Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Sesal di Malam Sendu

Posted on September 6, 2010

Aku berjalan menyusuri pintu keluar bandara soekarno-hatta sambil mendorong trolli koperku yang penuh berisi pakaian dan oleh-oleh pesanan keluargaku, temanku dan Hanna Gia Abottana kekasihku yang telah kutinggalkan hampir 3 tahun ini untuk pekerjaan dan kuliahku di Prancis. Setelah lulus kuliah aku mencari beasiswa S2 di luar negeri dan kebetulan aku mendapatkan beasiswa ke Prancis dan Belanda, tapi aku lebih memilih ke Prancis, tentu saja bukan karena biayanya lebih murah atau kualitasnya yang lebih bagus, alasannya Prancis adalah kota teromantis di dunia. Siapa yang tidak ingin melihat Prancis, bisa hidup dan tinggal di sana adalah suatu kebanggaan tersendiri buatku.

Saat mulai melewati pintu keluar bandara, aku berusaha memasang wajah bersemangat dan ceria walaupun sebenarnya hari ini aku lelah sekali karena menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam, dan harus berdesak-desakan dengan bule-bule berbadan besar tapi untung saja aku lumayan tinggi dan tubuhku lumayan atletis karena aku menyempatkan diri untuk selalu memainkan olahraga favoritku basket sehingga aku tidak mati atau remuk berdesak-desakan dengan bule-bule itu. Aku mendorong trolliku agak lambat saat keluar dari pintu bandara kepalaku melihat-lihat ke berbagai arah.
“Aldi…….!!”
Ada suara yang memanggilku aku mencari-cari siapa yang memanggilku sampai mataku tertuju pada sosok wanita dengan jaket putih, kaos oblong, celana jeans hitam dan sepatu kats yang menatapku sambil tersenyum lebar terlihat lesung pipi di pipi kirinya, tidak salah lagi itu Hanna. Ia terlihat agak sedikit kurus dari sebelumnya, tapi saat ini rambutnya yang lurus ia keriting bagian bawahnya dan diwarnai dengan warna coklat tembaga benar-benar semakin mirip gadis-gadis jepang. Aku semakin mempercepat langkahku berjalan ke arahnya dan memeluknya, ia tidak begitu tinggi, tingginya kurang sedikit dari 160 cm sehingga ketika aku memeluknya pas menempel di dadaku. Sebenarnya aku sedikit heran dengan tingginya yang tidak begitu tinggi tapi dia tetap dengan mudahnya memasukan bola basket ke ring.

Hanna adalah adik kelasku ketika aku kuliah dulu kami selisih dua tingkat tapi umur kami terpaut 3 tahun karena ia terlalu cepat masuk sekolah. Aku sudah menyukainya ketika pertama kali ia OSPEK, nama belakangnya yang sedikit aneh membuat dia menjadi perhatian sesaat kala itu. Walaupun kami berbeda jurusan aku bisa lebih dekat dengannya karena kami sama-sama satu organisasi kemahasiswaan di kampus. Rapat bersama, berdemonstrasi bersama dan melakukan kegiatan bersama membuat aku semakin mengenalnya tapi dia agak sulit untuk didekati yang lebih dari seorang sahabat. Dia sibuk dengan organisasi kampus, latihan basket, komunitas seni lukisnya dan juga dengan kuliahnya karena dia paling pantang kalau nilai-nilainya jelek. Hal ini membuatku putus asa untuk mendekatinya sampai akhirnya aku sempat melupakannya dan sibuk dengan duniaku sendiri dan pacar baruku. Entah mengapa ketika aku memulai KKN cinta lamaku padanya bersemi kembali, tapi aku memberanikan diri untuk lebih nekat mendekatinya dan menyatakan cinta ketika aku telah di wisuda. Saat itu rasanya benar-benar bahagia aku hanya ingin dia lah yang menjadi pendamping hidupku selamanya.

Setelah kepulanganku dia berencana mengajakku pergi camping, katanya dia ingin merasakan berkemah. Masalah tempat dia yang menentukannya tapi untuk perlengkapan camping aku yang mengaturnya karena dia sama sekali belum pernah camping, sedangkan aku sudah berkali-kali camping dengan temanku terutama jika naik gunung. Paginya dia datang menjemputku, barang-barangnya sudah dia siapkan di bagasi mobilnya, benar-benar terlalu banyak pakaian, memangnya dia mau menginap berapa lama untuk camping si?. Dia hanya menyisakan sedikit tempat untuk barang-barangku. Begitu sampai di lokasi hari telah mulai senja karena kami sempat kesasar pada awalnya, langsung saja aku mendirikan tendaku, tapi dia tidak mendirikan apa-apa karena tendanya ketinggalan. Aku sebenarnya heran melihatnya, tenda yang begitu penting malah tertinggal sedangkan bagasinya penuh dengan bantal, bad cover, makanan dan pakaian. Mungkin ini resiko camping dengan orang yang belum pernah camping sebelumnya. Akhirnya, kami memutuskan untuk berbagi ruang di tendaku, karena hari mulai gelap dan kami lelah sekali setelah kesasar lumayan lama, kami memutuskan malam itu untuk segera makan bekal yang telah dibawa dan tidur saja.

“Hans, kapan kamu mau menikah?” tanyaku memecah kesunyian malam di tendaku yang lumayan sempit karena penuh dengan bantal dan bad cover miliknya.
“Mungkin 3 s.d 4 tahun lagi”
“Lama sekali Hans”
“Nggak, aku masih muda kali, hehehe. Memangnya kamu sudah tua”
“Huuuuuuu….. sok muda, ingat ya umur kita tu sama-sama udah kepala dua tahu!!”
“Hahaha. Masih banyak yang mau aku kerjakan sebelum menikah dan semuanya udah aku rencanakan, kalu dihitung ya jatuhnya 3 s.d 4 tahun lagi”
“Nggak bisa kurang?”
“Nggak programku udah kaya gitu. Kenapa? kebelet kawin ya?? sana cepet-cepet cari cewek yang mau nikah sama kamu!!”
“Hm…….. emang susah kalau ngomong sama orang utan!!”
“Hahaha. Udah ah.. mau bobo nie….. Good night!”
“Night”

Tidak lama setelah itu, dia pun tertidur pulas. Aku memandanginya dengan tatapan lembut dari mataku yang kata orang tajam bagai elang, lalu tanpa sadar aku semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya, wajahnya begitu cantik dan putih mulus, bibirnya mungil kemerahan. Aku pun menggesek-gesekan hidung mancungku ke hidungnya dengan lembut dan berlahan, entah mengapa jantungku berdebar dengan cepat, tubuhku mulai tegang dan dadaku mulai sulit untuk bernafas apalagi ketika aku merasakan hawa hangat yang keluar dari mulutnya yang sedikit terbuka mungkin karena dia agak kesulitan bernafas dengan hidungnya yang kugesek-gesekan dengan hidungku. Aku tidak tahu apa yang mendorongku untuk melakukan ini tapi aku tanpa sadar mulai mendekatkan bibir tipisku kebibirnya, bibir bagian atasnya aku kecup dengan lembut, aku kulum sehingga masuk jauh ke dalam mulutku, untuk beberapa detik aku tidak melepasnya. Kemudian aku melepaskan bibirku dari bibirnya, bibir kami masih bersentuhan tipis, bibir atasnya basah dan nafasku memburu. Kuperhatikan wajahnya, takut jika dia sadar tapi tidak ada reaksi yang lebih jauh darinya hanya erangan karena kesulitan bernafas mungkin karena aku mendekap tubuhnya dan menaruh wajahku terlalu dekat dengan wajahnya. Nafasku masih memburu, jantungku semakin berdebar kencang, upayaku untuk menenagkan diri tidak ada hasilnya malah bibirnya yang sewaktu-waktu terbuka dan bergesekan tipis dengan bibirku karena mencari-cari udara membuat darahku kembali berdesir, apakah ini yang disebut dengan nafsu birahi. Aku tidak tahu mengapa gerakan mencari-cari udaranya itu malah membuatku kembali melumat bibirnya, kali ini benar-benar tidak lagi selembut yang tadi, benar-benar aku melumat bibirnya penuh dengan nafsu. Aku mencintainya, aku tidak mau memperlakukan dia seperti ini, tapi aku juga tidak mau melepaskan bibirnya dari bibirku, hatiku terasa sakit jika harus melepasnya. Rasa rinduku selama bertahun-tahun tidak bertemu dengannya, rasa cintaku tidak ingin kehilangan dirinya benar-benar aku tumpahkan saat itu juga.

