Cerita Dewasa Kumpulan cerita-cerita khusus untuk 17 tahun ke atas

Aku dan Asisten pribadiku

Posted on January 3, 2011

Aku menjabat Kepala Cabang perusahaan asing ternama disalah satu kota di Sumatra. Dalam pekerjaan ku, salah satu team ku sebagai asisten ku,bernama Ika sudah bersama ku selama 3 tahun lebih. Ika sangat menarik, dandanannya cukup simple, namun suka pakai rok mini. Dalam pekerjaan sehari-hari aku dan Ika selalu membicarakan tugas, tidak pernah melenceng ke hal-hal sex, meskipun aku sering mencuri-curi ke arah pahanya yang mulus, yang tidak ter”cover” oleh rok-nya yang mini. Sering aku menghampiri meja kerjanya untuk membicarakan tugas, dan Ika dengan santainya membicarakan serius tanpa gaya merayu atau apapun. Paha yang terlihat pun tidak ada usaha untuk menutupinya ataupun. Pokoknya hubungan ku “straight” sebatas pekerjaan.

Adalah hal rutin untuk saya berkunjung ke kantor pusat Jakarta untuk urusan rapat dll. Namun kejadian minggu lalu adalah hal yang benar2 berbeda.

Undangan rapat pun tiba dan kantor pusat memanggil kami untuk rapat membicarakan krisis, karena cukup penting maka kantor pusat memanggil beberapa staff cabangku termasuk Ika.

Sengaja aku sampaikan ke Ika bahwa dia aku utuskan untuk hadir di Jakarta, namun dibalik itu aku memang rencanakan untuk hadir, aku booking tiket pesawat secara terpisah.

Pada hari H, aku langsung check in di counter Garuda, saat boarding sengaja aku masuk pesawat paling akhir, sambil jalan di gang aku lihat penumpang dan terlihatlat Ika yang sudah duduk dikursi jendela. Belum selesai dia terkaget akan kehadiranku, aku sudah langsung bilang bahwa aku putuskan untuk ikut rapat. Dalam perjalanan hampir dua jam lebih aku hanya bisa melihat Ika dari belakang, karena aku dapat kursi paling belakang sedangkan Ika ada ditengah.

Saat mendarat di Jakarta, langsung aku menghampirinya dan aku jelaskan lagi bahwa aku putuskan untuk ikut karena pentingnya rapat ini, dan Ika pun hanya mengangguk sembari menjawab “Ya Pak” dengan nada pelan, sambil dalam hati kebingungan (mungkin).

Dari Airport Jakarta langsung kami menuju ke Hotel Mulia tempat kami meeting dan menuju ke salah satu Ballroom untuk mengikuti meeting. Karena waktu yang mepet sekali, kami langsung menuju ke Ballroom tsb tanpa check in kamar terlebih dahulu. Rapat pun berjalan serius dan berakhir sore hari.

Saya langsung suruh Ika untuk check in ke reception, sempat Ika menanyakan apakah saya mau check in kamar juga. Saya jawab nanti saya susul setelah saya menemui atasan saya di Ball room itu.

Selesai berbicara dengan atasan saya, saya menuju ke reception, dari jauh aku melihat Ika dari belakang dengan rok mininya serta terlihat pahanya yang mulus yang sudah aku hafal benar…

Ku dekati Ika dan langsung Ika nanya, Bapak mau check in juga? Aku hanya bilang kamu check in saja dulu, aku nanti nyusul.

Selesai check in Ika menuju lift untuk kekamar, aku ikuti sambil membicarakan topic rapat tadi, Ika pun masuk lift dan memasukkan kartu kamarnya dan menekan tombol lantai 17. Didalam lift aku jelaskan bahwa kamar hanya pesan satu, dan aku tanya Ika apakah dia keberatan kalau aku gabung dikamar dia, plus aku tambahkan sekalian menghemat anggaran kantor cabangku, toh cuman untuk tidur saja.

Aku Dan Mamaku

Posted on January 3, 2011

Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Sesampai dirumah nampak sebuah mobil sedan putih parkir didepan rumah. Siapa ya ? dalam hatiku bertanya.

Padahal mama hari ini jadwalnya tennis. Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi.

“Sudah pulang sekolahnya ya sayang” Tanya mama padaku.

“Oh iya, ini perkenalkan om Ari relasi bisnis papamu, kebetulan pulang tennis tadi ketemu, jadi mama diantar pulang sekalian”. Kami saling berjabat tangan untuk berkenalan. Mereka kutinggalkan masuk kekamarku untuk berganti baju seragam sekolah.

Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku perempuan melanjutkan sekolah SMU-nya di kota “M” dan tingalnya indekost disana. Alasannya karena mutu sekolahnya lebih baik dari yang ada dikotaku ( padahal daripada tidak naik kelas dan jadi satu kelas denganku ). Jadi tinggal aku sendirian yg menemani mamaku, karena papa sering pergi ke luar kota untuk melakukan kegiatan bisnisnya.

“Indra, tolong kesini sebentar sayang.” tiba-tiba terdengar suara mama memanggilku. “Ya ma !” aku segera beranjak untuk menemui mama di ruang tamu.

“Om Ari mau minta tolong di belikan rokok ke warung sayang” pinta mama. Aku segera mengambil uang dan beranjak pergi ke warung untuk beli rokok. Sepulangnya dari warung tidak kutemui mama maupun om Ari di ruang tamu, padahal mobil om Ari masih parkir di depan rumah. Rokok kuletakkan di meja tamu lalu kutinggalkan kembali ke kamarku.

Melewati kamar mama nampak pintu sedikit terbuka. Dengan rasa penasaran kuintip melalui celah pintu yang terbuka tadi. Didalam kamar nampak pemandangan yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku sering menelan ludah. Nampak mama yang telanjang bulat tidur di atas ranjang dengan om ari menindih dan mengulum payudara mama tanpa menggunakan celana lagi. Dengan gerakan teratur naik turun menyetubuhi mamaku. Sambil mengerang dan meggeleng ke kiri dan kekanan, nampak mamaku menikmati puncak dari birahinya. Tak lama kemudian nampak om Ari mengejang dan rubuh diatas pelukan mama. Mungkin sudah mengalami orgasme. Tanpa sengaja dengan wajah kelelahan mama melihat kearah pintu tempat aku mengintip dan mebiarkan aku berlalu untuk kembali ke kamarku.

Sesampainya di dalam kamar pikiranku berkecamuk membayangkan pemandangan yang baru kulihat tadi. Takterasa tanganku melakukan aktifitas di penisku hingga mengeluarkan cairan yang membuatku merasakan kenikmatan sampai aku tertidur dengan pulas.

