramat sangat seksi. Saat menyaksikan pengantinnya tergolek di ranjang, dia ingin secepatnya menggagahinya. Menyetubuhinya.
Kemudian dengan serta merta tanpa menunjukkan kelembutan atau sentuhan-sentuhan awal, bahkan dengan cara agak kasar, dilucutinya pakaian tidur istrinya Lia, kemudian juga pakaiannya sendiri. Perasaan yang menggebu-gebu ini ternyata juga melanda Lia sendiri. Saat Danny melucuti pakaiannya, dengan desahan yang keras Lia juga menunjukkan ketidaksabarannya. Diraihnya tonjolan besar pada selangkangan Danny yang nampak menggunung. Sebelum sempat Danny menelanjangi dirinya sendiri, di betotnya ****** Danny dari sarangnya. Langsung di kulumnya. Mereka, para pengantin ini nampak dikuasai nafsu birahi yang sudah tidak dapat mereka kendalikan sendiri. Mereka saling merangsek, saling mencengkeram dan meremas, saling menjilat dan menyedoti, saling melampiaskan dendam birahinya. Suasana riuh rendah oleh desah dan rintih pasangan ini sungguh sangat erotis bagi siapapun yang mendengarnya.
Mungkinkah hal itu disebabkan oleh suasana romantis villa mewah ini?. Suasana romantis yang memilik kekuatan untuk mendongkrak libido mereka dengan tajam sehingga nafsu birahi mereka sepertinya begitu terbakar. Nampak Lia yang telah telanjang bulat menunjukkan buah dadanya yang sangat ranum mengencang. Putingnya yang memerah mencuat keras tegak di bukit ranum kencang itu, seakan menanti siapapun yang bersedia mengulum dan menyedotinya. Sementara itu ****** Danny demikian pula. Darahnya telah penuh terpompa pada urat-urat batangnya. ****** Danny ngaceng dengan keras sekali. Urat-uratnya bertonjolan di sekeliling batang itu. Kepalanya yang cukup besar berkilatan yang disebabkan darahnya menekan keluar hingga membuat kulitnya tegang dan mengkilat. ****** itu terus mengaduk-aduk wilayah selangkangan istrinya. Dia mencari lubang vagina Lia yang juga sudah merekah kehausan menunggu ****** Danny untuk menembusnya.
Pagutan, ciuman, gigitan yang disertai erangan, desahan dan rintihan dari Danny dan Lia saling bersambut. Keduanya benar-benar tenggelam dalam nafsu birahi yang sangat tinggi.
?Ayyooo Dannyyy, masukkan tongkolmuuuu.. ayyooo Dann...?.
?Mana memiawmu sayangggg... tongkolku sudah tidak dapat tahan nihhh. ingin secepatnya memasuki lubang surganmuuuu... LIAAAAAA!
Tak pelak lagi, dengan penuh ketidak sabaran, mereka, Danny dan Lia ini sepertinya telah dirasuki kegilaan birahi. Mereka nyaris seperti hewan, yang melampiaskan nafsunya berdasarkan naluri hewaniahnya. Berbagai obsesi seksual yang sesungguhnya bersifat sangat pribadi dan tersimpan dalam-dalam di sanubari masing-masing, tidak dapat tersembunyikan lagi tumpah di malam pertama bulan madu mereka di Villa Forest Green yang sangat romantis ini.
Ujung ****** Danny sudah tepat di bibir lubang vagina Lia ketika tiba-tiba dengan sangat mengejutkan terdengar pintu kamar digedor-gedor dengan sangat kasar dan keras.
Hipnotis Suami Istri
Saya Ira (26 thn) dan suami saya Bayu (28) tahun (nama samaran), kami mengalami suatu kejadian yang tidak bisa terlupakan dan sangat mengganggu kehidupan kami berdua. Saat ini kami sedang dalam perawatan Psikiater. Saya ingin menceritakan pengalaman buruk kami agar rekan-rekan dapat berhati-hati dan selalu waspada jika didekati seseorang yang meminta bantuan.
Pada hari Jum'at tgl 16 July 99 sekitar jam 7 malam sepulang kantor kami menuju ke Warung Tenda Semanggi untuk makan malam.