Lama aku mengulum bibirnya, kulepaskan sedetik lalu kukulum lagi, mataku terpejam saat melakukannya, menikmati rasa bibirnya yang menyatu dengan bibirku dan kini telah basah sepenuhnya. Tidur lelapnya mulai terusik karena perlakuanku, tangannya mulai meraba-raba punggung dan lengan tanganku, kepalanya bergerak kekanan-ke kiri dengan perlahan, kurasakan nafasnya memburu dan mulutnya semakin terbuka lebar sehingga aku pun bisa memasukan lidahku ke dalam mulutnnya, rasanya begitu aneh ketika lidahku menyentuh lidahnya tapi aku merasakan kepuasan tersendiri ketika aku benar-benar bisa melumat habis mulutnya. Ciumanku semakin menjadi, dan tanganku pun mulai kumasukan ke dalam kaos bagian belakangnya sehingga kulit pinggangnya yang hangat dan lembut bisa kurasakan sampai akhirnya aku tersentak kaget ketika tangan kanannya memegang erat tangan kiriku yang mulai meraba punggungnya. Aku membuka mataku dan spontan melepaskan bibirku dari bibirnya sehingga bibir kami berjarak 10 cm, aku melihat wajahnya. Matanya telah terbuka, mulutnya ternganga, nafasnya terenggah-enggah. Dia benar-benar kaget menatap wajahku, bibirnya bergetar tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Seharusnya aku merasa bersalah tapi tidak, aku tidak merasakan perasaan bersalah sedikitpun kepadanya.

Selama menjadi kekasihku dia memang belum pernah kucium bibirnya secara langsung, aku hanya mencium kening, pipi dan tangannya itu pun hanya pada saat-saat tertentu saja. Dia tidak selalu memberikan kesempatan itu kepadaku. Pernah suatu ketika, saat kami sedang di toko souvenir, dia mengambil sebuah selendang, memakainya menjadi kerudung serta sisa kain selendangnya dia lilitkan di bagian bawah wajahnya, menjadikannya cadar dan menunjukannya padaku sambil menggoyang-goyangkan kepala layaknya penari India. Aku hanya bisa tertawa geli melihatnya karena gemas, aku memegang wajahnya yang ditutupi selendang dan aku mencium bibirnya yang bersembunyi dibalik cadar selendang tipis itu dengan cepat. Aku hanya menganggapnya suatu hal yang biasa, memang aku tetap bisa merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibirku tapi kenyataannya aku mencium sebuah selendang, hanya selendang, tapi apa yang terjadi, dia malah menamparku, lalu menatapku dengan tajam seperti tatapan seorang yang ingin membunuh untungnya saat itu tidak ada orang disekitar kami kalau ada mungkin aku akan sangat malu sekali atau mungkin saja dia tidak jadi menamparku karena aku tahu Hanna tidak akan mempermalukan orang di depan umum. Setelah kejadian itu, dia masih bisa memberikan senyum kepada penjaga toko tapi tidak kepadaku. Lama kami tidak bicara, setelah aku memberanikan diri meminta maaf, dia baru bisa kembali seperti semula. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi mengungkit-ungkit hal itu dan aku tidak pernah berani lagi untuk melakukannya.

Filed under: Umum Continue reading

Malam Pertama dengan kekasihku

Posted on September 6, 2010

Namaku Anggi, umurku 22 tahun. Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja. Saat ini aku sudah  berada di tingkat akhir dan sedang dalam masa penyelesaian skripsi. Sebelum aku memulai kisah yang akan menjadi kisah indah bagiku, perkenankan aku mendeskripsikan diriku. Tinggiku 160 cm dengan berat 45 kg. Rambutku hitam panjang sepinggul dan lurus. Kulitku putih bersih. Mataku bulat dengan bibir mungil dan penuh. Payudaraku tidak terlalu besar, dengan ukuran 34 B.

Sebulan yang lalu, seorang laki-laki berumur 28 tahun memintaku jadi pacarny. Permintaan yang tak mungkin aku tolak, karena dia adalah sosok yang selalu ku impikan. Dia seperti pangeran bagiku. Badannya yang tinggi dan atletis serta sorot matanya yang tajam selalu membuatku terpana. Namanya adalah Rico, kekasih pertamaku. Rico sudah bekerja di perusahaan swasta di Jogja. Rico sangat romantis, dia selalu bisa membawaku terbang tinggi ke dunia mimpi. Ribuan rayuan yang mungkin terdengar gombal selalu bagai puisi di telingaku. Sejauh ini hubungan kami masih biasa saja. Beberapa kali kami melakukan ciuman lembut di dalam mobil atau saat berada di tempat sepi. Tapi lebih dari itu kami belum pernah. Sejujurnya, aku kadang menginginkan lebih darinya. Membayangkannya saja sering membuatku masturbasi.

Hari ini (30 Maret 2010) tepat sebulan hari jadi kami. Rico dan aku ingin merayakan hari jadi tersebut. Setelah diskusi panjang, akhirnya diputuskan weekend kita berlibur ke kaliurang.

Sabtu yang ku tunggu datang juga. Rico berjanji akan menjemputku pukul 07.00 WIB. Sejak semalam rasanya aku tidak bisa tidur karena berdebar-debar. Untuk hari yang istimewa ini, aku juga memilih pakaian yang istimewa. Aku mengenakan kaos tanpa lengan berwarna biru dan celana jeans 3/4. Rambut panjangku hanya dijepit saja. Karena takut nanti basah saat bermain di air terjun, aku membawa sepasang baju ganti dan baju dalam. Tak lama kemudia Rico datang dengan mobil honda jazz putihnya. Ahh,, Rico selalu tampak menawan di mataku. Padahal dia hanya memakai kaos hitam dan celana jeans panjang.

"Sudah siap berangkat, Nggi?" aku pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil. Perjalanan tidak memakan waktu lama karena jalanan masih cukup sepi. Sekitar 45 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. Ternyata pintu masuk ke area wisata masih ditutup.

"Masih tutup, mas.. Kita jalan dulu aja ke tempat lain, gimana?" tanyaku
"Iya.. coba lebih ke atas. Siapa tau ada pemandangan bagus."

Rico segera menjalankan mobilnya. Tidak begitu banyak pemandangan menarik. Begitu sekeliling tampak sepi, Rico memarkir mobilnya.

"Kita nunggu di sini aja ya, sayang. Sambil makan roti coklat yang tadi aku beli. Kamu belum sarapan, kan?"
"iya, mas.. Anggi juga lapar"

Sambil makan roti, Rico dan aku berbincang-bincang mengenai tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Tiba-tiba...

"Aduh Anggi sayang, udah gede kok makannya belepotan kayak anak kecil,,," ucapnya sambil tertawa. Aku jadi malu dan mengambil tisue di dashboard. Belum sempat aku membersihkan mukaku, Rico mendekat, "Sini, biar mas bersihin." Aku tidak berpikir macam-macam. Tapi Rico tidak mengambil tisue dari tanganku, namun mendekatkan bibirnya dan menjilat coklat di sekeliling bibirku. Oooh,, udara pagi yang dingin membuatku jantungku berdebar sangat kencang.

"Nah, sudah bersih." Ucap Rico sambil tersenyum. Tapi wajahnya masih begitu dekat, sangat dekat, hanya sekitar 1-2 cm di hadapanku. Sekuat tenaga aku mengucapkan terima kasih dengan suara sedikit bergetar. Rico hanya tersenyum, kemudian dengan lembut tangan kirinya membelai pipiku, menengadahkan daguku. Bisa ku lihat matanya yang hitam memandangku, membuatku semakin bergetar. Aku benar-benar berusaha mengatur nafasku. Seketika, ciuman Rico mendarat di bibirku. Aku pun membalas ciumannya. Ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya. Ku rasakan tangan kanan Rico membelai rambutku dan tangan kirinya membelai lenganku. Tak berapa lama, ku rasakan ciuman kami berbeda, ada gairah di sana. Sesekali Rico menggigit bibirku dan membuatku mendesah, "uhhhh..." refleks aku memperat pelukanku, meminta lebih. Tapi Rico justru mengakhirinya, "I love you, honey" Lalu mengecup bibirku dengan cepat dan melepaskan pelukannya. Aku berusaha tersenyum, "I love you, too". dalam hati aku benar-benar malu, karena mendesah. Mungkin kalau aku tidak mendesah, ciuman itu akan berlanjut lebih. Aaahh,,, bodohnya aku. Rico lalu menjalankan mobilnya menuju tempat wisata.