Malam harinya aku belajar untuk persiapan ujian besok pagi. Tiba tiba pintu kamar terbuka.

“Sedang belajar ya sayang” nampak mama masuk kekamarku menggunakan daster tidur.

“Iya ma, untuk persiapan ujian besok pagi” mamaku duduk di ranjangku yang letaknya dibelakang meja belajarku.

“Kamu marah sama mama ya ?” tiba tiba mama memecahkan keheningan.

“Kenapa harus marah ma ?” tanyaku heran.

“Karena kamu sudah melihat apa yang mama lakukan dengan om ari siang tadi”.

“Enggak ma, memangnya om Ari telah menyakiti mama ?” aku balik bertanya.

“Enggak, malah om Ari telah memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu. Papamu kan sering keluar kota, bahkan mama dengar papamu punya istri muda lagi.”

“Kenapa mama diam saja ?” tayaku.

“Yang penting bagi mama segala keperluan kita terpenuhi, mama tidak akan mempermasalahkan itu.”

“Kamu mau membantu mama sayang ?” tiba tiba mama memelukku dari belakang. Dapat kurasakan payudaranya yang ukurannya sedang menempel di punggungku.

“Menolong apa ma ?” jawabku dengan suara bergetar dan sesekali menelan ludah.

“Memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu.”

“Tapi, aku kan anakmu?”

“Kamu kan laki-laki juga, jadi kalau kita sedang melakukannya jangan berpikir kalau kita ini adalah ibu dan anak.” sambil berkata begitu tiba tiba mamaku sudah memegang batang penisku yang sudah menegang dari tadi.

“Wow, ternyata punyamu besar juga ya” goda mamaku, aku jadi tersipu malu.

Tiba tiba mamaku mengeluarkan penisku dari celana pendek yang kupakai, kepalanya mendekati penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sambil mengocok ngocok dan memainkan lidahnya di ujung penisku. Kurasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan, tiba tiba “crot…crot. .” keluar cairan kenikmatan yang langsung ditampung mulut mama.

“Yah, sudah keluar deh, padahal mama belum kebagian” kata mamaku sambil menelan cairan sperma yang ada dalam mulutnya. Aku jadi malu sendiri, maklum yang pertama kali kulakukan.

“Pindah ke ranjang yuk” ajak mamaku sambil berdiri menuju ranjangku. Aku ngikut aja bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Mamaku tidur terlentang diatas ranjang masih menggunakan dasternya. Ketika kakinya diangkat agak ditekuk tampak mem*k mamaku yang dikelilingi bulu halus itu terbuka. Ternyata mamaku tidak memakai celana dalam dibalik dasternya. Membuat dadaku jadi berdebar debar melihat pemandangan yang indah itu.

“Ayo kesini!” kata mamaku sambil menarik turun celana kolor yang aku pakai. Dasar si kecilku nggak bisa melihat barang aneh, langsung terbangun lagi.

“Nah, itu sudah bangun lagi.” seru mamaku. Kudekati bagian pangkal paha mamaku, tercium olehku aroma yang keluar dari mem*k mamaku yang membuaku makin terangsang. Sambil perlahan kusibak belahan lobang kenikmatan yang didalamnya berwarna merah jambu itu. Kujilat cairan yang keluar dari dalamnya, nikmat rasanya.

“Teruskan indra, jilati bagian itu” lenguh mamaku yang merasakan kenikmatan. Kujilat dan terus kuhisap cairan yang keluar sampai tak bersisa. Setelah sekian lama bermain didaerah vagina mamaku, kuangkat kepalaku dari jepitan paha mamaku. Kulihat mamaku sudah tergolek tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhnya. Mungkin waktu asyik bermain dibawah tadi, mamaku mulepaskan daster yang dikenakannya. Kubuka kaos yang sedang kupakai, sehingga kami sama-sama dalam keadaan telanjang bulat. Kudekati tubuh mamaku sambil perlahan lahan kutindih sambil menghujani ciuman ke bibir mamaku. Kami berciuman sambil memainkan payudara mamaku, kuremas remas dan kupuntir puting payudara yang dulu menjadi sumber makananku pada waktu masih bayi. Tangan mamaku sudah memegang batang penisku dan dibimbingnya kearah lobang kenikmatannya yang sudah basah.

“Tekan sayang…” pinta mamaku. Dengan ragu-ragu kutekan penisku dan bless menancap masuk ke lobang vagina mamaku yang sudah licin.

Oh..nikmatnya, sambil kutarik keluar masuk kedalam lobang kenikmatan itu. Desahan napas mamaku semakin membuat aku terpacu untuk mempercepat irama pemompaan batang penisku kedalam lobang kenikmatan mamaku. Tak lama kemudian…

“Oh, aku sudah sampai sayang, kamu benar benar hebat”.

Terasa lobang kenikmatan mamaku bertambah basah oleh cairan yang keluar dari dalam dan menimbulkan bunyi yang khas seirama keluar masuknya batang penisku. Tiba-tiba mama mencabut batang penisku, padahal sedang keras-kerasnya.

“Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu lobangya, sambil kita rubah posisi.”

Disuruhya aku telentang dengan batang penis yang tegak hampir menyentuh pusarku. Mamaku jongkok tepat diatas batang penisku. Sambil membimbing batang penisku memasuki lobang kenikmatan yang sudah mongering karena di lap dengan ujung kain daster, ditekannya pantat mamaku hingga bless, kembali si kecilku memasuki goa kenikmatan mamaku, meskipun agak seret tapi rasanya lebih enak, sambil perlahan lahan diangkatnya naik turun pantat mamaku, yang membuat aku jadi tambah merem melek. Lama kelamaan jadi tambah licin dan membuat semakin lancarnya batang penisku untuk keluar masuk. Semakin cepat irama naik turunya pantat mamaku, tiba tiba tanganya mencengkeram kuat dadaku dan…

“Aku sudah sampai lagi sayang” desah mamaku. Tubuhnya melemah dan menghentikan irama naik turun pantatnya. Tubuhnya mengelosor telentang disampingku, dan membiarkan batang penisku masih tegak berdiri. ” Aku sudah tidak sanggup lagi sayang, terseah mau kamu apain saja ” kata mamaku pelan. Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil kuangkat kaki kanannya hingga nampak tonjolan lobang vaginanya mulai terbuka. Kumasukkan batang penisku lewat belakang sambil perlahan lahan ku pompa keluar masuk kedalamnya. Irama pemompaanku makin lama makin kupercepat sampai akhirnya tubuhku mengejang hendak mengeluarkan peluru cairan dari lobang penisku, dan crot…crot…crot muntahlah lahar dari lobang penisku. Bersamaan dengan itu mamaku mengerang lemah ” Oh sayang, aku keluar lagi “. Batang peniskupun melemah, dan keluar dengan sendirinya dari lobang petualangan. Kamipun tertidur pulas dalam keadan telanjang bulat sambil berpelukan ( kaya telletubis aja ).

