Break, Break.., Tante pun Didapat
Sejak berada dibangku SLTA, saya mempunyai hoby merakit alat-alat elektronika, yang salah satunya adalah alat komunikasi Handheld Transceiver (HT). Setelah rampung merakit dan berhasil untuk digunakan berkomunikasi kini hari-hariku terisi dengan membuang kejenuhan melalui alat komunikasi tersebut. Sampai suatu saat ditengah malam, saya ngebrik dengan seorang wanita di channel khusus yang hanya dapat kami pergunakan berdua alias "mojok" dengan fasilitas symplex duplex. Asyik memang sehingga tak terasa sudah larut malam.
"Mah..., udah larut malam nich, masak hanya ngobrol terus tanpa tindakan?", tanyaku agak manja.
"Emang Papa mau ngapain, kita khan cuma bisa berbicara aja", balasnya di seberang sana.
"Engg maksud Papa..., ehm ssth", suaraku sengaja mendesah merayu.
"Ach Papa, dadamu menggairahkan emm apalagi pen.., auh besarnya".
"Emmh mah, buah dadamu montok, bersih dan itu..., putingnya merah jambu..., Papa ingin mengulumnya mah".
"Ini pah silakan..., ahh..., aih..., terus pah auh...".
Demikian hangatnya komunikasi ini sampai tak terasa celana dalamku basah oleh lendir kental seperti susu milk.
"Mah saya udah keluar nich, Mama udah belum?, tanyaku.
"Mamah belum apa-apa tuh pah", jawabnya.
"Gimana pah kalau besok kita KOPDA (Kopi Darat)".
"Oke dech mah, tapi dimana?
"Emm di Matahari Plasa lantai IV, tepatnya di Rumah Makan Dandaman, aku disana pakai T-shirt hitam dan celana Jeans Biru. Cari aku disana yah...".
"Oke deh,... Lalu jam berapa?".
"Ya..., jam 10 pagi, bisa nggak?
"Pasti bisa deh..., oke sampai ketemu besok ya..., daah cup ah cheerio mam."
"Cup ah juga pah sampai besok..., cerio".
Aku Selingkuh Lagi
Selama satu minggu Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami. Apalagi setelah Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku.
Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami datang aku dan Ibu Mertuaku langsung menuntaskan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, akibatnya fatal.
Aku ‘Obat Awet Muda’ Tante Erni
Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya tante Erni ( biasa Aku panggil dia begitu ) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin Aku bergetar.
Tante Erni ini tinggal dekat rumah aku, hanya beda 5 rumah lah, nah tante Erni ini cukup deket sama keluarga Aku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumah Aku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah tante Erni ini lah yang bikin Aku cepet gede ( maklum lah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepat ).
Biasanya tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atahu kadang-kadang celana pendek yang bikin Aku ser...ser...ser...Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang tv dan biasa juga Aku pura-pura nonton tv saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengsaja atahu engenggak Aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh ngangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser..ser lagi deh hmmm. Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengsaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih Aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan ( wuih Aku suka banget nih ). pernah Aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ Aku sudah mulai suka sama tuh tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh tante.
Demi Sebuah Absen
Kisahku yang satu ini terjadi sudah anggak lama, tepatnya pada akhir semester 3, dua tahun yang lalu. Waktu itu adalah saat-saat menjelang UAS. Seperti biasa, seminggu sebelum UAS nama-nama mahasiswa yang tidak diperbolehkan ikut ujian karena berbagai sebab seperti over absen, telat pembayaran, dan sebagainya tertera di papan pengumuman di depan TU fakultas. Hari itu aku dibuat shock dengan tercantumnya namaku di daftar cekal salah satu mata kuliah penting, 3 SKS pula. Aku sangat bingung disana tertulis absenku sudah empat kali, melebihi batas maksimum tiga kali, aPakah aku salah menghitung, padahal di agendaku setiap absenku kucatat dengan jelas aku hanya tiga kali absen di mata kuliah itu.
Akupun complain masalah ini dengan dosen yang bersangkutan yaitu Pak Qadar, seorang dosen yang cukup senior di kampusku, dia berumur pertengahan 40-an, berkacamata dan sedikit beruban, tubuhnya pendek kalau dibanding denganku hanya sampai sedagu. Diajar olehnya memang enak dan mengerti namun dia anggak cunihin, karena suka cari-cari kesempatan untuk mencolek atau bercanda dengan mahasiswi yang cantik pada jam kuliahnya termasuk juga aku pernah menjadi korban kecunihinannya.
Kisah Bersama Ibu Muda
Sebut saja namaku Dandy 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan "warna-warni" serta "pernah-pernik"nya.
Belajar Malam Lebih Enak Ama Tante
Kami tinggal di rumah yang cukup, dan tidak terlalu besar hanya ada 3 kamar, aku masih bersekolah, ya walau pun tak terlalu pintar tapi ngak norak bangetlah, hari demi hari seperti kami lalui seperti biasa, walaupun rumah Dinas baru ini cukup bersih dan nyaman, namanya juga rumah baru, pasti suasana hati sangat senang, aku cukup terasa capek jika berangkat dari rumah baru ya lumayan jauhlah, tapi udah resiko, kami di rumah ada 3 orang, ibu dan ayah tidur dikamar depan, aku di kamar tengah yang cukup besar, sementar ipah (pembatu baru) kamar belakang hanya cukup tempat tidur satu dan lemari baju saja, ya kecillah bangun langsung dapat pintu, kami tingal di rumah baru sebulan. Dan kami kedatang tami dari semarang, rupanya tante Dina dengan 1 anaknya yang masih berumur 1 thn 3 bulan, kedatang tante rupanya lagi mendapat masalahnya kalau laki di tuduh korupsi, jadi tante ketakutan, dan seperti biasa malam itu kami bercerita semalam suntuk, kalau tante ini adalah sepupu mama.