Kami bermain dari pagi hingga malam menjelang. Tak terasa sudah pukul 19.00 WIB. Sebelum kembali ke kota, kami makan malam dulu di salah satu restoran. Biasa, tidak ada makan malam hanya 1 jam. Selesai makan, ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30

"Waduh, mas,,, sudah jam segini. Kos Anggi dah tutup, nih. Anggi lupa pesen maw pulang telat. Gimana, ini?"
"Aduuh,, gimana, ya?? Ga mungkin juga kamu tidur di kos mas."
"Uuuh,, gimana, dong??"
"Udah, jangan cemas. Kita cari jalan keluarnya sambil jalan aja."

Selama perjalanan aku benar-benar bingung. Di mana aku tidur malam ini??

"Sayang, kita tidur di penginapan aja, ya. Daerah sini kan banyak penginapan. Gimana?"
"Iya deh, mas.. dari pada Anggi tidur di luar"

Pacar Kakakku

Posted on August 23, 2010

Siang itu aku sendirian. Papa, Mama dan Mbak Sari mendadak ke Jakarta karena nenek sakit. Aku nggak bisa ikut karena ada kegiatan sekolah yang nggak bisa aku tinggalin. Daripada bengong sendirian aku iseng bersih-bersih rumah. Pas aku lagi bersihin kamar Mbak Sari aku nemu sekeping vCD. Ketika aku merhatiin sampulnya.. astaga!! ternyata gambarnya sepasang bule yang sedang berhubungan sex. Badanku gemetar, jantungku berdegup kencang. Pikiranku menerawang saat kira-kira 1 bulan yang lalu aku tanpa sengaja mengintip Mbak Sari dengan pacarnya berbuat seperti yang ada di sampul vCD tsb. Sejak itu aku sering bermasturbasi membayangkan sedang bersetubuh.
Tadinya aku bermaksud mengembalikan vCD tersebut ke tempatnya, tapi aah.. mumpung sendirian aku memutuskan untuk menonton film tersebut. Jujur aja aku baru sekali ini nonton blue film.

Begitu aku nyalain di layar TV terpampang sepasang bule yang sedang saling mencumbu. Pertama mereka saling berciuman, kemudian satu persatu pakaian yang melekat mereka lepas. Si cowok mulai menciumi leher ceweknya, kemudian turun ke payudara. Si cewek tampak menggeliat menahan nafsu yang membara. Sesaat kemudian si cowok mejilati vaginanya terutama di bagian klitorisnya. Si cewek merintih-rintih keenakan. Selanjutnya gantian si cewek yang mengulum penis si cowok yang sudah ereksi. Setelah beberapa saat sepertinya mereka tak tahan lagi, lalu si cowok memasukkan penisnya ke vagina cewek bule tadi dan langsung disodok-sodokin dengan gencar. Sejurus kemudian mereka berdua orgasme. Si cowok langsung mencabut rudalnya dari vagina kemudian mengocoknya di depan wajah ceweknya sampai keluar spermanya yang banyak banget, si cewek tampak menyambutnya dengan penuh gairah.

Aku sendiri selama menonton tanpa sadar bajuku sudah nggak karuan. Kaos aku angkat sampai diatas tetek, kemudian braku yang kebetulan pengaitnya di depan aku lepas. Kuelus-elus sendiri tetekku sambil sesekali kuremas, uhh.. enak banget. Apalagi kalo kena putingnya woww!!
Celana pendekku aku pelorotin sampe dengkul, lalu tanganku masuk ke balik celana dalam dan langsung menggosok-gosok klitorisku. Sensasinya luar biasa!!
Makin lama aku semakin gencar melakukan masturbasi, rintihanku semakin keras. Tanganku semakin cepat menggosok klitoris sementara yang satunya sibuk emremas-remas toketku sendiri. Dan,
"Oohh.. oohh.."
Aku mencapai orgasme yang luar biasa. Aku tergeletak lemas di karpet.

Filed under: Umum Continue reading

Gara-gara Taruhan

Posted on July 31, 2010

Mula mula perkenalkan nama ku iki, sekarang aku bru duduk di kelas 3 suatu SMK ternama di kalimantan Selatan. Ini adalah kisah tentang aku pertama kali menangalkan keperjakaan ku.
Awal mula cerita ini waktu aku masih duduk di suatu SMP d kota BJB, Waktu itu aku masih kelas 2 smp ketika kejadian itu terjadi.

Aku mempunyai seorang pacar sebut saja namanya mawar (nama samaran) maklum takut orang nya marah, mawar itu seperti cwe smp kebanyakan lah, tapi kelebihan nya itu lo yang membuat aku jatuh cinta pada dirinya, badanya itu putih yah kebanyakan orang kalimantan kan putih termasuk aku… hehehe, and paras nya yang centil itu sering membuat bayak lelaki d SMP aku dulu banyak yang menggagumi dirinya termasuk aku, yang membuat aq suka itu bentuk bibir yang sexy and buah dada yang agak besar lah dari pada wanita lain sepantaran nya.

Waktu pertama kenalan ma dia tuh aq d kenalin sama mantan aq juga sih, waktu itu mantan aq itu 1 kelas ma si mawar itu, awal mula nx berkenalan itu aku masih malu malu untuk berkenalan ma dia, dan mula mula nya aku ga ada tujuan ma si mawar ini tuk menjadikan nya pacar, tapi setelah perkenalan itu aku tiap hari mesti ada waktu tuk mengobrol sama mawar ne, swaktu pulang sekalah juga aq lagi jalan bareng ma mntan pcr aq tuh ssering juga mawar iukut,,, maklum 1 tujuan pulang nya jadi sering bareng tuk naik angkotnya, walaupun rumah aku ma rumah mawar itu duluan rumah aq.

Dan waktu terus berjalan selama 2 bulan setelah aku mengenal mawar kian lama aq sama mawar nih semakin akrab, dan mantan pacar aku nih jadi cemburu, jadi dia malah mutusin aku. Yah ga papa lah dia mutusin aku kan aku lagi dekat juga kan ma mawar (pikirku) hehe.

Setelah lama aku akrab ma dia aku tau dia masih belom pernah pacaran maklum anak rumahan, waktu itu aku ada punya temen yang bernama Dony dan Fery mengajak aku taruhan untuk mendapatkan mawar, misalkan dari salah seorang ini bisa menjadikan mawar pacar akan mendapatkan uang 100rb (maksud nya 1 orang bayarnya 50rb) and ma di traktir di kantin gitu, wah dalam benak aku ini, mumpung aku lagi dekat ma tuh mawar aku beranikan saja ikut tantangan ini, dan kami sepakat untuk memulainya. Aturanya mah gampang aja waktu 1 orang untuk mendekati Mawar nya cuman 2 hari, dan kami tentukan Fery memulainya pada hari senin dan selasa, Dony rabu dan kamis, dan aku kebagian jum’at ma sabtu.

Dan hari senin itu aku ma Dony terus memata matai Fery sampai hari selasa kaya nya tuh Mawar ga suka deh ma fery tuh (aku ngobrol ma Dony) maklum aja mana ada cwe mau ma Fery itu, kan dia paling bandel tuh d sekolahan ini centus Dony… hari rabu dan kamis juga Dony terus terusan mendekati Mawar tapi mawar nya selalu menghindar maklum aja kali ya kan Dony orang nya ceplas ceplos aja kalo ngomong mana mau Mawar ma Dony.

Dan sampai lah hari giliran aku, kupikir 2 temen aku ga ada yang bisa tuh naklukin hati nya mawar jadinya aku bersyukur deh Mawar ga ada nerima 2 temen aku itu,, aku mulai pada waktu istirahat aku ke kelas nya mawar maklum kan bersebelahan kelas aku ma kelas nya mawar, aku ajak dia ke kantin tuk cari makanan. dia nya mau aja aku ajak ke kantin, selama aku dikantin itu masih buat PDKT aj sih… sampai waktu bel berbunyi aku kembali ke kelas ma mawar. Dan pada waktu pulang sekolah aku langsung ke kelas nya Mawar.

Dan pada waktu pulang sekolah ku beranikan diri tuk nembak dia, setelah aku nembak dia nya malah bengong aja, dan aku tanya lagi ma dia apakah aku bisa jadi pacar aku? dan Mawar pun bilanh ma aku tuk pikir pikir dulu. tanya ku kapan dong jawaban nya, mawar pun bilang besok. jadi aku oke kan saja. Aku ga sabar tuk menantikan besok.