Pagi harinya aku terbangun dengan keadaan segar, mamaku sudah tidak ada disampingku. Ku ambil handuk dan kulilitkan menutupi kemaluanku menuju ke kamar mandi. Di ruang makan aku berpapasan dengan mama yang sudah segar bugar habis mandi. Kudekati mamaku dan kucium pipinya dengan mesra, aroma sabun mandi tercium dari tubuh mamaku. ” Semalam kamu hebat sayang, untuk itu mama siapkan telor setengah matang dan susu hangat untuk memulihkan lagi staminamu ” bisik mamaku lembut. Sambil duduk dengan hanya dililit oleh handuk kuminum susu hangat dan kumakan dua butir telur setengah matang dengan kububuhi merica bubuk dan garam. Mamaku mendampingiku berdiri disampingku, karena tercium aroma segar sabun mandi membuat birahiku jadi naik. Perlahan lahan batang penisku berdiri menyibak lilitan handuk yang menutupinya. Mamaku terseyum melihat kejadian itu, sambil dipegangnya batang penisku berbisik ” Nanti siang aja sepulang kamu dari sekolah kita lakukan lagi “. Dengan kecewa aku beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap siap ujian semester di hari terakhir. Tak sabar rasanya untuk segera menyelesaikan ujian hari ini, agar bisa berpetualang penuh kenikmatan

Filed under: Sedarah No Comments

Windy

Posted on January 2, 2011

Cerita ini terjadi saat aku masih kelas 1 smp. Umur yg masih sangat muda untuk mengenal seks.aku bersekolah di suatu smp swasta di suatu kota di kaltim. Suatu hari aku dikenalkan sama temanku dengan windy. Tubuhnya agak gemuk tapi toketnya sangatlah besar untuk seusianya. Ku taksir ukurannya 34B. setiap hari aku smsan sama windy. Suatu hari aku ajak dia jalan-jalan berkeliling sekitar rumah hingga malam hari, saat aku mengantarnya pulang dia mengajakku main ke rumahnya dan aku masuk ke rumahnya. Ternyata rumah sangat sepi. Orangtuanya sedang keluar kota dan kakak-kakaknya sedang pergi jalan. Windy adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak-kakaknya cowok semua. Aku menemaninya menonton tv lalu dia berkata sama aku “eh kamu pernah nonton bokep ga?” “pernah,mang napa?” “aku punya bokep,kita nonton yuk” setelah itu dia mengajakku ke kamarnya dan nonton di komputernya. Aku sudah nonton bokep sejak kelas 6 sd. Bokep yang kita tonton adalah bokep indo,sepasang anak smp yg masih berpakaian seragam sedang ngentot di hutan. Aku jadi terangsang menonton film tersebut,begitu pula windy nafasnya mulai terengah-engah. Aku beranikan menyentuh toketnya dan meremasnya. “hhmmmm..hmmm” windy mulai semakin bernafsu lalu dia mencium bibirku,saling melumat dan memasukan lidahku ke mulutnya begitu pula sebaliknya. Aku mulai membuka bajunya dan bh sekaligus. Ternyata toketnya memang sangat besar dan montok dengan putting agak keclokatan. Aku emut putingnya berganti kiri dan kanan. Setelah puas menjelati ak membuka celana sekaligus cdnya. Memek sangat wangi dan mulai di tumbuhi rambut-rambut halus. Ak menjilatinya. Setelah puas ak melepas semua pakaianku hingga bugil.”wow kontolmu lumayan jg trus bulunya lebat banget!” lalu windy mulai menghisapi kontolku yang tegang. Aku benar-benar merasakan suatu kenikmatan. Tidak tahan lagi aku kangkangi windy “kamu masih perawan?” “iya,jd hati-hati ya” lalu ak masukan penisku perlahan dan memang memek windy masih sangat sempit tapi ak coba terus untuk memasukannya. Sekitar 15 menit akhirnya kontolku amblas dalam memeknya windy “aauww sakit,pelan donk” aku tidak memperdulikan ucapan dan menggenjot makin cepat. Windy pun mulai merasakan keenakan dan mulai berdesah “ahh ahh ahh ter..ruu..sin!” windy berdesah terputus. Aku genjot terus sambil menghisapi putingnya. 5 menit kemudian “duh aku mau keluar nih” kata windy dan tak lama kemudian aku merasakan cairan hangat membasahi kontolku. Lalu ku cabut kontolku dank u arahkan ke mulutnya. Windy langsung menghisap. Tak lama kemudian aku semprotkan spermaku dalam mulutnya. “duh enak banget ya ngentot!” kata windy “iy,kapan-kapan kita ulang lagi ya” “iya” setelah itu kami berpakaian dan akupun pamit.sebelum pulang aku sempat mencium bibir windy. Itulah kisahku dengan windy. Setelah itu kita sering ngentot dengan banyak gaya seperti yang ada di film. Sekarang aku sudah kelas 1 sma. Semenjak kelas 3 smp aku pindah keluar kota dan aku pun sangat sedih. Tapi bukan Cuma dengan windy saja aku ngentot. Aku juga ngentot dengan selvy yg beda sekolah denganku,dengan teman sdku riska dan dian. Saat di kota baruku aku jg ngentot dengan adik kelasku imas dan anggi dan dengan kakak kelasku ipeh. Nanti akan kuceritakan kisahku dengan mereka.

Sekian dan terima kasih

Rina : Training Management Di Atas Ranjang

Posted on December 19, 2010

“Adduuuhhh....Sakit Kang …pelan-pelan masukkinnya …” Aku pura-pura merintih kesakitan saat suamiku melakukan penetrasi pertama kalinya di malam pengantin kami.

“Akkkhhhhh ….Sakit sekali Kang ….aduuhhhhh …” Kembali aku pura-pura menjerit kesakitan ketika penis suamiku sudah setengah jalan sambil tanganku mencakar punggungnya.

Akhirnya aku bisa merasa lega setelah aku merasakan adanya rembesan cairan yang keluar dari liang senggamaku. Supaya kesannya liang senggamaku masih sempit seperti anggapan laki-laki kebanyakan tentang perawan, aku menahan kontraksikan otot-otot vaginaku selama mungkin. Aku tidak mau memakai jamu-jamuan untuk bikit “rapet” vagina karena akan membuatku kesakitan beneran saat penetrasi.