Saya memilih sebuah tempat di sekitar cafe Bis Tingkat, kami duduk di sebuah meja bagian luar sehingga dapat memperhatikan orang yg sedang lewat. Pada saat kami sedang berbincang-bincang, ada tiga pria datang dan mengambil meja tepat disamping kami. Kemudian salah satu dari mereka, ingin menyalakan rokok dan meminjam korek Bayu. Tanpa rasa curiga Bayu menyalakan rokok si Pemuda tadi, pada saat yg hampir bersamaan Pria tsb menepuk bahu kami berdua dan seingat saya memandang mata saya dengan tajam. Bayu ternyata merasakan hal yg sama juga. Dia mengatakan bahwa dia bekas teman Bayu waktu kuliah dulu di Amerika (padahal Bayu tidak pernah kuliah di Amerika), tapi anehnya seperti di hipnotis kami percaya dan mengganggap mereka seperti teman baik. Dua orang yg tadi duduk di meja samping kami sekarang bergabung di meja saya. Kami berlima makan malam seperti kawan yg akrab sekali. Ketiga-tiganya masih muda dan berpenampilan menarik, saya hanya ingat salah satu bernama Rico.
Setelah Bayu membayar bill, Rico mengajak kami untuk melanjutkan bincang-bincang di tempat dia. Saya dan Bayu menurut saja, kemudian kami menuju ke mobil mereka, seingat saya Kijang Baru. Setelah berputar-putar kami dibawa kesebuah hotel disekitar Blok M / Senayan, kemungkinan Grand Mahakam atau Hotel Mulia (kami tidak ingat dengan jelas). Kami kemudian berada pada sebuah kamar yang cukup besar dengan ruang tamu (suite room). Seperti di sihir, salah satu dari mereka mengajak bayu ke ruang tamu untuk minum-minum sedangkan yg dua (Rico dan temannya) meminta saya masuk ke dalam kamar yg terpisah dengan ruang tamu.
Anehnya saya merasa senang dan menuruti semua perkataan Rico, menurut pengakuan Bayu dia juga merasakan hal yg sama.
Saat itu saya memakai baju kerja, atasan warnah merah, rok mini warna coklat tua, blazer Coklat muda, stoking putih, celana dalam putih, BH No 34C putih , dilengkapi dengan suspender warna putih pula.
Lhian, diperkosa gurunya sendiri
Seperti biasa pada pagi yang cerah Lhian bersiap untuk berangkat sekolah. Lhian S, gadis cantik bertubuh tinggi, sexy dan putih mulus. Gadis berkacamata ini cukup pintar dan rajin dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Dia dikenal sebagai gadis nomor satu disekolahnya. Sifatnya yang tomboy memudahkan para teman prianya untuk menikmati tubuh Lhian dengan memandangi payudara, paha, pinggul, ketiak dan pantatnya yang besar. Karena Lhian sangat mudah bergaul dengan anak cowok. Tinggi Lhian sekitar 168 cm, dan beratnya 55 kg.
Lhian memang mempunyai tubuh yang paling sempurna di sekolahnya. Dengan ukuran bra 36B, ia kadang tidak memakai bra untuk menyangga susunya ketika bermain dengan teman-temannya. Para teman cowoknya yang beruntung saat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat jakun pria naik turun. Mereka berharap bisa menjamah kantong susu itu, dan meminum susunya. Meskipun tidak mengenakan bra, susu Lhian yang hanya ditutupi kaos terlihat kencang dan tegak. Itu karena Lhian rajin berolahraga, baik itu push-up, sit-up, jogging, basket, dll. Sehingga susunya pun sangat padat dan kenyal. Tapi yang paling menonjol adalah buah pantatnya yang besar dan luar biasa montok. Lhian terpilih mempunyai pantat terindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu Lhian selalu memakai rok birunya yang ketat, pantatnyapun bergantian naik-turun ketika ia berjalan. Garis celana dalamnya tercetak jelas di belakang roknya, menandakan betapa padat dan montoknya pantatnya.
Selama proses belajar mengajar, para guru laki-laki yang mengajarnya sering memperhatikan Belahan payudara Lhian yang kadang terlihat sedikit menyembul keluar, dan roknya yang tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus terpampang jelas dimata gurunya. Lhian kadang sengaja membiarkan beberapa bagian tubuhnya diamati. Lhian mempunyai pinggul yang lebar, pantat yang sekal dan paha yang besar dan gempal menggairahkan. bahkan tidak jarang teman-teman cowok dikelasnya yang nekat masturbasi dikelas ketika sedang jam pelajaran, karena tidak tahan melihat paha atau pantat Lhian didepannya. Lhian sangat bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstra di sekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Lhian sekolah di sebuah SMU swasta yang terkenal dikotanya, sekarang ia kelas 3.

Paras Ayu