Dan pada hari sabtu aku pagi pagi datang ke sekolah tuk menjaga Mawar, aku tunggu dia d depan pintu kelas nya, sesampai nya dia datang langsung saja aku cegat di dan aku langsung menanyakan apa dia mau menjadi pacar aku, dan dia menjawab keputusan nya waktu pulang sekolah, ok kalo begitu kataku. Dan aku kembali ke kelas aku, pada waktu pulang sekolah aku langsung menunggu Mawar di belakang pintu sekolah. Setelah aku lama menunggu dia pun muncul dan aku jalan ma Mawar dan ku tanyakan kembali apa Mawar mau jadi pacar ku?(tanyaku). Dan dia malah bengong aku kaget kan deh dan kembali aku menanyakan kembali dan Mawar pun bilang ma aq dia mau jadi pacar ku. Yes kata ku dalam hati menang juga aku taruhan nya. Dan setelah itu aku pegang tangan nya. sampai ke angkot.

Setelah lama kelamaan aku pacaran ma Mawar ini aku malah di Tantang Dony ma Fery lagi untuk taruhan, dan aku menanyakan sama mereka apa taruhan nya, Dony pun berkata apa kamu berani ngentot ma Mawar dan aku langsung terkejut menfengar dony berbicara gitu. Aku lalu bilang ma Dony aku belum pernah melakukan nya sahutku, Fery bilang ma aku kalo ngentot itu enak. dan kupikirkan aku pengen juga merasakan nya. Gimana sih enak nya ngentot. dan aku mengiyakan taruhan itu, mana lagi uang nya juga lebih besar dari pada kemarin yah sekitar 200rb, yah lumayan lah kata ku untuk uang jajan (pikirku dalam hati).

Dan minggu depan ada acara di sekolahan ku jadinya kami bebas mau kemana aja, dan Dony bilang kerumah dia aja melakukan itu aku langsung mengiyakan saja. dan kuajak Mawar tuk kerumah dony dari pada kita di sekolah begini begini aj lebih baik kita nyantai aja di rumah Dony bilang ku ma mawar, lalu dia mengiyakan saja, Maklum rumah dony dibelakang sekolah aku,.

Dan aku bersama Mawar langsung menuju rumah dony yang setiap pagi sampai siang selalu kosong itu. aku langsung masuk nyelonong aja ke dalam rumah dony dan aku bertanya sama dony dan fery dima nih aku ngelakuakan nya tuh dikamar ku tuh sahut Dony. Dam aku langsung keluar rumah aja manggil mawar yang sedang ngelamun d teras rumah. aku ajak dia tuk masuk, aku tuntun tangan nya untuk memasuki kamar nya dony dan aku tutup kamar tersebut. Dan Mawar pun bertanya sama aku kenapa pintunya ditutup kan ga enak dilihat ma ibunya dony, dan aku menjawab Sama Mawar kalo ibunya dony itu lagi bekerja jadi rumah ini cuman dony aja yang ada waktu pagi sampai sore hari.

Filed under: Umum Continue reading

Aku dan bos ku

Posted on May 4, 2010

Aku tessa....umurku 22 tahun. Aku seorang kasir disebuah perusahaan swasta. Aku mempunyai tubuh yang lumayan indah.Tinggi ku 165cm, dengan berat badan 54 kg. Ukuran bra ku 36.
Dikantor, ruangan aku dan ruangan bos ku berdekatan.Beliau berusia 46 tahun, berbadan tegap, dan berbulu. Jantan sekali.Kami bertemu tiap hari, dan setiap transaksi, kami selalu melakukannya berdua.
Awalnya, aku tidak punya feeling apa2 ketika setiap kali ke bank si Bapak ( begitu aku biasa memanggil bos ku ) selalu mengajak ku. Ini bisa sampai 2 atau 3 jam. Tidak jarang Bapak juga mengajak ku makan siang diluar.
Karena sering diluar kantor berdua, sebagai lelaki dewasa, mungkin Bapak tertarik dengan tubuh montok dan kulit halusku.Pernah suatu kali aku menangkap mata Bapak sedang mengintip susuku dari sela seragam kantor yg kupakai.Tapi itu berlangsung biasa saja. Akupun senang jika ada lelaki yang memperhatikan tubuhku.
Suatu hari, ketika kami berangkat ke bank, di dalam mobil Bapak berbicara tentang bisnis, dan semuanya. Karena keasyikan ngobrol, tiba2 tangan Bapak memegang daguku dengan sangat lembut sambil berkata " Kamu cantik tesa.."
Sontak aku kaget, dan segera memalingkan mukaku dari Bapak. Setelah itu kami tidak berkata2 lagi sampai balik ke kantor.
Hal ini terjadi berulang ulang tiap kali kami keluar kantor.Kadang Bapak memegang daguku, lenganku, dahi ku, kepalaku, bahkan Bapak pernah membelai leherku.
Aku yang hanya manusia biasa, lama2 tidak lagi mampu menahan hasratku.
Sampai suatu hari pada hari libur, Bapak memintaku untuk tetap datang ke kantor, dengan alasan ada urusan bank.
Tanpa curiga, akupun langsung mengiyakan perintah Bapak.
Keesokan harinya, ketika aku sampai dikantor, Bapak sudah duduk dimeja kerjaku.
"Pagi pak...."tegurku sepeti biasa.
"hm...kamu udah datang.."jawabnya.
" kamu sudah sarapan..?"Bapak lanjut bertanya.
"Kebetulan belum Pak,tadi buru2.."aku menjawab sambil membereskan mejaku.
"Oh..kamu ini...anak gadis telat terus...kebetulan, tadi saya beli sarapan 2...ayo sarapan dlu....kita ke ruangan saya saja..."ujar Bapak berjalan ke arah ruangannya sambil kembali memegang daguku.
Ssssrrr.....aku langsung berdesir...
Aku ikuti langkah Bapak ke ruanganya.
Kami sarapan berdua diruangan itu, berhadap2an.Sambil berbincang2 ringan mengenai pekerjaan.
Setelah sarapan, Bapak meminta ku untuk men cek data kantor yg ada di laptopnya.
Akupun duduk dikursinya, Bapak bergeser kesamping dan duduk di kursi kecil disebelahku.
Aku mulai bekerja, sementara Bapak kulihat sibuk memperhatikan aku.
sekali2 aku tangkap matanya sedang berusaha mengintip susuku.
Tanpa kuduga, Bapak memegang tanganku, dan mengelusnya.Aku bingung....
"Tesa....saya tau kamu senang dekat dengan saya..iya kan..?"katanya sambil mengelus tanganku...dari pergelangan tangan, beranjak naik ke lengan dan bahuku.
Aku hanya diam.
Sesaat kemudian, Bapak makin berani, kali ini dia mengelus pahaku dari balik celana jins ketatku.
"Bapak...lepasin..jangan..." aku coba mengelak.

Filed under: Umum Continue reading

Aku dan Keinginanku

Posted on April 16, 2010

Panggil saja namaku Dewi, umurku 25 tahun, tapi aku sudah mempunyai satu orang anak laki-laki umur 5 tahun. Suamiku namanya Toni, bekerja disebuah perusahaan elektronik sebagi salaes manager. Kalau dibilang kehidupanku sangatlah lebih dari cukup. Soal diranjang, suamiku memanglah sangat bisa memuaskan aku, aku jadi terbuai setiapkali dia memperlakukan aku saat kami ngent*t. Tapi memang dasarnya aku yang hyper sex, aku selalu tergila-gila akan hal yang berbau sex, dari hal-hal yang kecil hingga kebiasaanku yang yaaahh… boleh dibilang agak sedikit eksibis, aku sangat terangsang sekali apabila ada seorang laki-laki yang memperhatikan tubuhkan yang sexy. Dadaku ukuran 36A, pinggangku yang sintal, pantatku yang padat berisi, kulitku yang putih bersih dan mulus membuat orang2 disekitarku sangat tergila-gila bila mereka berlalu didekatku.