Untunglah semuanya akhirnya berjalan lancar, suamiku bisa menunaikan tugas pertamanya dengan baik walaupun aku tidak bisa mendapat orgasme yang karena mungkin aku terlalu berkonsentasi pada akting perawanku. Tapi yang paling penting dia tidak curiga aku sudah tidak perawan lagi karena selain aku berpura-pura belum pernah bersetubuh tapi juga ada “bukti nyata” berupa darah perawan yang berceceran di seprei.

Aku memang sudah tidak perawan lagi waktu menikah, keperawananku sudah diambil bossku dari kantor tempat aku bekerja saat kami berdinas di luar kota kurang lebih setahun sebelumnya. Beliaulah yang mengatur strategi buatku supaya aku bisa melewati malam pertamaku dengan “mulus” sehingga ketidak perawananku tidak mengganggu awal rumah tangga baruku.

Dari beberapa opsi yang beliau ajukan supaya aku terlihat perawan lagi di malam pertama, aku mengambil opsi synthetic hymen yang lebih praktis dibandingkan operasi plastik selaput dara. Aku minta untuk dibelikan synthetic hymen sebanyak yang memungkinkan supaya aku bisa berlatih dulu sampai fasih supaya calon suamiku yang sangat pecemburu tidak curiga. Inti latihannya adalah memasang synthetic hymen dengan tepat dan tidak mencurigakan karena kesempatannya hanya satu kali saja. Kemudian belajar pura-pura merintih kesakitan saat (calon) suamiku melakukan penetrasi pertama, baik awal kepala penis masuk maupun saat “selaput dara” mulai robek. Terakhir adalah belajar mengkotraksikan otot-otot vagina untuk member kesan liang senggamaku masih sempit.

Tentu saja aku meminta bantuan bossku itu untuk “memerawani” aku lagi berkali-kali dengan menggunakan synthetic hymen tersebut sampai aku benar-benar percaya diri untuk melakukannya sendiri. Bossku memasang kamera yang merekam setiap adegan latihan tersebut supaya bisa kami bahas sesudahnya. Setiap latihan “malam pertama” ini dilakukan dengan lengkap, mulai dari melakukan fore play sampai bossku ejakulasi. Aku harus melatih menjaga reaksiku seperti benar-benar baru pertama kali bersetubuh, bukan sebagai wanita yang sudah sangat berpengalaman dalam berhubungan badan. Untungnya aku dan suamiku sering melakukan petting waktu pacaran, sehingga aku tidak perlu belajar berpura-pura malu telanjang dihadapan dia.

Akhirnya aku merasa benar-benar lancar melakukannya setelah 7 kali latihan ditambah satu kali “gladi resik” yang semuanya kami lakukan dalam 2 minggu sebelum hari perkawinanku.

Aku Guru ‘Komputer’ yang ‘Hebat’

Posted on December 19, 2010

Namaku Fiko. Ini cerita kedua yang aku kirim. Kali ini aku akan bercerita tentang affairku dengan teman sekantor. Sebut saja namanya Ria, 35th, 165cm, 60kg, 34B. Orangnya santai, periang namun kata temen2ku dia agak sedikit judes. Aku baru sekitar 2 tahun bekerja sekantor dengan dia, sementara dia telah 4 tahun di sana. Cerita ini berawal dari sedikit pengetahuanku tentang komputer. Kebetulan beberapa temenku sering beli komputer rakitan lewat aku, salah satunya Ria ini. Singkat cerita, komputer sesuai spec yang dia ingin aku kirim ke rumahnya, aku rakit dan aku nyalakan. Kemuadian aku suruh Ria mencoba komputernya kalo mungkin ada yang kurang pas. Tapi dia menolak karena ternyata (baru aku tahu) dia belum mahir mengoperasikannya. Kemudian aku tawarkan untuk mengajarinya, dan akhirnya dia pun mau. Setelah kira2 satu jam, karena sudah jam 4 sore aku pamit pulang, tapi dia pesen kalo dia minta aku mengajarinya. Aku terima saja karena emang sepulang kerja aku punya 3 hari free. Sesuai jadwal aku dateng ke rumahnya sekitar jam 2.30 siang. Dia ternyata udah siap dan berganti pakaian daster yang agak tipis, sehingga samar2 kulihat cetakan CD dan BHnya yang berwarna krem. Aku agak canggung karena biasanya di kantor dia memakai pakai yang rapi dan sopan. "Kok bengong? Ayo masuk!" katanya. Aku memang sempat agak kaget bercampur senang karena sebagai lelaki normal tentu saja hal membuat naluri lelakiku bangkit. Setelah masuk dan kita mulai session pertama pelajaran komputerku, ternyata dia malah benyak bercerita tentang kehidupannya. Baru kuketahui ternyata dia sudah bercerai dengan suaminya 3 tahun yang lalu, dan dia sekarang hanya tinggal di rumah dengan ibunya yang sudah berusia 65 tahunan, karena kakak2nya yang semua cewek sudah menikah dan tinggal dengan suaminya di luar kota. Mengetahui itu, aku mulai melancarkan seranganku dnegan bertanya yang agak berbau seks. Tapi masih kuselingi dengan banyolan, taku kalo dia marah. Tapi alangkah senangnya dia justru menanggapinya dengan satai dan semakin memperdalam guyonan. Setelah sekitar satu jam dia minta istirahat, Kemudian kupancing dia dengan memutar video bokep "Tarzan X" yang kebetulan aku simpan di laptopku. Dia tadinya agak malu, namun lama2 dia justru menikmati. Semakin lama kulihat perubahan di raut mukanya. Dan berulang kali dia pamit mau ke belakang. Kemudian dia juga seringkali menyilangkan kakinya, dna tentu saja dasternya sedikit tersingkap dan aku bisa melihat pahanya begitu mulus dan putih. Lama2 aku pun mulai terbawa nafsu, adik kecilku juga mulai bangun. Dan ternyata hal itu diketahui oleh Ria. aku pun agak sediakit malu sebelum akhirnya Riapun mulai mendesah. Dia mulai memgang pahaku yang berada di samping pahanya karena memang kami duduk berdampingan. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku mulai memegang tangannya dan aku remas2. Dia pun ternyata membalas remasanku, bahkan dia mulai berani sengaja menyentuhkan tangannya ke 'adikku' yang sudah tegang sejak tadi. Tanpa basa-basi lagi aku mulai mencium bibirnya, namun dia menolak karena takut ketahuan ibunya. Akhirnya dengan masih berpura2 belajar komputer aku ganti aksiku dengan mulai menyentuh payudaranya. Begitu kenyal dan mantap aku rasakan membuat 'adikku' pun semakin meronta pengin segera dikeluarkan. Kemudian tanganku mulai menyusup ke balik dasternya yang tipis itu. Dia pun berani membuka resleting celanaku kemudian merogoh 'adikku' yang sejak tadi minta diperlakukan lebih.

Andai Dia Jadi Milikku

Posted on December 8, 2010

Namaku Fiko. Aku ingin berbagi kisah namun minta maaf kalo cerita dan bahasanya tidak bagus. terserah pembaca mau kasih comment apa terhadap aku maupun ceritaku. Kisah ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di sebuah PT swasta di kota dekat tempat tinggalku. Aku memang cukup pendiam dan terkesan dingin terhadap cewek. Mungkin karena didikan ortuku yang keras dan mungkin juga karena keadaan ekonomi dan fisikku yang hanya 'pas-pasan'. Namun karena aku lelaki normal, tentu saja aku mempunyai keinginan yang besar untuk punya pacar, ML dll, seperti yang teman-temanku lakukan. Namun entah mengapa keinginan itu terus saja aku simpan sampai-sampai meski semenjak aku SMA beberapa cewek sempat menyatakan perasaannya padaku, bahkan ada yang langsung nembak aku ('gak sombong lohhh'). Namun sekali lagi, aku merasa nggak pantas punya pacar, entah takut berbuat dosa ato takut mengganggu studyku, karena aku dari semenjak SD selalu mendapat Ranking 1. Ketika kuliah aku mulai membuka hatiku untuk memandang cewek di sekitarku, dan itu aku lakukan dengan mengikuti hampir semua UKm (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampusku. Sehingga aku mendapat banyak kenalan maupun teman cewek. Ada satuyang agak berkesan di hatiku waktu itu. Sebut saja namanya Maya. Dia anak Bangka yang berkulit sawo matang dan mengambil satu jurusan denganku namun beda satu tingkat di bawahku. Tingginya 160 cm dengan berat badab 50kg. Cukup ideal bagiku karena aku juga cm 162cm, 55kg. Mulanya aku biasa saja sama dia, namun akhirnya aku merasa dialah yang paling aku cintai sampai saat ini. Meski sekarang dia telah menikah dengan seorang anggota TNI, namun aku merasa perasaanku dengannya belum tergantikan. Aku mengetahui dia ada rasa sama aku karena dia sering maen ke Kopma yang waktu itu aku lagi aktif disana. Sampai pada suatu ketika aku diminta maen ke kontrakannya. sebagai informasi, dia tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan milik familinya. bapaknya bekerja di PELTIM sehingga dia mempunyai cukup biaya untuk mengontrak rumah sendiri semasa kuliah. Beberapa hari semenjak aku maen ke kontrakannya, dia makin sering menemuiku, dan akhirnya dia memberikan sepucuk surat kepadaku, yang intinya dia ingin berteman lebih dekat denganku karena di sini dia sendiri, jauh dari ortu dan butuh teman sebagai 'kakak'nya. Aku mengiayakan saja karena aku emang ada rasa ama dia. Akhirnya aku jadi sering main ke kontrakannya, dan dari situlah cerita ini berlanjut.Singkat cerita aku dan dia jadian, sekitar bulan November. dan setelah dia menyatakan perasaannya, aku memegang tangannya, dan aku cium keningnya. Rasanya indah sekali waktu itu karena aku emang belum pernah mencium cewek sebelumnya. lama-lama kita sering jalan bareng ke pantai dan ke tempat-tempat lain yang romantis, dan semakin lama pula aku dan dia semakin berani cium bibir, french kiss, petting, saling raba dan bahkan saling kulum kemaluan kami. Awal kejadiannya waktu itu aku kemaleman dan ndak bisa pulang ke rumah karena kehabisan angkot, terus dia nawarin untuk nginep di kontrakannya. Aku menolak karena takut ketahuan orang kompleks atu tertangkap pak RT, namun dia berhasil meyakinkan aku dan membuat rencana agar aku bisa aman masuk ke rumahnya. Akhirnya sampailah aku di rumahnya dengan naik becak, dan aku menyelinap masuk. Jantungku begitu berdebar karena takut tadi ada yang melihatku, tapi lama kelamaan aku menjadi tenang karena emang aku lihat di komplek waktu itu sepi sekali. sekitar jam 11 dia pamit mau tidur, sementara aku masih asik menonton TV. sekitar jam 12 aku matikan TV dan menyiapkan kasur di depan TV. namun sekitar 10 menit aku dikejutkan dengan terbukanya pintu kamar dia.
"Belum tidur, mas?" tanya dia.
"Belum, entah kenapa aku sulit tidur. Mungkin aku saking khawatirnya kalo ketangkep....he he", jawabku
'Udah tenang aja, toh kita nggak ngapa-ngapain...'
'Emangya kalo kita ngapa-ngapain bakal ketangkep?'
Dia tidak menjawab namun malah bertanya,'Mau dak aku temenin tidur?" Aku jawab saja, 'Aku maunya ditidurin..."
'Apa!!" 'Maksudku di nina-boboin'.... 'ya udah sini kuelus punggung mas biar cepet tidur..." beberapa saat kemudian dia bertanya:

' Dah ngantuk belum?'

'Wah kalo gini aku jadi dak bisa tidur..'

'Mas..."

'Ya, kenapa?'

Aku sayang ma Mas. Mas gimana sih ma aku?'

Aku juga sayang ma kamu,  aku suruh gimana sih biar kamu percaya??

Pesta Sex di Kolam Renang

Posted on December 8, 2010

Hari itu jumat 3 desember 2009,aku pergi ke puncak bersama Keluarga.Namu bukan keluarga inti.Hanya bersama Tante saya 3 orang yang cantik-cantik.Pukul 07.00 saya sudah bangun dan bersiap-siap mandi dan membereskan barang bawaan yang akan dibawa.Tepat pukul jam 08.30 Tante saya yang bernama Dina mengsms saya,"Cris tante jemput jam 09.00 yaaa,jangan telat".Saya pun membalasnya akan datang tepat waktu.Perlu saya deskripsikan ketiga tante saya ini.Yang pertama bernama tante Dina dia berumur 36 tahun,tinggi badannya sekitar 170 an (mantan Peragawati),Ukuran dadanya yang membuat saya menelan ludah yaitu 36b dia sangat berpengalaman dalam urusan sex.Yang kedua tante Mira umurnya 39 tahun tinggi badannya 175,walaupun sudah agak tua,tp dia masih seksi dengan ukuran dadanya yang masih kencang yaitu 34b.Yang terakhir tante Lina yang termuda yaitu 34 tahun dengan tinggi 165 serta ukuran dada 36b,Khusus Tante Lina,saya sudah sering bermain sex dengan dia sewaktu tante Lina berkunjung kerumah.Tante Lina adalah seorang wanita hypersex karena bisa bermain berkali-kali.

Tepat Pukul jam 09.00 Mobil tante Dina sudah ada diujung gang,langsung saja saya masuk dan duduk didepan ,tepat samping tante Dina.Saat itu saaya hanya bisa terbengong melihat ke3 tante saya itu.Tante Dina hanya menggunakan kaos ketat Mejiku dengan hot pants,saat itu tante Dina memakai Bra berenda warna biru,kelihatan karan saking tipisnya baju tante Dina.Tante Mira saat itu memakai baju gaun merah dengan potongan v necknya yang sexy.Tante Mira sepertinya tidak memakai bra,Untuk Tante Mira dia kurang suka memakai bra,katanya tidak enak.Sementara Tante Lina lah pakaiannya yang menurut saya paling ekstrim.Dia memakai You can see Putih dan hotpants.Dibalik you can see putih itu Tante Lina memakai bra bikini hitam yang menggoda.Setelah basa-basi dengan cipika-cipiki,saya hanya mengobrol dengan Tante Dina karna Tante Mira tertidur pulas,sementara Tante Lina merokok deng Mildnya dan mendengarkan mp3nya dengan asik.

Masa lalu yang kembali

Posted on November 26, 2010

Setelah kuliah aku langsung pulang ke rumah karena ngantuk berat.. Tadi malem aku begadang di rumah temen nonton final liga Champion. Aku membuka pintu samping rumahku dan terhenyak melihat wajah seseorang yang sedang duduk bersama ibuku di ruang tengah. "Dani, masih inget kan sama mbak Elly..?" Aku sempat bengong selama beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. "Ayo duduk sini.." Aku menyalami mbak Elly dan dengan perasaan campur aduk duduk di sebelah ibu. Kata kata ibu selanjutnya membuat kepalaku serasa berputar, " mulai hari ini mbak Elly kerja disini lagi sama kita Dan.. Mudah mudahan betah ya El..?" Mbak Elly mengangguk sambil tersenyum padaku. Ia tampak lebih.. lebih menarik dari apa yang selama ini ku bayangkan.. Aku berdiri dan permisi untuk masuk kamar, dengan sudut mata, aku sempat melirik mbak Elly.. Kulitnya terlihat bersih.. dan dadanya.. pikiran mesumku berhenti ketika kakiku tersandung kaki kursi..Aku langsung masuk kamar, meninggalkan ibu dan mbak Elly mengobrol di ruang tengah..

Ya, dulu mbak Elly pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga kami. Ia bekerja sekitar 2 tahunan lalu berhenti bekerja karena menikah. Aku masih kelas VI SD waktu mbak Elly pamit sama orang tuaku untuk menikah.. Terbayang jelas apa yang saat itu kurasakan, selama beberapa minggu aku mengalami kesulitan tidur. Ayahku menggerutu sama ibu, itulah akibatnya kalau anak kita satu satunya terlalu deket sama pembantu, sampai tidur aja dikelonin si Elly.. Ya, aku memang tidur sekamar dengan mbak Elly karena ayahku seringkali menonton TV sampai larut malam sambil merokok di kamar tidurnya. Sehingga ibu merasa lebih baik kalau aku tidur terpisah.

Sebetulnya ada yang tidak mereka ketahui tentang mbak Elly.. dan aku.. Awalnya semua berjalan biasa biasa aja, aku memang sangat deket sama mbak Elly yang cukup sabar dan telaten mengurus rumah.. Kesibukan ayah sebagai kontraktor seringkali mengharuskan beliau keluar kota, dan ayah sering kali meminta ibu  mendampinginya. Awalnya aku sering diajak tapi karena takut keseringan bolos sekolah, orang tuaku lebih memilih menitipkanku ke mbak Elly.. Mbak Elly sangat memperhatikanku seperti anaknya sendiri, membuatku merasa nyaman walau sering ditinggal orang tuaku ke luar kota. Entah bagaimana awalnya aku tak ingat pasti, aku mulai merasakan ada sesuatu diantara aku dan mbak Elly. Usiaku yang memasuki usia puber 12 tahun, dan mbak Elly waktu itu berusia sekitar 18 tahun saat dimana seseorang mengalami kematangan seksual. Aku mulai merasakan desiran perasaan lain selain perasaan nyaman setiap kali berdekatan dengan mbak Elly. Harus kujelaskan disini bahwa mbak Elly selain dianugrahi wajah manis yang selalu ceria, juga memiliki tubuh proporsional yang cukup aduhai. Seringkali tanpa sengaja aku bersentuhan dengan dadanya yang montok yang terasa kenyal dan padat. Bahkan setelah beberapa lama, aku seringkali mengalami ereksi saat berdekatan dengannya. Suatu saat, mbak Elly menyuruhku duduk di teras belakang rumah. Ia duduk persis di belakangku, tangannya menelisik rambutku.. mencari kutu di kepalaku karena aku sering garuk2 kepala. Entah tanpa sadar atau disengaja, kedua payudaranya yang montok menempel di punggungku.. Aku merasakan desiran gairah itu perlahan membuat kemaluanku semakin menegang. Setiap kali ia bergerak, payudaranya yang menempel dipunggungku ikut bergerak gerak.. sensasi yang luar biasa  membuatku tak hanya merinding tapi juga membuat kemaluanku semakin mengeras berdenyut denyut.. Setelah beberapa lama, mbak Elly meyuruhku mandi.. Aku berdiri lalu menyadari mbak Elly sedang menatap selangkanganku dengan melotot.. Aku menunduk dan terkejut, ternyata ereksiku tampak jelas menonjol dari celana pendekku.. "Lho koq ada yang bangun..?" Belum habis rasa kaget ku ketika tiba tiba tangan mbak Elly meremas selangkanganku. Sebetulnya hanya beberapa detik saja ia meremas2 kemaluanku sambil bercanda, tapi efeknya sungguh luar biasa.. Aku seperti tersengat rasa nikmat ketika untuk sesaat tangan mbak Elly menelungkupi seluruh kemaluanku, jari2nya menyentuh kantung zakarku dan bergerak ke atas sepanjang batang kemaluanku yang teracung tegang.. Wajahku terasa panas karena malu, aku langsung berlari ke kamar mandi.

Adik Angkatku Kekasihku

Posted on November 26, 2010

Sebelumnya kenalkan namaku Syandi. Saat itu aku berusia 25 tahun. Cerita ini bermula ketika aku masih awal-awal merantau ke Jakarta. Saat itu aku mengontrak sebuah rumah yang lumayan nyaman, walau tidak terlalu besar. Di tempat tinggalku itu aku mengenal seorang gadis yang sangat cantik dan masih sekolah SMK bernama Widia (16 tahun). Ia memliki tubuh yang sangat proporsionis, kulit putih dengan tinggi/berat kira-kira 160/48. Ayah ibunya bercerai sejak dia masih kecil dan kedua orangtuanya masing-masing telah menikah. Keluarga ayah kandungnya adalah tetanggaku. Sebenarnya Widia sendiri ikut dengan ibu kandungnya, tapi sebualan sekali hampir bisa dipastikan Widia menemui ayahnya untuk meminta uang bulanan biaya sekolahnya. Hal tersebut dikarenakan ayah tirinya juga sedang menganggur dan memang tidak punya kerjaan tetap.

Karena kecantikannya tersebut aku sering memperhatikannya saat dia mengunjungi ayahnya. Suatu ketika mama tirinya yang notabene juga baik terhadap Widia memintaku untuk mengantarkannya pulang ke rumah ibunya, karena memang Widia sangat jarang sekali menginap di rumah ayahnya. Waktu itu aku ingat, hari terakhir puasa Ramadhan dan besoknya Idul Fitri. Aku mengantarnya pulang dan saat itulah aku tahu rumah ibu kandung Widia bersama ayah tirinya. Aku dipersilakan masuk dan disambut dengan baik oleh ibunya. Dan tak lama akupun pamit pulang. Sebelum pulang ibunya mengucapkan terimakasih dan berpesan agar besok jangan lupa datang berkunjung dan aku mengiyakan.

Besoknya tepat di hari lebaran aku datang pada sore harinya. Tapi aku agak kecewa karena ternyata Widia tak ada di rumah. Aku hanya disambut oleh ibunya dengan ramah. Dalam obrolan tersebut ibunya berpesan agar aku sering-sering datang ke rumahnya. Ibunya banyak bercerita tentang Widia yang ternyata tidak pernah betah di rumah. Sebenarnya akupun tak tahu maksud ibunya tersebut, untuk apa aku diharapkan sering-sering datang.

Di hari-hari selanjutnya aku memang sering meluangkan waktu untuk datang ke rumah Widia sesuai pesan ibunya. Bahkan di satu kesempatan ibunya memintaku untuk menginap. Meski agak bingung dan canggung aku mengabulkan permintaan ibunya. Dan hari itu ibunya melarangku memanggilnya dengan sebutan tante melainkan memintaku untuk memanggilnya mama.

Seharian di rumah itu aku tetap tak melihat Widia sama sekali. Dan tanpa aku tanya sang mama menceritakan bahwa Widia kost di daerah Slipi. Aku tak tahu pasti apa alasan Widia kost dan aku tidak menanyakan kepada sang mama. Keesokan harinya setelah pulang kerja aku kembali datang ke rumah keluarga baruku tersebut. Ternyata hari itu Widia ada di rumah, dan dia nampak ceria. Anehnya Widia seperti tak merasa heran dengan kehadiranku di keluarga tersebut. Malah kami terkesan sangat akrab seperti halnya memang aku adalah abang kandungnya. Dan hari-hari sekanjutnya kami memang benar-benar akrab hidup dalam keluarga tersebut. Dan kulihat Widia pun jadi sering di rumah tidak pulang ke kost lagi.

Hari-hari aku selalu tidur di ruang tamu di depan tv. Karena memang di samping rumah tersebut sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu besar juga hanya memiliki 1 kamar tidur saja yang kulihat selalu digunakan sebagai kamar tidur Widia, mamanya dan 1 lagi adik perempuannya (Andini) hasil perkawinan mamanya dan ayah tirinya.

Suatu ketika ketika pulang kerja aku pulang ke keluarga baruku itu. Kulihat mama dan Andini tidur di depan tv. Entah sengaja atau mereka tertidur. Karena lapar aku langsung ke dapur dan makan. Selesai makan aku berniat untuk pulang ke rumah kontrakanku. Tapi mama malah memarahiku dan menyuruhku tidur di kamar bersama Widia.

"Mau kemana kamu malam-malam begini, Ndy?" tegur mama saat itu. Memang ketika itu aku pulang kerja larut malam dikarenakan ada lembur.

"Pulang, Ma." jawabku sambil menerka-nerka apa maunya mama.

Dan di luar dugaanku mama berkata, " Sudah terlalu malam Ndy, sudah sana tidur sama adikmu, kasihan Andini sudah terlalu pulas kalau disuruh pindah." Demikian perintah mama.

Filed under: Umum Continue reading

Tia, Gadis Kecilku..

Posted on September 10, 2010

Ketika bi Iyah pembantu kami menyatakan ingin berhenti bekerja karena akhir2 ini sering sakit, ia memohon agar kami mau menerima anak bungsunya untuk bekerja di rumah kami. Karena kasihan dan menghargai masa kerjanya yang lama akhirnya kami mengiyakan walau sedikit ragu mengingat anak bi Iyah baru berumur 16 tahun.

Diluar dugaan kami, setelah beberapa lama ternyata Tia bisa menghapus semua kekhawatiran kami, ia sangat rajin dan cekatan. Setiap pagi saat kami baru bangun tidur, seluruh isi rumah sudah disapu dan dipel bersih, bahkan sarapan pagi sudah tersedia di meja makan. Istriku mengatakan bahwa kami sangat beruntung mendapatkan Tia sebagai pengganti bi Iyah yang sudah mulai tua.

7 bulan berlalu.. Pekerjaanku sebagai marketing berjalan lancar, istriku bahkan mendapat kenaikan jabatan di kantornya. Aku senang dan bangga melihat semangat kerjanya. Hanya saja, semakin hari pulangnya semakin sore, bahkan beberapa kali ia harus pulang jam 8 malam. Untung saja kantorku tidak terlalu ketat dalam hal jam kerja, bahkan dengan adanya sambungan internet di rumah terkadang aku bisa mengerjakan pekerjaan di rumah, hingga gak usah berangkat ke kantor.

Suatu siang, iseng buka2 situs porno.. aku tertegun melihat sebuah video sex yang dimainkan oleh seorang laki2 dengan seorang gadis kecil. Aku yakin umurnya di bawah 17 tahun mungkin 15 atau 16.. tapi..  gilaa.. setelah beberapa saat aku menyadari begitu terpengaruh oleh video tersebut.. Pikiranku melayang membayangkan bercinta dengan seorang gadis kecil, yang payudaranya baru tumbuh.. dengan puting kecil kemerahan.. bulu kemaluan yang masih halus.. aku membenahi posisi kemaluanku yang menggeliat mengeras dalam celana pendekku.. Tiba2 saja aku membayangkan Tia, dengan tubuh telanjang merintih di bawah tubuhku, menikmati batang kemaluanku menggesek lubang kemaluannya yang sempit... bergerak dalam tubuhnya yang mungil.... Ah.. gila! Sejak kapan aku jadi seorang Phedophilist..?

Seminggu kemudian, aku menyadari sesuatu telah mengganggu akal sehatku.. Sesuatu yang membuat mataku selalu menatap dua bukit kecil di dada Tia, memperhatikan bentuk pantat dibalik celana pendeknya.. sesuatu yang membuatku walau terlihat seperti tak sengaja berusaha menyentuh lengannya, merasakan getaran kemaluanku saat berdekatan dan mencium bau tubuhnya.. Semakin aku membayangkan Tia, semakin sering aku bermasturbasi.. mengkhayalkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan gadis kecil ini, Tia..

Suatu pagi, saat istriku sudah berangkat kerja.. aku berdiri diam tanpa suara di depan kamar mandi, mendengar suara air jatuh di lantai kamar mandi, aku tau Tia sedang mengguyur tubuhnya yang telanjang, menyabuni lekuk tubuhnya, payudaranya.. selangkangannya.. Aku semakin tak tahan.. Pelan2 aku melangkah masuk ke dalam ruangan Mushola di sebelah kamar mandi.. Jantungku berdegup ketika melihat lubang ’Manhole’ untuk memperbaiki atap.. Muncul sebuah ide untuk memanjat lubang itu dan mengintip Tia dari atas plafon...

Keesokan paginya, begitu Tia masuk kamar mandi, aku segera mengunci semua pintu dari luar, lalu secepat kilat tanpa suara memanjat lubang manhole di atas mushola.. Aku sudah berada di atas plafon merangkak hati2 berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun, ketika mulai terdengar suara guyuran air di bawahku.. Aku segera menemukan sebuah lubang yang kecil dan mulai mengintip.. Jantungku berdegup begitu kencang ketika mataku mulai melihat dengan jelas ke dalam kamar mandi.. Ya Tuhan.. aku nyaris tak percaya dengan penglihatanku, menyamping dari arahku.. tubuh Tia telanjang bulat, dengan payudara yang sedang tumbuh bergayut indah.. Air membasahi kulit remajanya, membuatnya terlihat segar dan.... hh.. pantatnya begitu padat.. Tia bersenandung lirih, tak menyadari  seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. menatap setiap lekuk daging tubuhnya... Kemaluanku tegang mengeras berdenyut2.. Tia menelusuri tubuhnya dengan sabun, aku terpaksa harus menelan ludah  berulang2 saat ia menyabuni payudaranya.. sepertinya aku bisa merasakan kekenyalan dua bukit daging itu.. Saat Tia berbalik hendak menyimpan sabun, aku membelalakkan mata.. kearah selangkangannya.. bulu bulu halus diatas kemaluannya benar2 menyempurnakan apa yang kulihat.. Tanganku mencengkram batang kemaluanku yang sudah benar2 keras.. ”Aku harus... aku.. harus bercinta dengannya...” Tia mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.. Aku terhenyak, karena tanpa kuduga ia menungging mengambil sikat gigi yang jatuh di lantai.. Daging kemaluannya menyembul dari sela2 pantatnya yang bulat.. aku tak dapat menahan diri lagi, dengan sedikit gerakan meremas di pangkal kemaluanku dan.. ”Aahhhh..............hhh...!!! Hhh... aa.......h..h..!! Seluruh hasrat dan nafsuku meledak, menyemprotkan begitu banyak cairan sperma dalam celanaku.. Aku sedang berusaha mengatur nafasku saat Tia selesai memakai baju lalu keluar dari kamar mandi..

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. aku tak juga bisa melupakan hasratku terhadap Tia.. Beberapa kali aku mengintip Tia mandi, dan entah berapa puluh kali sudah aku beronani membayangkan gadis imut 16 tahun itu.. dan aku semakin terobsesi oleh Tia.. tapi aku tak cukup nekat untuk melakukan apapun terhadapnya.. Sentuhan2 kecil seperti tak sengaja sering kulakukan, tapi ia hanya menghindar dengan sopan.. Aku tak berani melakukan lebih dari itu.. Sekitar 4 bulan kemudian, muncul ide untuk memancingnya dengan film porno.. Aku menyimpan beberapa DVD yang paling hot diatas tempat tidur.. Biasanya setelah aku berangkat kerja, Tia baru berani masuk kamar tidur untuk menyapu dan merapikan kamar tidur kami.. Aku membiarkan salah satu DVD tersebut berada dalam DVD Player dalam kamar.. lalu berangkat kerja.

Siangnya aku pulang sekitar jam 12.. sewaktu memasukan mobil ke dalam gerasi.. aku sempat melihat bayangan orang melesat keluar dari kamarku.. sekelebatan saja aku yakin bahwa itu adalah Tia.. aku melangkah masuk lewat pintu samping. Gak ada orang, aku ke belakang mencari Tia, tapi ia tak ada di dapur maupun di halaman belakang. Ku buka pelan2 pintu kamarnya.. kosong..! ”Tiaaa..?!” Aku memanggilnya.. tak ada jawaban... Di depan pintu kamar mandi aku kembali memanggilnya, ”TIAA...!!” ”Yya.. pak..” terdengar suara dari dalam kamar mandi.. ”lagi mandi..?” ”I..ya.. nggak.. iya.. ppak...!” Aku berjalan dengan suara langkah yang cukup jelas, membiarkan ia mengira aku berjalan ke ruangan depan.. lalu secepat kilat aku masuk ke dalam mushola, memanjat lemari dengan hati2.. dan dalam beberapa detik aku sudah berada di atas plafon.. mulai mengintip melalui lubang kecil itu.. Aku menahan nafasku yang langsung terasa sesak, saat melihat apa yang ada di bawah sana... Tia duduk bersandar di atas toilet yang tertutup.. kakinya mengangkang dan tangan kanannya berada di sela selangkangannya.. matanya terpejam.. aku nyaris tak percaya melihat gadis 16 tahun itu benar2 sedang bermasturbasi.. jari2 tangannya bergerak cepat merangsang kelentitnya.. ”Pancinganku berhasil, ia menonton DVD hot yang sengaja ku letakkan di atas tempat tidur..” Tia terlihat begitu terangsang, wajahnya menengadah, matanya terpejam dan tangannya semakin cepat bergerak... Samar2 terdengar suara rintihan kecilnya, ” Hh..hh.. akh..” Aku semakin gemetar, ketika gadis itu perlahan menekan ujung jari telunjuknya ke lubang kemaluannya.. Lututnya bergetar.. sepertinya ia begitu larut dalam hasrat yang bergejolak.. ”Ssh..hh.. hh..” Rintihannya kembali terdengar lirih, mengekspresikan keinginan seksual yang semakin memuncak.. Pelan2 aku merangkak turun, berjalan ke ruang tengah dan memanggilnya lantang..” TIAAAA................! Tia segera menyahut ”Ya paak...?!” ”SINII....! CEPETANN..”

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin