Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Penyerbuan Siti Di Temanggung

Sabtu, 01 Agustus 2009, satu minggu sebelum terjadi penyergapan sarang teroris di daerah Temanggung, Jawa Tengah, oleh Densus 88 Anti Teror.

Jam menunjukkan pukul 13.00, Temanggung meskipun saat itu siang hari tapi karena daerah pegunungan udara terasa dingin dan sejuk.

Aku akan segera kembali ke Semarang setelah satu minggu ada tugas dinas di daerah Temanggung dalam rangka promosi produk dari perusahaan farmasi tempatku bekerja.

Dengan posisi menungging dihadapanku, seorang wanita usia 29 tahun tingginya kurang lebih 160cm berat badan tidak lebih dari 45kg, dengan kancing baju terbuka dan BH warna merah membungkus payudaranya yang berukuran 32, mengenakan Boy Shorts juga warna merah membungkus pantatnya yang padat berisi menutup seluruh pinggul dan sebagian perut, terlihat pantatnya lebih menyenangkan, nyaman, dan berkesan sporty.

Wanita ini terkesan mengidentifikasikan dirinya yang easy going dan down to earth.

Pantatnya bergerak gerak mengikuti gerakan mulutnya yang tengah sibuk mengoral penis Aris temanku yang berada didepan wajahnya.

Sedangkan kedua tangannya sibuk memegang dua penis milik Wawan dan Andi yang berada disamping kanan dan kirinya.

Dengan perlahan aku perhatikan adegan ini dari belakang.

Tangan Aris mulai meraih kepala Siti, nama wanita tadi dengan maksud untuk menahan gerakan gerakan mulutnya yang serasa sangat nikmat mengulum penisnya.

Sedangkan tangan Wawan dan Andi mulai sibuk mencari payudara Siti yang tergantung didadanya.

Dari belakang aku coba membantu melepas baju yang dipakai Siti dan dengan perlahan aku mengelus bagian punggungnya yang kini terpampang, mulai dari pangkal leher dengan perlahan tanganku menjalar ke bagian pundak, pangkal ketiak terus kebagian pinggang, sekitar 5 menit aku melakukan itu dan kini aku mulai meraih pengait BH yang dikenakan Siti dan dengan sekali tarik terlepas BH yang dipakainya dan kini pelan-pelan Bhnya aku lepaskan dari tangan Siti yang agak menghalangi saat kami berempat mulai menyaksikan tubuh Siti yang setengah telanjang.

Dan kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk menjamah payudara Siti yang kini tergantung bebas tanpa penutup dada tergantung bebas dengan posisi Siti yang kini merangkak dengan mulut bergantian mengulum 3 penis yang mengelilinginya, depan kanan dan kiri.

Sementara tangan Aris, Andi dan Wawan sibuk menggerayangi payudara Siti, tanganku dengan perlahan mulai menarik kebawah Boy Shorts yang dikenakan Siti, pelan tapi pasti Boy Shorts yang dikenakan Siti kini sudah setengah turun dan menutupi sebagaian pantatnya yang padat berisi.

Filed under: Umum Continue reading

Panda Lokal Yang Mulus

apartemen panda1.jpg

Download

Filed under: Galeri No Comments

Bercinta dengan Linda dan Rika, sahabat istriku

Aku bangun kesiangan. Kulirik jam dinding…ah… pukul 8 pagi…Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. Segera aku meloncat bangun, mencari-cari istri dan anak-anakku..tidak ada…Ahh…baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekolah anakku mulai jam 9 pagi. Pantas saja mereka sudah berangkat. Istriku sengaja tidak membangunkan aku untuk ikut ke sekolah anakku, karena malamnya aku pulang kantor hampir pukul 4 pagi.

Yah, beginilah nasib auditor kalo lagi dikejar tenggat laporan audit. Untung saja, ada anggota timku yang bisa mengurangi keteganganku. Ya, Agnes tentunya, yang semalam telah memberikan servis untukku. Baginya, bersetubuh dengan lelaki lain selain suaminya bukan hal yang tabu, karena dia sendiri juga tidak mempermasalahkan jika suaminya berkencan dengan wanita lain. Prinsip mereka, yang penting pasangan tidak melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri.

Aku tersenyum mengingat kejadian semalam. Sebenarnya jam 11 malam kami sepakat untuk pulang kantor, tapi ternyata aku dan Agnes sama-sama lagi horny. Akhirnya, terjadilah seperti yang sudah kuceritakan diatas. Tak terasa, aku mulai horny lagi. tongkolku pelan-pelan mengangguk-angguk dan mulai mengacung.
“Walah…repot bener nih, pikirku. “Lagi sendiri, eh ngaceng.” Kebetulan, di rumah tidak ada pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu kedua anakku. “Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran,” kilah istriku. Aku setuju saja.

Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF. Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. Setelah kubuka celanaku, aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana. Pelan-pelan kuurut dan kukocok tongkolku. Tampak dari ujung lubang tongkolku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak. Aku pun teringat Linda, sahabat istriku. Kebetulan Linda berasal dari suku Chinese. Dia adalah sahabat istriku sejak dari SMP hingga lulus kuliah, dan sering juga main kerumahku. Kadang sendiri, kadang bersama keluarganya. Ya, aku memang sering berfantasi sedang menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tapi lebih gendut. Yang kukagumi adalah kulitnya yang sangat-sangat-sangat putih mulus, seperti warna patung lilin. Dan pantatnya yang membulat indah, sering membuatku ngaceng kalo dia berkunjung.

Aku hanya bisa membayangkan seandainya tubuh mulus Linda bisa kujamah, pasti nikmat sekali. Fantasiku ini ternyata membuat tongkolku makin keras, merah padam dan cairan bening itu mengalir lagi dengan deras. Ah Linda…seandainya aku bisa menyentuhmu..dan kamu mau ngocokin tongkolku..begitu pikiranku saat itu.

Lagi enak-enak ngocok sambil nonton bokep dan membayangkan Linda, terdengar suara langkah sepatu dan seseorang memanggil-manggil istriku.
“Ndah…Indah…aku dateng,” seru suara itu…
Oh my gosh…itu suara Linda…mau ngapain dia kesini, pikirku. Kapan masuknya, kok gak kedengaran? Linda memang tidak pernah mengetuk pintu kalau ke rumahku, karena keluarga kami sudah sangat akrab dengan dia dan keluarganya.

Belum sempat aku berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan diri, tau-tau Linda udah nongol di ruang tengah, dan…
“AAAHHH…ANDREEEEW…!!!!,”jeritnya. “Kamu lagi ngapain?”
“Aku…eh…anu…aku….ee…lagi…ini…,”aku tak bisa menjawa pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu. Orang yang selama ini hanya ada dalam fantasiku, tiba-tiba muncul dihadapanku dan straight, langsung melihatku dalam keadaan telanjang, gak pake celana, Cuma kaos aja. Ngaceng pula.
“Kamu dateng ok gak ngabarin dulu sih?” aku protes.
“Udah, sana, pake celana dulu!” Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian,lagi ngapain sih?”ucapnya sambil duduk di kursi didepanku.
“Yee...namanya juga lagi horny...ya udah mending colai sambil nonton bf. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekolah. Ya udah, self service,”sahutku.
“Udah, Ndrew. Sana pake celana dulu. Kamu gak risih apa?”
“Ah, kepalang tanggung kamu dah liat? Ngapain juga dtitutupin? Telat donk,”kilahku.
“Dasar kamu ya. Ya, udah deh, aku pamit dulu. Salam aja buat istrimu. Sana, terusin lagi.” Linda beranjak dari duduknya, dan pamit pulang.
Buru-buru aku mencegahnya. “Lin, ntar dulu lah...,”pintaku.
“Apaan sih, orang aku mau ngajak Indah jalan, dia nggak ada ya udah, aku mau jalan sendiri,”sahutnya.
“Bentar deh Lin. Tolongin aku, gak lama kok, paling sepuluh menit,”aku berusaha merayunya.
“Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Linda protes sambil melotot. “Kamu jangan macem-macem deh, Ndrew. Gak mungkin donk aku lakukan itu,”sergahnya.
“Lin,”sahutku tenang. “Aku gak minta kamu untuk melakukan hal itu. Enggak. Aku Cuma minta tolong, kamu duduk didepanku, sambil liatin aku colai.”
“Gimana?”
Linda tidak menjawab. Matanya menatapku tajam.
Sejurus kemudian..
“Ok, Lin. Aku janji gak ndeketin apalagi menyentuh kamu. Tapi, sebelum itu, kamu juga buka bajumu dong...pake BH sama CD aja deh, gak usah telanjang. Kan kamu dah liat punyaku, please?” aku merayunya dengan sedikit memelas sekaligus khawatir.
“Hm...fine deh. Aku bantuin deh...tapi bener ya, aku masih pake BH dan CDku dan kamu gak nyentuh aku ya. Janji lho,”katanya. “Tapi, tunggu. Aku mau tanya, kok kamu berani banget minta tolong begitu ke aku?”
”Yaaa...aku berani-beraniin...toh aku gak nyentuh kamu, Cuma liat doang. Lagian, kamu dah liat punyaku? Trus, aku lagi colai sambil liat BF...lha ada kamu, kenapa gak minta tolong aja, liat yang asli?”kilahku.
“Dasar kamu. Ya udah deh, aku buka baju di kamar dulu.”
“Gak usah, disini aja,”sahutku.

Perjalanan dinas plus “honeymoon”

Aku menjabat Kepala Cabang perusahaan asing ternama disalah satu kota di Sumatra. Dalam pekerjaan ku, salah satu team ku sebagai asisten ku,bernama Ika sudah bersama ku selama 3 tahun lebih.

Ika sangat menarik, dandanannya cukup simple, namun suka pakai rok mini. Dalam pekerjaan sehari-hari aku dan Ika selalu membicarakan tugas, tidak pernah melenceng ke hal-hal sex, meskipun aku sering mencuri-curi ke arah pahanya yang mulus, yang tidak ter"cover" oleh rok-nya yang mini. Sering aku menghampiri meja kerjanya untuk membicarakan tugas, dan Ika dengan santainya membicarakan serius tanpa gaya merayu atau apapun. Paha yang terlihat pun tidak ada usaha untuk menutupinya ataupun. Pokoknya hubungan ku "straight" sebatas pekerjaan.

Adalah hal rutin untuk saya berkunjung ke kantor pusat Jakarta untuk urusan rapat dll. Namun kejadian minggu lalu adalah hal yang benar2 berbeda.

Undangan rapat pun tiba dan kantor pusat memanggil kami untuk rapat membicarakan krisis, karena cukup penting maka kantor pusat memanggil beberapa staff cabangku termasuk Ika.

Sengaja aku sampaikan ke Ika bahwa dia aku utuskan untuk hadir di Jakarta, namun dibalik itu aku memang rencanakan untuk hadir, aku booking tiket pesawat secara terpisah.

Pada hari H, aku langsung check in di counter Garuda, saat boarding sengaja aku masuk pesawat paling akhir, sambil jalan di gang aku lihat penumpang dan terlihatlat Ika yang sudah duduk dikursi jendela. Belum selesai dia terkaget akan kehadiranku, aku sudah langsung bilang bahwa aku putuskan untuk ikut rapat. Dalam perjalanan hampir dua jam lebih aku hanya bisa melihat Ika dari belakang, karena aku dapat kursi paling belakang sedangkan Ika ada ditengah.

Saat mendarat di Jakarta, langsung aku menghampirinya dan aku jelaskan lagi bahwa aku putuskan untuk ikut karena pentingnya rapat ini, dan Ika pun hanya mengangguk sembari menjawab "Ya Pak" dengan nada pelan, sambil dalam hati kebingungan (mungkin).

Dari Airport Jakarta langsung kami menuju ke Hotel Mulia tempat kami meeting dan menuju ke salah satu Ballroom untuk mengikuti meeting. Karena waktu yang mepet sekali, kami langsung menuju ke Ballroom tsb tanpa check in kamar terlebih dahulu. Rapat pun berjalan serius dan berakhir sore hari.

Saya langsung suruh Ika untuk check in ke reception, sempat Ika menanyakan apakah saya mau check in kamar juga. Saya jawab nanti saya susul setelah saya menemui atasan saya di Ball room itu.

Selesai berbicara dengan atasan saya, saya menuju ke reception, dari jauh aku melihat Ika dari belakang dengan rok mininya serta terlihat pahanya yang mulus yang sudah aku hafal benar...

Ku dekati Ika dan langsung Ika nanya, Bapak mau check in juga? Aku hanya bilang kamu check in saja dulu, aku nanti nyusul.

Selesai check in Ika menuju lift untuk kekamar, aku ikuti sambil membicarakan topic rapat tadi, Ika pun masuk lift dan memasukkan kartu kamarnya dan menekan tombol lantai 17. Didalam lift aku jelaskan bahwa kamar hanya pesan satu, dan aku tanya Ika apakah dia keberatan kalau aku gabung dikamar dia, plus aku tambahkan sekalian menghemat anggaran kantor cabangku, toh cuman untuk tidur saja.

Ika terlihat bingung namun juga tidak bilang keberatan atau tidak keberatan, sambil jalan ke kamar yang dituju. Sesampainya dikamar aku langsung aja menaruh koper kecilku, dan Ika sempat menanyakan apakah aku serius mau sekamar dengannya.

Aku tegaskan lagi bahwa kalau hanya untuk tidur semalam gak ada masalah. Akhirnya sambil terheran-heran, Ika meng-iya-kan, tanpa menyebut syarat-syarat.

Kami pun mulai melepaskan baju kantor kami, aku lepas dikamar dan Ika masuk ke kamar mandi untuk ganti baju sekaligus membersihkan diri.

Aku hanya bilang sehrian capek kita gak usah keluar makan, kita order room service saja, Ika pun langsung setuju.

Filed under: Umum Continue reading

Bibiku adalah Cintaku

Semenjak aku SMA, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Itulah mungkin yang mengakibatkan aku tidak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat. Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.

Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.

"Capek Dek Iwan?", tanyanya.

"Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi", jawabku. "Tapi mbak Dewi masih cantik ya?"

Ia ketawa, "Ada-ada saja kamu".

Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah.

Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.

"Nggak tidur Wan?", tanyanya.

"Masih belum ngantuk mbak", jawabku.

Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

"Kamu banyak diam ya", katanya.

"Eh..oh, iya", kataku kaget.

"Mau ngobrolin sesuatu?", tanyanya.

"Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja", jawabku.

"Ah kamu, ada-ada aja"

"Serius mbak"

"Makasih"

"Restorannya gimana mbak? Sukses?"

"Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana", katanya. "Gimana kuliahmu?"

"Ya, begitulah mbak, lancar saja", jawabku.

Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. "Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek".

"Makasih, nggak usah ah"

"Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?"

Ia tersenyum, "Ya udah, pijitin saja"

Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya.

"Kamu sudah punya pacar Wan?", tanya mbak Dewi.

"Nggak punya mbak"

"Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?"

"Saya aja yang nggak tertarik ama mereka"

"Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta"

"Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya"

"Masa'?"

"Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda", aku mencoba memancing.

"Siapa?"

"Mbak Dewi".

Ia ketawa, "Ada-ada saja kamu ini".

"Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?",

Ia diam.

Filed under: Sedarah Continue reading

Hukumanku

Beberapa waktu yang lalu aku tertangkap oleh aparat pemerintah dalam sebuah razia yang dilakukan di wilayah pinggiran kota xxxx. Dengan sedikit usaha yang aku bilang sangat panjang akhirnya aku mendapat pengetahuan tambahan dari mereka, tapi semua itu juga musti aku bayar dengan usahaku sendiri. Namaku yunita temanku biasa memanggilku yuni tinggiku 167 cm dengan ukuran dada 34b kulitku kuning langsat. Di kehidupanku yang lalu aku merupakan primadona kompleks tersebut. Aku menjadi pekerja seks karena kehidupanku yang ironis ketika aku tinggal didesaku, hingga sampai saat ini aku hidup sebatang kara tidak memiliki sanak saudara. Aku saat ini mencoba menjajaki kehidupan ku yang baru dan entah sampai kapan. cerita ini ad yang aku bumbui dan aku kurangi

Filed under: Umum Continue reading

Adegan Ranjang Tamara Bleszynski

Adegan Ranjang Tamara Bleszynski - Tamara Bleszynski terlihat melakoni adegan ranjang di film Air Terjun Pengantin. Dalam adegan ranjang tersebut Tamara Bleszynski terlihat hanya memakai pakaian dalam saja, dan terbarik pasrah diatas tempat tidur.

Tamara_Bleszynski_2.jpg

Download

Filed under: Galeri No Comments

Penggerebek Telanjangi Pasangan Mesum dan Merekamnya

*MAKASSAR, KOMPAS.com — *Belum usai persoalan beredarnya video mahasiswi bugil yang dibuat dan disebarkan oleh sejumlah oknum polisi, kini telah beredar lagi rekaman sejoli yang ditelanjangi. Namun, kali ini dilakukan oleh beberapa pemuda biasa yang melakukan penggerebekan sejoli mesum itu.

Informasi yang diperoleh, kejadian dua pekan lalu itu terjadi di sekitar GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Namun, hingga kini korban berambut panjang itu belum melaporkan kasus pelecehan seksual itu kepada polisi.

Kapolresta Makassar Timur AKBP Mansjur telah mengetahui dan melihat rekaman pelecehan tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan yang masuk terkait ada dan beredarnya video tersebut," ujar Mansjur yang ditemui di kantornya, Senin (1/6).

Informasi yang berkembang di masyarakat, sebelum dilecehkan, korban ketahuan telah melakukan hubungan badan dengan kekasihnya. Setelah itu, barulah pasangan itu digerebek oleh beberapa pemuda sekitar lokasi kejadian. Pemuda-pemuda itu kemudian memaksa melucuti baju korban wanita. Bahkan, (maaf) mereka yang menggerebek itu justru meraba payudara korban.

*Polisi harus proaktif*

Aktivis perempuan Sulawesi Selatan, Inda Fatinaware, menegaskan, beredarnya rekaman tersebut mestinya membuat polisi proaktif menyelidiki dan menangkap para pelaku pelecehan tersebut. Bukan menunggu laporan korban baru polisi bergerak.

"Jika sikap polisi baru bergerak setelah korban melapor, itu namanya polisi tidak profesional. Mendengar ada kejadian itu begitu saja mestinya polisi segera menyelidiki," kata Indah yang juga Dewan Pengawas Nasional Solidaritas Perempuan yang dihubungi via telepon selulernya, tadi malam.

Ia menambahkan, sikap sekelompok pemuda yang bertindak seperti polisi masyarakat telah berlebihan dan main hakim sendiri. Memaksa korban melucuti pakaiannya dan memegang tubuh korban adalah pelecehan. Pelaku harus dihukum. *(jum/cr3)*

Videonya

Filed under: Berita Panas No Comments

Kamila

kamila001.jpg

Selengkapnya

Filed under: Galeri No Comments

Kuperkosa Mantan Guruku (bag.1)

Namaku adi, aku saat ini berumur 21 tahun, aku sekarang masih kuliyah disalah satu universitas ternama di Malang. Waktu aku masih duduk dibangku SD aku pernah mempunyai seorang guru wanita yang membuatku selalu membayangkannya tiap malam. Dia bernama Bu Lilik Masriyah, dia sudah mempunyai suami bernama Pak Lukman yang juga seorang Guru. Bu lilik mempunyai 3 orang anak, anaknya yang pertama sebaya denganku sedangkan anaknya yang kedua kelas 1 SMA, anaknya yang ketiga duduk dibangku TK. Bu lilik dikenal oleh semua murid sebagai guru yang otoriter, begitu banyak murid murid yang takut bila dia yang mengajar. Tapi dimataku dia adalah wanita yang perfect. Saat ini Bu lilik adalah seorang wanita yang berumur 40 tahun yang anggun, dia cantik, kulitnya putih, hidungnya mancung, bibirnya merah delima, rambutnya sebahu, postur tubuhnya tinggi, body tubuhnya lumayan dan masih singset daripada wanita 40 tahun lainnya. Sewaktu aku masih duduk dibangku SD, tak sengaja sering terlihat BH yang dipakai Bu lilik waktu dia sedang menulis di papan tulis ataupun waktu dia sedang duduk. Hal – hal itu yang membuatku terbayang – baying setiap saat setiap waktu. Bisa dibilang masa puberku waktu itu terjadi karena sering membayangkan aku bercinta dengan Bu lilik. Dasar anak – anak pikirku.

Setiap pulang dari malang aku selalu lewat depan rumahnya, kulihat rumahnya selalu sepi. Mungkin setiap aku lewat dia tak sedang berada diRumah. Singkat cerita Waktu itu aku tiba dirumah pukul 12 malam. Aku sejenak duduk diruang tamu kulihat dimeja ada sebuah undangan reuni dari sekolah SD ku dulu. Besoknya aku datang ke tempat reuni aku bertemu dengan banyak teman – teman SD disitu. Kulihat Bu lilik juga hadir dalan acara tersebut. Ku lihat dia masih tetap cantik seperti dulu. Dalam acara tersebut panitia reuni mengadakan tour ke Bali dalam rangka ulang tahun berdirinya sekolah. Kebetulan 1 minggu aku libur kuliyah dan aku memutuskan untuk ikut dalam tour tersebut. Pukul 4 sore acaranya selesai. Aku segera menghampiri Bu lilik. Ku jabat dan kucium tangannya seraya memberi hormat padanya. Hanya beberapa menit kami ngobrol. Kulihat yang lain sudah pada pulang. “Bu nunggu siapa? Kok belum pulang? Nunggu jemputan yah??” tanyaku sambil tersenyum kecil. “iyah.. ibu nunggu jemputan anak ibu…”  jawabnya sambil membalas senyumku “loh memang suami Bu lilik kemana kok anak ibu yang jemput???” tanyaku lagi. “suami ibu lagi melayat ke rumah temanya kedua anak ibu dirumah tapi anak ibu yang sebaya dengan kamu kuliyah diSurabaya dan tadinya dia mau pulang dan sekalian jemput ibu gitu” “oh anak ibu kuliyah diSurabaya ngekost yah bu???” kemudian hp di tasnya Bu lilik berbunyi dan akhirnya dia mengangkatnya. Beberapa detik pembicaraan ku dengan dia terpotong dengan suara hp di tasnya. “oh anak ibu kos disana dia Cuma pulang 1 minggu 1 kali. Tapi kali ini dia gak bissa pulang karena banyak tugas di kampus….barusan dia nelpon ibu”  dalam hati ku berkata ini kesempatan untukku untuk bissa menawarkan sesuatu pada dia. “maaf bu lilik, kalau saya diperbolehkan biarkan saya saja yang nganterin ibu pulang…gimana bu???” “eeehhhmmm..gimana yah Di…eehhmmm… yauda deh ibu mau”

Categories

Meta

Statistics

Follow ceritadewasa17 on Twitter
tracker

Lainnya