Din kamu tidur ama si ari yaa. Sebab si ari kamarnya cukup lumayan besar dan hanya kasur tak ada tempat tidur, ya itu kesukanya, iya deh mba, aku masuk kamar sebab udah jam 12:30 mlm besok harus sekolah, dan tante Dina masuk, tak lama, aku terkejut kalau si dodo, terbangun, oeek..ooee..oeee…, cuup..cuup.. kamar baru ya do, kenapa tante iya kalau kamar baru dia suka kaget, oh ya udah aku tidur dulu deh, rupanya jam 5 pagi kakek dari ayah meningal di jogja, jadi ibu dan ayah harus berangkat sebelum, dikebumikan, ayah dan ibu pergi ya ri jadi kalian di rumah ari kamu jangan bolos kalau ngak penting banget, ayah palang lama 7 hari, iya deh yah, aku pun berangkat sekolah, aku pulang sampai rumah sekitar jam 3an “ ri kok sore pulangnya” ,eh iya tante ada olahraga, oh gitu, ya udah ganti baju terus makan gih, dan tante duduk di sofa sambil nonton, aku makan di meja makan, sambil memandang lumanya juga tuh body, rupanya tante merik aku, ehm jadi keseduk, eh kenapa ri.., ah ngak apa kok, minum gih sana, hari udah jam 4 badan terasa capek aku langsung masuk kamar dan kulihat sisi dodo, terbangun, tak lama aku berbaring sambil main dengan dodo, “ eh dodo kebangun ya”, eh iya tante aku tiduran dan tante mengeluarkan buah dadanya, mimi dulu ya do.., udah jangan liat2 nanti malah hamil anak orang lagi, “ walah tante ada2nya, udah aku lelah, rupanya tante berputar kini tante ditengah2 aku dibelakangi tante, walau pun dibelakangi aku bisa melihat belahan pahan dari daster ya tangungnya, tak lama abis dodo di tetein, berbaring dekat aku, dan aku udah selayang mau tertidur, ri.., iya apa tan.., kamu ngantuk ya, iya kenapa, ya udah tidur gih.
Tante Aku Titip Anakku
Selama 5 tahun berjalan, aku hidup bersama tante wisi, dan aku harus menikahi cici, aku sekarang bekerja sebuah perjalan wisata, kami merasa pernikahan yang baru berjalan sekitar 7 bulan ini, dan hidup kami bagiah aku dengan cici, kami tak perlu memakai kondom lagi, cici pun mulai hamil sambil kulia, dia tidak malu walaupun hamil sambil kulia, selama ini aku dan cici masih sempat datang kerumah tante wisi, selama aku kuliah di semester 6 aku sudah tidak tinggal di rumah tante wisi, sebab 3 tahun lalu tante wisi berencana ingin menikah dengan duda, dan pernikah mereka berlangsung. Selama pernikah tante sudah di karunia seorang anak 1 dan kami sangat rukun sekularga.
Pijat payudara
Cerita ini terjadi waktu saya berumur 15 ketika itu, waktu saya liburan di rumah teman Om saya di kota Jakarta, sebut saja nama teman Om saya Dody. Om Dody mempunyai istri namanya Tante Rina. Umur Om Dody kira-kita 40 tahun sedangkan Tante Rina berumur 31 dan mereka mempunyai anak berumur 5 tahun bernama Dino. Om Dody adalah teman baik dan rekan bisnis Om saya. Tante Rina Seorang wanita yang cantik dan mempunyai tubuh yang indah terutama bagian payudara yang indah dan besar. Keindahan payudaranya tersebut dikarenakan Tante Rina rajin meminum jamu dan memijat payudaranya. Selama menginap di sana perhatian saya selalu pada payudaranya Tante Rina. Tak terasa sudah hampir seminggu saya menginap di sana, suatu siang (saat Om Dody pergi ke kantor dan Dino pergi rumah neneknya) Tante Rina memanggilku dari dalam kamarnya. Ketika saya masuk ke kamar Tante Rina, tampak tante cuma mengenakan kaos kutung tanpa menggunakan bra sehingga dadanya yang indah telihat nampak membungsung.
Bercumbu Dengan Tante Linda
Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.
Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel banget dan nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergoki Tante Linda lagi pas baru mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.
Ibu Rani Dosenku
Aku mahasiswa arsitektur tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, dan sudah saatnya melaksanakan tugas akhir sebagai prasyarat kelulusan. Beruntung, aku kebagian seorang dosen yang asyik dan kebetulan adalah seorang ibu. Rani namanya, di awal umur tigapuluh, luar biasa cantik dan cerdas. Cukup sulit untuk menggambarkan kejelitaan sang ibu. Bersuami seorang dosen pula yang kebetulan adalah favorit anak-anak karena moderat dan sangat akomodatif. Singkat kata banyak teman-temanku yang sedikit iri mengetahui aku kebagian pembimbing Ibu Rani. "Dasar lu... enak amat kebagian ibu yang cantik jelita..." Kalau sudah begitu aku hanya tersenyum kecil, toh bisa apa sih pikirku.

Paras Ayu