Aku tinggal disebuah perumahan yang sederhana. Suamiku tidaklah orang yang suka meninggalkan istrinya berlama-lama dirumah. Suamiku pergi pagi, pulang sore, terkadang agak malam tapi jarang sekali ia meninggalkan aku berhari-hari karena urusan dinas keluar kota. Tapi aku yang sejak dari SMP yang sudah tergila-gila akan sex ini gak pernah puas akan permainan yang dibuat suamiku. Kalau diingat pernah sewaktu SMP, tanpa sengaja dikelasku dudukku agak sedikit terbuka, yaah… namanya juga anak SMP, masih sembarangan dalam sopan santun. Tapi hal in yang membuat aku pertama kali merasakan ada yang aneh pada diriku, aku merasa puas saat pak rudi, guru Fisikaku melihat kearah memiawku.. saat itu celanaku terasa basah, putingku mengeras… aku biarkan hal tersebut terjadi hingga pelajaran selesai. Saat itu aku belum tahu apa namanya eksibis. Sepulang sekolah aku lihat pada bagian memiawku terdapat cairan yang agak kental keluar, aku mencapai orgasme pertamaku.. tapi tidak melakukan sex… aku puas. Hal itu aku ulang kembali saat keesokan harinya aku pergi sekolah… aku yang tidur sendirian dikamar selepas mandi hendak pergi kesekolah.. aku lepaskan handuk yang melilit itubuhku. Jelas sekali aku telanjang bulat, aku sengaja membuka gorden jendela kamarku sehingga yang lewat pastilah melihat jelas apa yang aku lakukan dari dalam, aku biarkan teman2 tetanggaku melihat saat mereka berlalu lalang hendak pergi sekolah, aku berjoget ria didepan cermin tanpa mempedulikan siapa saja yang melihat dari luar sana… aku hanya membayangkan seseorang yang dengan sengaja mengintip dari balik jendela kamarku sambil mengocok tongkolnya sampai mereka puas…. Aku puas. Hal tersebut barulah aku ketahui dari seorang teman tetangga perempuanku yang sama sekolah denganku bilang padaku. ‘’Kurang ajar si andri… gak tau kamu wi kalo kamu tadi pagi diintipin sama dia… ya ampun sambil keluarin tongkolnya lagi… aku malu… kamu sih tukar baju gak tutup..’’ aku hanya geli mendengarnya.

Pernah sekali waktu saat aku pergi berenang, aku berfikir kenapa aku gak berbuat hal yang sedikit eksrim ya… biasanya aku yang berpakaian lengkap pakai kaos ketat untuk berenang dan celana pendek, kali ini aku tidak memakai pakaian dalam, alias aku tidak memakai bra dan celana dalam. Saat keluar dari kamar ganti hal tersebut m asih biasa saja bagi mereka melihatnya, tapi ini bedaa… saat aku mulai membasuhi tubuhku dengan air di pancoran kolam berenang. Putting susuku terlihat dengan jelas sekali, belahan memiawku tercetak dengan jelas disana.. orang sekitarku pada melihat kelakuanku.. aku cuek aja. Aku lalu melanjutkan kedalam kolam berenang… hal ini aku ulangi didalam air…diam2 aku melepaskan celanaku, otomatis apabila ada yang menyelam didalam air akan melihat jelas memiawku, benar saja ada 2 orang laki2 saat itu menyelam disekitarku..mereka melihat dengan jelas apa yang aku lakukan, malah aku dengan sengaja melebarkan pahaku… tapi tidak lama, aku langsung menghindar, aku gak mau dianggap terlalu gampangan.. dipojokan aku mulai masturbasi, berkhayal seolah ada seorang laki2 yang nekad mengajakku ngent*t didalam kolam, entah berapa kali aku muncrat didalam air, aku puas.
Kini, aku telah berkeluarga, tapi itu tidak berarti aku menghilangkan kebiasaan atau kesukaanku. Didepan rumahku terdapat kos-kosan anak laki-laki. Tiap pagi aku sengaja melakukan hal yang paling aku suka, sudah barang tentu hal tersebut aku lakukan setelah suamiku pergi ke kantonya. Kalau tiap pagi aku selalu memakai daster yang sangat tipis dan pendek, yang biasa aku pakai kalau aku ingin merayu suamiku kalau aku pengen ngent*t dengannya. Aku selalu membersihkan teras rumah ataupun menyapu halaman. Dengan gaya seperti orang yang tanpa sengaja, aku selalu membungkukkan menghadap belakang tubuhku kearah rumah kos-kosan tersebut, aku sudah barang tentu mendengar sedikit suara gaduh dari dalam, ada yang cengengesan, ada yang bersiul…saat itulah aku sangat terangsang. memiawku selalu basah, aku selalu mempermainkan mereka seakan-akan aku tidak tahu kalau mereka ada didepan rumahku…

Aku masih ingat hal yang paling nekad aku lakukan dulu, saat itu hamil 4 bulan, aku merasa sangat terangsang saat itu, tapi aku lagi gak mood untuk ngent*t dengan suamiku, aku harus melampiaskan sifat eksibisku ini lebih gila lagi. Aku punya ide… saat itu aku pengen memeriksakan kehamilan \ku kepada dokter kandungan… aku minta izin dengan suamiku kalau hai ini aku ingin memeriksakan kandunganku, suamiku memberi izin. Tapi aku malah mencari dokter kandungan yang laki-laki bukan perempuan. Setelah aku dipanggil ke ruangan.. aku diperiksa, namanya dokter Reza, orangnya ganteng, masih muda, tapi sepertinya dia sudah punya istri… ‘’Kandungan ibu sehat, gak ada yang perlu ditakutkan’’… disinilah aku punya ide. ‘’tapi dokter..maaf nih saya punya keluhan’’ kataku. ‘’Sepertinya dikelamin saya ini ada sedikit benjolan..’’ kataku, dokter itu mendengar..’’Bisa dokter perisa?’’ kataku seperti orang yang mempunyai keluhan yang sangat dikhawatirkan. Dokter itu sepertinya agak ragu, ‘’Hmmm… baiklah, tapi maaf sebelumnya..’’. Aku lalu disuruh untuk berbaring. Oh..ya.. sebelum bepergian aku sengaja untuk memakai celana khusus ibu hamil, hal itu aku lakukan agar aku bisa membuka semuanya bagian bawahku, sehingga dokter bisa melihat dengan jelas. Lalu dokter itu memeriksa bagian memiawku. Aku melihat gerakan tenggorokannya naik turun menahan rangsangannya. Tangannya mulai bermain di memiawku, aku merasakan sensasi yang luar biasa, mungkin dokter reza tau kalau saat tangannya menyentuh memiawku, memiawku sedikit bergerak dan pinggangku agak naik turun. Aku tau dia mulai terangsangsang, kulihat dibalik celananya mulai padat, sepertinya tongkolnya mulai menegang, tangannya terus…yah seperti orang memeriksa dan tidak, mengelus memiawku… sedikit mulai sedikit cairan orgasmeku mulai keluar… dan ya ampuuunn… mungkin aku agak sedikit malu karena aku mengeluarkan sedikit lenguhan… aaaahh… aku cepat tersadar.. ‘’Gimana dok?’’ saat kutanya dokter itu gugup, mukanya merah padam. Aku puas saat melihat dokter itu gugup. ‘’Sepertinya hal biasa, karena perut ibu mulai membesar makanya kelamin ibu seperti terlihat agak benjolan, semuanya besih kok..’’ aku menangkap ada sesuatu yang menggoda dengan kata-katanya.

Filed under: Umum Continue reading

Kekasihku, Maafkanlah Aku

Posted on April 6, 2010

Cerita ini merupakan cerita tentang kehidupan seorang gadis muda bernama Anita. Gadis yang saat ini berumur 26 tahun yang berparas cukup menarik walaupun tidak secantik Agnes Monica tetapi tetap saja dia seorang wanita yang cantik. Kulit kuning langsat yang cenderung bewarna putih membuatnya semakin terlihat lebih menarik dibanding teman sekantornya. Tinggi badannya 155 cm dengan berat badan 47 kg memang bukan ukuran yang pas, walaupun bertubuh relative pendek untuk ukuran proporsional tetapi penampilan dan wajahnya sudah menghapus seluruh kesan itu.

“Anita…hai Anita. Tunggu aku!” seru seorang perempuan dari belakang yang kemudian berlari-lari mengejar Anita yang kala itu memang sedang terburu-buru masuk kedalam kantor. Anita berkantor disebuah perusahaan swasta asing yang terletak di kota Solo. Dia menjadi staff junior di perusahaan itu.

“Hu…uh. Cepat amat sih langkahmu.” Gerutu temannya yang bernama Elisa yang biasa dipanggil Lis atau Elis.

Anita tertawa, “Sorry, aku takut kalau telat absen. Kemaren khan ada karyawan yang sempat kena semprot bos gara-gara telat 5 menit.” Jelas Anita yang kemudian mengambil kartu absennya.

Eisa tetap cemberut, “Halah…alas an aja nih. Lagipula tuh anak khan di semprot gara-gara telatnya selama 1 bulan nonstop. Wajar lah.” Balas Elisa tak mau kalah. Anita hanya terdiam sambil tertawa kecil melihat tingkah teman satu levelnya itu cemberut.

“Eh Nit. Kabarnya kamu sedang dekat dengan cowok yang namanya Agung, anak dari kantor sebelah.” Kata Elisa saat mereka menuju toilet untuk merapikan pakaian.
Anita sedikit kaget namun cepat menguasai keadaan, “Agus mungkin, bukan Agung, emangnya kenapa?” balas Anita sambil merapikan rambutnya di toilet kantor.
E
lisa terdiam sejenak lalu berkata lagi, “Jadi rumor itu emang benar yah? Wah bukannya kamu udah punya pacar? Tuh si Frans yang pernah kamu kenalin ke aku itu khan pacar kamu.” Tukas si Elisa.

Anita sekarang yang terdiam. “Dekat khan bukan berarti pacaran Lis. Kami dekat cuman sebagai teman kok. Lagipula dia teman curhat yang menyenangkan bagiku. Walaupun baru 2 bulan kenal tapi sudah enak diajak curhat.” Sahut Anita berusaha membela diri.

Elisa manggut-manggut dan nampaknya sudah tidak meneruskan perihal hubungan temannya itu dengan pria lain, walaupun didalam hatinya mungkin dia tidak percaya akan alasan yang dikemukakan Anita.

Sore harinya saat mereka pulang kerja, tampak seorang pria sudah siap menjemput Anita dengan motor bebeknya di halaman perkir kantor. “Nit. Ayo!” ucap pria itu yang ternyata bernama Agus, karyawan yang kerja di kantor sebelah kantor tempat Anita dan Elisa bekerja. Elisa yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.

Didalam hatinya dia pasti berpikir kenapa pria itu selalu menjemput Anita tiap pulang kantor jika tidak ada apa-apa diantara mereka.
Didalam perjalanan pulang, Agus mengatakan kepada Anita bahwa dia harus ke Jogja besok malam karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan, kebetulan Agus ini memang sering dinas keluar tiap akhir pekan. Anita mengangguk mengerti.

“Gimana kalo kamu ikut aku aja ke Jogja. Besok khan hari Sabtu, kamu khan libur. Malamnya kita bisa jalan-jalan.” Agus menawarkan untuk melewatkan malam minggu bersamanya.

Anita agak ragu, “Nggak usah lah mas. Gak enak kalo diliat orang.” Dia mencoba mengelak dengan alasan sekenanya.

Namun Agus tidak menyerah sampai disitu saja.dia terus melancarkan rayuannya kepada gadis cantik ini. “Emang siapa yang tahu? Lagipula kalau yang lain tahu juga emang ada apa? Toh kita khan gak ganggu mereka Nit. Kamu ikut aja yah.” Rayu pria ini lagi,

Anita berpikir lagi mencoba untuk menolak ajakan Agus namun dalam hati dia juga ingin untuk jalan-jalan bersama pria ini, sejujurnya dia tidak peduli karena dia tahu kalau hubungan mereka berdua hanya sebatas teman dekat, namun karena dia sudah berkomitmen dengan Frans, mau tak mau dia juga harus menjaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang nantinya membahayakan komitmen mereka tersebut.

“Aku tahu kalo kamu sebenarnya juga ingin ikut tapi takut kalau ntar pacarmu tahu. Kita khan gak ngapa-ngapain Nit. Nyantai aja lagi. Lagipula kamu khan udah lama pengen ke Jogja tetapi tidak pernah kesampaian soalnya pacarmu jauh. Lah kalau nungguin dia ngajak kamu kan kelamaan Nit. Udah sekali ini aja khan. Kamu khan juga butuh hiburan, kalau di kost terus juga bakalan bosan.” Bujuk Agus kepada Anita.
Anita akhirnya setuju walaupun dalam hatinya masih tersimpan keraguan yang mengganggu batinnya. Dia memang belum tahu kalau keputusannya ini akan berdampak besar nantinya.

Hari berikutnya tepat jam 2 siang, Agus menjemput Anita dengan motornya. Di sekilas memandang Anita dalam-dalam yang saat itu mengenakan jaket warna pink. Dia terlihat manis sekali dengan rambutnya yang sebahu itu.

“Ayo. Kamu udah siap khan?” tanya Agus kepada Anita sambil memegang-megang tas punggung kecil Anita. “Bawa apa aja emangnya?” tanyanya lagi.
Anita cumin tersenyum kecil, “Ada aja. Yuk kita jalan sekarang! Ntar kamu terlambat lagi.” Sahutnya.

Lalu mereka berdua berboncengan menuju kota gudeg Jogja.sekitar jam 4 sore mereka sampai di kantor yang dituju oleh Agus. Setelah menunggu selama 30 menitan akhirnya urusan kantor selesai, ternyata Agus hanya ditugasi untuk menandatangani berkas dan melakukan pengecekan terhadap kondisi pengiriman barang, maklum dia memang bekerja di perusahaan distribusi.

“Nah sekarang kita kepantai aja yuk, mumpung masih sore.” Kata Agus lalu menggandeng Anita untuk menuju pantai dengan motornya lagi.
Detik demi detik berlalu, tak terasa sudah malam menjelang. Anita masih merasakan ke asyikan deburan ombak yang menjemput kakinya, berlarian dan bercanda dengan Agus di pantai. Sekarang mereka sudah berada di kawasan Malioboro, setelah makan malam mereka menyusuri jalan Malioboro untuk mencari baju dan cinderamata khas Jogja. Tampak senyum riang nampak dari bibir Anita yang merah muda itu. Gadis ini benar-benar menikmati tiap detik yang dia rasakan kala itu, sejenak stress beban pekerjaannya tiba-tiba lenyap berganti dengan kesenangan.

“Wah udah malam nih. Kita pulang aja sekarang yah mas.” Ajak Anita kepada Agus. Lalu Agus menyetujuinya walaupun dia sebenarnya masih ingin berjalan-jalan ditempat itu.

Saat Agus mencoba menyalakan motornya, ternyata motor tersebut tidak mau menyala. Setelah berulang kali pria ini mencoba tetap tidak berhasil. “Maaf yah Nit motorku tidak mau menyala nih. Atau gini aja, kamu aku antar pakai becak ke halte bus terdekat lalu kamu pulang sendiri ke Solo, aku mau mencari bengkel yang buka didekat sini biar motorku diperbaiki.” Kata Agus kepada Anita yang nampak sudah gelisah.

“Hah. Lho nanti mas Agus kalau gak ketemu bengkelnya gimana?” sahut Anita tidak enak terhadap pria ini.
“Yah paling nginep sini Nit. Mau gimana lagi. Aku khan nggak mungkin meninggalkan motorku disini. Kalau sampai hilang khan bisa kacau.” Kata Agus sambil berusaha menyalakan motornya lagi.

“Ya udah kita tungguin bersama aja. Aku gak tega ninggalin mas Agus sendirian disini lagipula aku khan tadi juga ikut bagian senang-senangnya, masa bagian susahnya aku gak mau tahu.” Tukas Anita tetapi tetap saja dia gelisah sambil mencari alternatif lainnya.
Sampai akhirnya pukul 9 malam mereka tidak menemukan bengkel didekat tempat itu.

Lalu Agus mengatakan kalau sebaiknya mereka mencari tempat untuk menginap saja karena sudah malam dan tidak baik jika harus duduk-duduk tidak jelas di pinggir jalan. Dengan berat hati akhirnya Anita menyetujuinya dan jadilah mereka berdua mencari tempat penginapan yang murah didekat tempat itu. Agus mengatakan akan masuk duluan untuk mencari tahu apakah masih ada kamar kosong ketika mereka menemukan sebuah penginapan. Setelah 4 kali mencoba akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang masih memiliki kamar kosong.

“Nit. Disini ada kamar kosong, tapi karena malam minggu maka kamar yang kosong cumin satu aja. Gimana nih?” Agus menjelaskan kalau selain di penginapan itu tidak ada penginapan lain yang kosong.

“Hah. Trus gimana donk. Masa kita harus nginep sekamar berdua mas?” Anita bertambah panik saja. Dia takut kalau terjadi sesuatu walaupun selama ini Agus selalu menjaga tingkah lakunya dihadapan Anita. “Tempat tidurnya ada berapa?” tanyanya lagi.
Agus mendekat, “Nah itulah yang jadi soal, tempat tidurnya tinggal satu tapi besar. Mau gimana lagi, kita udah kemana-mana nyari tapi tidak ketemu yang bagus. Lagipula sekarang sudah terlalu malam untuk keluyuran, dari pada nanti dijalan kenapa-kenapa khan kita juga yang repot.” Sakut Agus mencoba menenangkan Anita, dia tahu kalau teman perempuannya itu kebingungan.

Akhirnya walaupun dalam hatinya Anita rikuh dan tak mau tapi karena tidak ada jalan lain mereka mau tak mau menginap satu kamar juga di Jogja. Kamar yang mereka inapi hanya seukuran 3x4 meter dengan kamar mandi dalam yang kecil namun cukup bersih karena terawat. Tempat tidur ukuran besar cukup untuk menampung tubuh 3 orang, sepertinya Anita bisa bernafas sedikit lega karena dia tidak perlu berhimpitan dalam hal tidur bersama dengan temannya itu.

“Nit aku mandi dulu yah?” kata Agus yang kemudian menuju ke kamar mandi didalam kamar itu selang sejenak kemudian terdengar suara deburan air yang diiringi dengan siulan suara Agus, terlihat riang sekali. Dalam hati Anita geli juga melihat kelakuan Agus temannya itu.

Setelah selesai mandi kemudian Agus mempersilakan Anita untuk giliran mandi. Dara cantik ini membuka pakaiannya satu demi satu didalam kamar mandi, tak butuh waktu lama akhirnya dia telanjang bulat didalam kamar mandi tersebut. Buah dadanya yang putih mulus sedikit demi sedikit tersiram air dingin kamar mandi tersebut.

Segar rasanya setelah capek seharian jalan-jalan akhirnya dia dapat melepas penatnya dengan guyuran air yang menyegarkan itu. Saat dia akan menggapai pakaiannya di gantungan baju, tiba-tiba gantungan tersebut copot dan seluruh bajunya basah semua jatuh kelantai kamar mandi. “Aduh!” pekik Anita kaget dan panik.
Agus dari luar menyahut, “Ada apa Nit? Kamu nggak apa-apa khan?” serunya dari luar kamar mandi.

“Gantungan bajunya copot, pakaianku jatuh kelantai dan basah semua nih. Gimana dong?” Anita panik karena pakaian gantinya sudah basah waktu digunakan dipantai tadi dan penuh pasir, jelas tidak mungkin untuk digunakan. Sementara pakaian yang sekarang jauh lebih basah lagi dan tidak mungkin juga untuk digunakan.

“Kamu pakai handuk dulu aja. Kotor nggak? Kalo Cuma basah kita tunggu sampai kering dulu, dijemur di gantungan luar dibalik pintu kamar kita.” Kata Agus mencoba menenangkan.
Anita mau tak mau dia mengikuti saran dari Agus karena kalau dia nekat yang terjadi malah dia bakalan kedinginan dan terancam masuk angin nantinya. Akhirnya walaupun dengan terpaksa, Anita menggunakan handuk besar untuk menutupi tubuh telanjangnya yang setengah basah itu. Untungnya handuk tersebut cukup besar untuk menutupi tubuh bugilnya, walaupun bagian bawahnya mepet dan memperlihatkan separuh paha mulus putihnya sementara bagian atas hanya menutupi bagian payudaranya saja sementara bagian atas payudaranya masih terbuka. Dengan rikuh akhirnya dia berjalan keluar, Agus yang melihat pemandangan itu berusaha untuk menutupi rasa malunya terhadap Anita.

Filed under: Umum Continue reading

Mbah Sukro

Posted on January 21, 2010

Mbah Sukro adalah dukun sakti yang tinggal di desa pedalaman di lereng gunung di pulau Jawa. Usianya diatas 60 tahun. Badannya kurus, namun masih sehat. Ia adalah dukun sakti yang menguasai dunia perdukunan sehingga tidak ada yang berani melawannya. Ia termasuk dukun yang kaya raya karena ia tak segan-segan mematok harga tinggi bagi para kliennya. Uang bukanlah pantangan baginya. Yang menjadi pantangan saat ia belajar ilmu saktinya adalah ia sama sekali tidak boleh berhubungan intim dengan wanita. Apabila melanggarnya, maka kesaktiannya akan hilang seharian sampai matahari terbenam hari berikutnya. Oleh karena banyak dukun-dukun saingannya yang iri akan kesaktiannya, tentu adalah hal yang riskan apabila kesaktiannya hilang walau hanya sehari. Apabila saat itu ada dukun iseng yang menyantetnya, ia sama sekali tidak ada pertahanan diri. Untuk menghindari hal itu, telah bertahun-tahun ia tidak pernah berhubungan intim dengan wanita termasuk kedua istrinya. Dengan demikian ia akan selalu menjadi orang sakti yang tak terkalahkan.

Salah satu klien utama Mbak Sukro adalah Pak Wijaya, seorang pengusaha yang belakangan ini namanya semakin membumbung tinggi. Sejak ditangani oleh Mbah Sukro, hampir seluruh bisnisnya selalu lancar.

Namun pada suatu ketika, dua kali berturut-turut ia kalah tender. Oleh karena itu ia pergi ke desa Mbah Sukro untuk berkonsultasi dengannya. Berdasarkan ‘penglihatan’ Mbah Sukro, ternyata ia dijegal oleh salah satu pesaingnya yang menggunakan jasa dukun sakti dari luar pulau. Dan pengaruh negatif dari dukun tersebut rupanya telah memasuki dalam rumah Pak Wijaya, sehingga hal itu mempengaruhi performance dirinya maupun orang lain yang tinggal secara tetap di dalam rumah tersebut.

Untuk mengatasinya, menurut Mbah Sukro, harus dipasang jimat menurut delapan arah mata angin di dalam area rumah Pak Wijaya. Jimat itu harus dipasang sehari satu setiap jam 4 pagi dengan disembahyangi sepanjang hari sampai matahari terbenam.

Untuk keperluan itu, maka Pak Wijaya mengajak Mbah Sukro untuk datang dan menginap di rumahnya selama 8 hari untuk memasang ke-delapan jimat itu. Oleh karena tugas ini cukup berat dan sangat menguras tenaga, Pak Wijaya berjanji akan memberi imbalan yang sangat besar dan ia memberi uang muka sebesar 50% di depan.

Selain memasang jimat, Pak Wijaya juga meminta Mbah Sukro untuk membimbing putrinya, A-mei yang masih SMU dan baru berusia 17 tahun. Karena belakangan ini ia merasakan putrinya telah berani melawannya apalagi tanpa sepengetahuannya telah berpacaran dengan teman sekelasnya. Bisa jadi hal ini disebabkan pengaruh negatif di dalam rumah itu, pikirnya.

Sehingga kini Mbah Sukro tinggal di rumah Pak Wijaya selama delapan malam. Pagi, siang, dan sore hari digunakan untuk memasang dan menyembahyangi jimat. Sementara malamnya ia meluangkan waktu beberapa jam untuk mengajar olah pernapasan bagi A-mei untuk menghilangkan pengaruh negatif dari dalam dirinya. Dan hal itu dilakukan berdua di dalam kamar A-mei. Pak Wijaya membolehkan hal itu karena ia tahu pasti akan pantangan Mbah Sukro menyentuh wanita. Sehingga keamanan diri putrinya akan tetap terjamin.

Sementara itu, proses pemasangan jimat itu berlangsung lancar sampai hari terakhir. Sehingga kini lengkaplah sudah seluruh persyaratan jimat sebagai pelindung rumahnya beserta seisinya yang bakal mampu bertahan selama bertahun-tahun.

Filed under: Umum Continue reading

Cerita di Distro

Posted on December 14, 2009

Sore itu aku dapet reminder dari bb tercinta kalo keponakan tersayang ultah, bingung deh mau kasih kado apa. Lalu aku putusin jalan pake mio pink tercinta. Jogja sekarang sering macet, apalagi kalo abis ujan. Jadi males keluarin mobil, belum lagi kalo kotor. Jadinya santai aja naik motor bisa cepet kemana-mana.

Waktu ganti baju di depan lemari, pikiran nana jadi iseng. “Mmmmmm…. , sambil eksib g ya….”, gitu pikir nana. Akhirnya nana putuskan buat melakukan hoby nana ini

Langkah pertama pilih baju. He.he.he…… mmmm….. berhubung dingin g berani jalan kalo G pake CD or BRA… bisa masuk angin nanti…., Akhirnya nana pilih bra item sama cd item. Buat atasanya nana pake langsung jaket dari wool. Hi.hi.hi jadi kan kayak lubang2 gitu. apalagi kalo dilihat dari dekat. Apalagi warnanya pink mendekati putih jadilah bra nana membayang disana. Buat bawahanya pake rok jeans. G terlalu mini c, tapi dah diatas lutut.

Di jalan nana melirik spion motor kok ngerasa ada yang ngikutin nana. Nana cuek aja…. dia kayaknya mahasiswa gitu dari dandananya. Setiap lampu merah dia pasti berhenti di samping nana, tapi rada ke belakang. Kulirik… wah… nampaknya dia terpancing liat tetek nana. “Kena lo…. !”, pikir nana. Sengaja nana tengok dia dan senyum genit sambil nunduk liat tetek nana sendiri yang sengaja nana busungkan. Dasar cowok, dimana-mana “dari mata turun ke tetek”.

Akhirnya setelah puas puter-puter nana mampir ke distro pakaian ABG punya temen nana. Setelah parkir motor nana masuk. Ternyata temen nana lagi ke badung beli stock distro. Yang tunggu toko adiknya… Mmmmm…. lumayan cakep nie cowok, nana kerjain ah…

“Eh adit… Herma(nama temenku) mana ?”, tanyaku. “Lagi ke bandung c.. cari dagangan, Cc cari apa ?”, tanya dia balik. Nampaknya dia belum sadar kalo aku pake baju seksi. Akupun mendekati meja kasir dan membungkuk bertumpu pada tanganku yang dimeja. “Gini… ponakanku ultah aku mau cari baju cewek yang abg gitu, seksi, girly gitu deh….”, senyumku menggoda. Nampaknya adit mulai salah tingkah disuguhi tetek yang menantang untuk diremas. “Kenapa dit kok tegang gitu…”, tanyaku menambah dia salah tingkah. “gggg…. g papa c…”, pilih aja nanti adit kasih diskon.

Akupun menuju display baju buat pilih-pilih. Setelah ada yang cocok aku bilang ke adit yang sedari tadi mengamati lekuk tubuhku. Aku berniat mencoba baju ini karena postur keponakanku g jauh dari aku.

“Dit aku boleh coba bajunya g ?”, tanyaku yang membuat adit kaget. “Bbbboleh ci….”, jawabnya. Akupun menuju kamar pas yang cuma merupakan ujung ruangan yang ada tirainya.

Sengaja aku g tutp tirai dengan sempurna, jadi dari meja kasir adit bisa menatapku. bahkan tak hanya dari belakang, badanku dari depan pun nampak dari pantulan cermin. Aku cuek saja….

“Dit……..”, aku memangilnya. “Mmmmmm… tolong lepasin kancing Bra ku dunk yang belakang”, godaku. Diapun menuju kamar pas dan langsung menyetuh punggungku. “Kok dilepas c ? “, tanyanya polos. ” Aku mau coba bajunya biar keliatan natural”, Jawabku. Ketika telapak tanganya menyentuh punggungku terasa dingin banget. Takut, terangsang, horny, g tau mesti ngapain… mungkin itu yang dipikiranya.

Filed under: Umum Continue reading

Suami Isteri Konyol

Posted on December 12, 2009

Me n wife dah lama membicarakan soal swing mesti masih belum kesampean. Ada rasa takut ato belum siap, terutama soal kerahasiaan. Maklumlah belum pernah mencoba.

Cerita ini bermula dari iseng membelikan wife kaos seksi yang ketat. Abis belanja-2 ternyata banyak kupon diskon yang sayang nggak dipake', akhirnya gw iseng bilang ke wife gimana kalo kubelikan kaos seksi? Wife setuju tapi harus aku yang beli. Akhirnya memberanikan diri. Meski sempat disenyumin ama mbak-2 spg kaos cewek itu, cuek aja..

Singkat cerita di mobil me n wife cerita-2 hot soal imaginasi di mobil. Kupancing wife kalo berani tukar bajunya dengan kaos yang baru dibeli, ternyata tantangan disambut. Sambil mepet-2 kiri di jalur arah ciawi klakson dari angkot dan motor dari belakang wife cuek aja. Kursi dilipat ke belakang langsung buka-buka. Yang bikin horni wife sempat buka baju lama, durasi sekitar 10 menit tanpa sebenang pun bagian atas, sampe sempat dilirik pengendara motor. Toket wife yang 36 cup C menggelantung menjulang langsung gw isep tapi curi-curi mengingat lalu lintas ramai akhirnya kupegang-pegang aja dan minta wife pake kaos ketat yang baru kubeli wow... so sexy that was the firstime liat wife pake baju seseksi itu. Maklum wife selalu risih dengan tontonan orang terutama ke bagian dada sehingga selalu mengenakan baju kerja yang sopan dan bra yang ndak pake kawat.

Lanjut cerita, wife juga ikutan horny dan pengen pamer. Bingung juga maksudnya gimana, akhirnya tancap gas ke arah diskotik daerah taman sari. Karena masih termasuk sore, kira-2 jam 8.30 wife n me kecewa karena mash sunyi dan club belum buka. Akhirnya disuruh maen bilyar dulu ama yang jaga di depan.. kurang sip dan tertantang akhirnya ke club karoke daerah dekat baranang siang..meski masih sepi tapi lumayan hot karena wife bisa pamer di depan beberapa tamu, sambil keluar masuk ke toilet..

Kira -kira satu jam di club karoke akhirnya pulang, takut telat ndak enak ama mertua yang lagi nginap ke rumah.

Di tol arah pulang wife udah tambah horni. kaos yang belahan rendah udah diturunin ampe gunungnya menggantung bebas. Petugas tol sampe malue ngeliatnya. Me saking horninya dah pengen banget ml ama wife. Minggir di rest area bogor terlalu rame, ndak enak akhirnya kaluar lagi nyari-2 tempat sepi. Keluar sentul bikin wife tambah horni pengen toge-nya dipegang orang katanya. cuman mau dipegang aja rasanya gimanaaa gitu. Diskusi akhirnya diputuskan cari tukang rokok di tempat sepi, rencananya pura-2 beli rokok nanti wife mau narik tangan orang itu pegang toket wife.. akhirnya nyusurin jalan ke arah gunung pancar, masuk kanan mengarah ke jalan kampung menuju sentul selatan...

cari-2 tukang rokok yang sepi ndak ada akhirnya jalan terus... mendekati keluar ke perumahan sentul selatan, ada jalan gelap ke kanan arah gadok (alternatif).. akhirnya masuk.. gelap takut juga ada setannya... ndak taunya pikiran setan yang masuk..

lewatin pangkalan ojek ada dua ojek anak muda sedang nongkrong... akhirnya timbul pikiran gila. Me turun pura-2 nanyain jalan ke arah gadok wife stay di mobil. Dua anak muda ini akhirnya boncengan jalan di depan kita tunjukin jalan. Melihat lokasi sudah sangat sepi dan gelap aku nyalain dim dan sein ke kiri.. dua anak muda itu kemudian balik lagi ke arah mobil..

karena emang nanya arah jalan, keduanya sama sekali ndak curiga kalo kita mo minta service enak buat wife dari mereka... pas di samping kaca gw langsung tanya sambil senyum.. "mas-mas, mau pegang2 toket nggak? mbak ini pengen toketnya diraba..."

lucu juga karena keduan cuman saling tatap seperti risih.. gw malu juga nanyanya rupanya dua anak muda ini emang anak muda yang nggak suka iseng.. tapi yang duduk di belakang boncengan rupanya tertarik dan lebih berpengalaman.. keduanya hanya takut diliat teman-2 ojeknya yang kerap lewat..

sementara wife udah tambah horni sambil buka pintu "ayo dong mas.. pegang aja..."

keduanya masih mikir.. dan malah ngajak minum-2 di tempat tongkrongan wife yang sudah horni setengah marah " mau nggak sih.." kalo nongkrong udah nggak sempat karena kita dah mo balik...
Melihat dua anak muda ini agak plinplan akhirnya me ikutan nimbrung. "ayo dong, masa dikasih enak nggak mau" keliatan mereka berdua masih mikir akhirnya pura-pura mau jalan akhirnya salah satu dari dua anak muda ini mau. Kagetnya, malah yang di depan, yang dari tadi keliatan pendiem dan alim..

Filed under: Umum Continue reading

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin